Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
49. Datang Ke Markas


__ADS_3

Setelah pembicaraan mengenai siapa Dave, Fernandez pun kembali ke tempatnya. Dia berpesan pada Lee agar merawat Dave dengan baik sampai sembuh. Saat ini Dave adalah orang yang sangat berharga baginya.


Dia yakin Dave bisa menjadi seorang yang handal dalam bidang bisnis. Saat ini biarlah dia menjadi bodyguardnya. Nanti setelah pertemuannya dengan Mateo dan Luca, akan di bicarakan selanjutnya.


Saat ini dia sedang bernegosiasi membeli sebagian saham klub sepak bola di Italia, lima persen pun tidak apa. Karena klub sepaj bola itu sangat dinamis pergerakan sahamnya.


Dia juga mendengar kalau Javier ingin membeli secara keseluruhan saham klib sepak bola itu, makanya dia akan bernegosisi dengan pemiliknya langsung.


Dave sekarang sudah lebih baik setelah beristirahat selama satu minggu. Sebenarnya sudah lima hari Dave merasa lebih baik dan busa bekerja seperti biasa, namun Fernandez tidak mengizinkannya. Lee di di bantu pengawal lain untuk menjaga Fernandez ketika dia pergi ke perusahaannya.


Kini Dave sudah bersiap bekerja, nanti malam dia akan bertemu dengan Mateo dan Luca di markas besar Fernandez. Setelah Mateo memberitahu malam itu gagal datang ke markas Fernandez.


Mungkin akan datang secara tiba-tiba. Benar-benar Javier juga mulai menguasai perusahaan telekom milik penerintah. Jadi dia dengan bebas bisa menyadap siapa pun yang melakukan panggilan yang mencurigakan.


"Kamu siap bekerja lagi Dave?" tanya Lee.


"Ya, aku merasa tidak enak sama tuan Hugo jika terlalu banyak istirahat." kata Dave merapikan bajunya.


"Tapi kali ini tuan Hugo akan ke perusahaan, jadi akan keluar juga. Apa kamu tidak masalah?" kata Lee lagi.


"Memang kenapa? Bukankah sudah menjadi resiko seorang bodyguard selalu jadi sasaran untuk menjaga bosnya?" kata Dave.


"Kamu benar, tapi sekarang sepertinya kamu harus berhati-hati. Cepat atau lambat Javier akan mengetahui kamu itu siapa." kata Lee lagi.


"Bahkan kurasa aku sudah di ketahui olehnya, tapi mungkin belum menyadarinya. Kemungkinan asistennya yang curiga, belum sepenuhnya tahu. Jika dia tahu, baguslah. Aku tidak perlu lagi bersembunyi, akan aku hadapi dia." kata Dave semakin tegas kalau dia benar-benar ingin balas dendam dan bertemu dengan Javier.


Jika Javier seorang laki-laki jantan, hadapi anaknya Alehandro. Begitu kira-kira pemikiran Dave. Lee melihat wajah Dave begitu tenang, dia semakin hari semakin melihat Dave yang berbeda.


"Dave, apa kamu lebih baik setelah kamu ungkapkan siapa dirimu sebenarnya?" tanya Lee.


"Ya, aku merasa menjadi Dave yang tidak akan takut oleh intimidasi dari Javier. Akan aku hadapi dia, sekalipun harus menggempurku secara langsung." kata Dave lagi.


"Ya, itu terserah kamu. Tapi kamu harus ingat Dave, aku akan selalu bersamamu." kata Lee.

__ADS_1


"Terima kasih Lee, kamu memang teman yang baik." kata Dave.


Lalu mereka pun bersiap untuk pergi bersama Fernandez ke kantor perusahaan. Dave tidak peduli jika Javier mengetahui dia masih hidup.


_


Malam hari, Mateo dan Luca secara sembunyi dia datang ke markas Fernandez, Dave saat ini tinggal di markas Fernandez itu dengan Lee.


Mobil Mateo berhenti di depan gerbang, dia hanya memberi kode kalau di izinkan masuk ke dalam markas.


"Kita akan bertemu dengan tuan Dave?" tanya Luca.


"Ya, aku tidak sabar ingin bertemu dengannya. Sudah sedewasa apa dia. Berapa tahun kita tidak bertemu dengannya?" kata Mateo.


"Ya, sudah dua puluh satu tahun kita tidak bertemu. Mungkin dalam pelariannya itu sangat banyak sekali kehidupan yang sangat keras. Dia memang kuat, aku merasa bersalah karena tidak bisa mempertahankan perusahaan tuan Alehandro." kata Luca.


"Kamu benar, kita merasa bersalah tidak bisa menjaga Dave dari kejaran Javier." kata Mateo.


Mereka saling diam, mobil pun memasuki halaman luas. Mobilnya berhenti di depan sebuah gedung yang mirip pabrik kosong. Namun bangunan itu sangat kokoh, dan ternyata di dalamnya banyak sekali anak buah Fernandez.


Mateo turun dari mobilnya, di susul Luca. Mereka berdiri di depan pintu besar dan memencet tombol. Tapi tidak bisa di gunakan.


"Kurasa kita harus menampilkan wajah kita di layar itu, Mateo." kata Luca menunjuk sebuah layar untuk memindai wajah setiap orang yang baru datang agar bisa di kenali.


"Kamu benar, biar aku saja yang memindai wajah di depan layar itu." kata Mateo.


Dia lalu berdiri di depan layar berukuran dua pulu kali dua puluh centi, lalu memencet tombol. Maoa terlihat di layar ada seseorang seperti heran kenapa ada orang asing selain orang-orang di markas.


"Siapa anda?" tanya seseorang yang terlihat di layar.


"Saya Mateo, mencari tuan Fernandwz Hugo." kata Mateo.


Layar kembali seperti semula, tidak memberi jawaban. Selama sepuluh menit tidak ada jawaban apa lagi pintu terbuka, Luca dan Mateo menunggu di depan pintu besar itu. Melihat sekeliling markas besar milik Fernandes tidak seperti markas yang terlihat baik bangunannya, tapi memang di buat seperti sebuah pabrik kosong.

__ADS_1


Tak lama pintu besar terbuka, tampak beberapa orang keluar dan menodongkan senjatanya pada Mateo dan Luca. Luca pun siaga, dia juga mengeluarkan senjatanya lalu di todongkan pada mereka yang menodongkan senjata pada Mateo dan Luca.


Satu orang maju ke depan, menghadap pada Mateo yang berdiri dengan tenang. Hanya Luca yang waspada dengan senjata apinya.


"Apa benar anda mencari tuan Hugo?" tanya anak buah Fernandez itu penuh selidik.


"Iya, kami ingin bertemu dengan tuan Hugo." kata Mateo masih bersikap tenang.


"Baiklah, kami harus memeriksa kalian berdua. Hanya prosedur sebagai kewaspadaan pada orang yang baru datang dan baru di lihat." katanya.


"Tidak mengapa, itu hal biasa." kata Mateo.


"Tapi, teman anda bisa menyerahkan senjatanya pada kami?" katanya lagi.


"Bisa. Luca, serahkan senjatamu padanya." kata Mateo.


Luca pun memberikan senjata api pada orang yang menghadangnya. Lalu keduanya di periksa baju dan celananya, agar tidak menyimpan senjata lagi. Setelah tidak di temukan senjata lagi, Mateo dan Luca pun di persilakan masuk ke dalam markas besar itu.


Mereka membawa Mateo dan Luca ke ruangan besar. Di sana nanti mereka akan bertemu dengan Fernandez dan juga Dave.


"Maaf tuan, saat ini tuan Hugo masih berada di luar." kata penjaga itu.


"Lalu, Dave? Boduguard tuan Hugo juga ikut dengannya?" tanya Mateo.


"Ya tentu saja, tapi mereka akan datang langsung kemari. Anda tunggu saja, mungkin setengah jam lagi akan tiba." katanya lagi.


"Baik, terima kasih." kata Mateo.


Mateo dan Luca duduk di sofa, menunggu kedatangan Fernandez Hugo dan juga Dave. Laki-laki yang selama ini ingin mereka temui.


_


_

__ADS_1


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2