Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
48. Akhirnya Terkuak


__ADS_3

"Tuan Alehandro Ferguso adalah papamu Dave?" tanya seseorang masuk dan mendekat pada Dave.


Lee dan Dave menoleh ke arah sumber suara. Dia Fernandez Hugo yang terkejut akan cerita Dave tentang siapa dirinya sebenarnya. Dave diam, menatap Fernandez yang juga menatapnya tidak percaya dengan ucapannya.


"Iya tuan Hugo, itu kenyataan yang sebenarnya." kata Dave.


"Jadi, selama ini aku berteman dengan anak dari mafia yang terkenal itu? Aku bahkan mengagumi papamu Dave, seorang mafia tapi dia bisa keluar dari lingkaran setan tersebut." kata Fernandez.


"Tapi papaku dan semua keluargaku di bunuh oleh Javier karena dendam itu juga." kata Dave lagi.


"Lalu, kamu juga akan seperti itu?"


"Ya, aku harus balas dendam dengan kematian keluargaku." kata Dave dengan tegas.


Dia sadar, dengan apa dia akan membalas dendam. Kecuali Fernandez bersedia membantunya secara suka rela, bukan dia yang memohon padanya. Fernandez berjalan ke arah jendela, menatap keluar dengan nampak berpikir.


"Tujuanku cuma satu, membalaskan dendam pada Javier yang telah membunuh keluargaku." kata Dave lagi.


"Aku bisa membantumu Dave, sejujurnya aku juga punya masa lalu kelam pada kelompok Javier. Bukan, tapi pada Luciano kakaknya itu." kata Fernandez menerawang jauh tatapannya.


Dia ingat waktu itu, ketika dia masih muda. Baru berpacaran dengan seorang perempuan, dan perempuan itu adalah cinta pertamanya. Namun, Luciano membawanya dan di perkosa. Serta dia dengar di jadikan budak pelacuran di Las Vegas.


Sampai sekarang dia mencari kekasihnya itu tidak di ketemukan. Kemungkinan dia sudah mati, entah bunuh diri atau di bunuh karena melawan dan tidak mau di jadikan budak pelacuran.


"Anda juga punya dendam tuan Hugo?" tanya Dave.


"Ya Dave, meski pun itu sangat kecil. Tapi bagiku saat itu sangat marah. Luciano sekarang sudah bebas lagi, dan menurut intelku dia melakukan pekerjaan seperti dulu lagi. Kini dia terang-terangan, karena parlemen Italia dan juga militer melindunginya." kata Fernandez.


Dave dan Lee saling diam, keduanya berpikir juga memang sangat sulit untuk mengalahkan Javier dan juga kakaknya. Apa lagi seluruh kekuatan militer dan parlemen sudah berada di pihak mereka.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan tuan Hugo?" tanya Lee.


"Kita akan bekerja keras dengan membeli berbagai perusahaan yang sedang bangkrut. Aku tahu perusahaan papamu di ambil alih oleh Javier, Dave. Aku akan berusaha menariknya lagi. Itu perusahaan kekuatan semua perusahaan." kata Fernandez lagi.


"Tuan Hugo, aku punya dua orang kepercayaan papa yang sangat handal. Mereka tahu perusahaan itu dari semua sisi. Mereka juga sekarang jadi buronan Javier." kata Dave.

__ADS_1


"Siapa? Mateo?"


"Ya, Mateo dan Luca. Kedua orang itu sedang bersembunyi, entah di mana. Kupikir mereka masih berada di Italia."


"Hmm, baiklah. Kamu hubungi dia dan suurh bertemu denganku."


"Tapi, apakah tidak membahayakan Mateo dan Luca?"


"Lalu, apa aku yang akan datang kepadanya?"


"Entahlah tuan, aku belum tahu. Aku akan menghubungi dia."


"Hubungi Mateo sekarang. Aku ingin bicara padanya."


Dave menatap Lee, Lee memberikan persetujuan dengan menganggukkan kepala. Dave pun mengambil ponselnya dan mengetikkan sebuah nama Mateo untuk di hubungi.


Tuuuut


Tersambung, namun belum di jawab. Lee menatap Dave, begitu pun Fernandez. Entah kenapa Dave merasa Fernandez begitu peduli padanya. Apakah dia juga ada hubungannya dengan ayahnya?


"Paman Mateo bisa beri alamat paman di mana tempatnya?" tanya Dave.


"Tuan Dave, kenapa? Apa anda mau menemuiku?"


"Iya paman, aku dan tuan Fernandez."


"Jadi, tuan Fernandez tahu siapa kamu?"


"Ya, tiga hari lalu aku tertembak dan keracunan. Tapi sekarang sudah sembuh, kupikir tuan Fernandez perlu tahu siapa aku secepatnya. Dan dia mengetahuinya sendiri."


"Baguslah tuan Dave, anda akan tetap aman dengan tuan Fernandez."


"Tapi, selalu saja ada yang mengincarku paman."


"Jangan khawatir, semuanya sedang aku atur."

__ADS_1


"Paman, di mana paman berada. Dengan Luca? Aku ingin menemuimu dengan tuan Hugo."


"Aku takut anda akan di incar lagi tuan Dave, baiklah. Saya dan Luca akan datang menemuimu. Di mana saya akan menemui anda?" tanya Mateo.


"Sebentar, aku akan bertanya pada tuan Hugo."


"Bagaimana Dave?"


"Paman Mateo mau datang pada anda tuan, di mana bisa bertemu?"


"Di markas, suruh datang dia ke markas besarku." kata Fernandez.


"Baiklah, aku akan katakan pada Mateo."


"Paman, tuan Hugo bilang datang saja ke markas besar tuan Hugo." kata Dave.


"Baiklah, saya dan Luca akan datang besok malam. Tapi, apakah anda baik-baik saja?" tanya Mateo.


"Ya, aku baik-baik saja. Ada temanku yang menolongku, paman. Kamu jangan khawatir."


"Aah, syukurlah. Baiklah, besok malam saya akan datang dengan Luca."


"Iya paman."


Klik!


Sambungan telepon terputus, Dave meletakkan lagi ponselnya di meja. Lee memperhatikan Dave, dia melihat memang dalam diri Dave ada aura Mafia yang berwibawa. Entah sekarang dia tidak percaya bahwa Dave anak seorang mafia yabg sangat terkenal waktu itu.


Lee hanya mendengar saja nama Alehandra, tidak tahu ternyata seorang mafia yang sangat berbeda dari Javier atau yang lainnya.


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2