Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
88. Serangan Di Pagi Hari


__ADS_3

Dave kembali membuka kunci sistem keamanan dengan meretasnya, dia akan memasukkan Mateo dan juga Liu dengan beberapa teman Liu serta anak buah Fernandez Hugo. Semua bersiap di depan, tinggal menunggu instruksi dari Dave yang sedang mencoba membuka sistem keamanan.


Orang-orang di dalam, penjaga mansion Javier sepertinya sudah keleahan karena waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi waktu setempat. Di jam tiga itu orang-orang akan merasa nyenyak dalam tidur dan rasa lelah akan di landa kantuk bagi mereka yang belum beristirahat.


"Dave, bagaimana. Apakah kamu sudah bisa membuka kunci sistem itu?" tanya Liu melalui sambungan komunikasi.


"Sebentar lagi Liu, aku sudah membukanya. Tinggal beberapa detik lagi. Dan ingat, hanya dua menit aku bisa membuka. Tidak bisa membuang waktu." kata Dave.


"Kami sudah siap Dave, tinggal menunggu komando darimu." kata Liu lagi.


"Oke, dalam hitungan ke lima aku beritahu."


"Siap Dave."


"Siap, lima, empat, tiga, dua, satu. Masuk!"


"Kami masuk."


Liu dan beberapa teman ninjanya itu masuk, di susul Mateo dan juga anak buah Fernandez. Mereka mencari tempat aman lebih dulu untuk bersembunyi. Setelah itu, Liu akan mencari di mana para ninja itu berjaga. Dia tahu di mana biasanya para ninja itu bersembunyi, pasti di beberapa tempat tak terlihat dan gerakannya tidak ada yang tahu.


"Baiklah, Liu. Aku akan ke sebelah kiri, kamu yang sebelah kanan. Kemungkinan penjaganya sedang terlelap, kita menunggu Dave masuk ke dalam dengan bantuan Luca masuk ke dalam mansion ini." kata Mateo.


"Ya, kalau begitu aku pergi ke kanan. Berhati-hatilah Mateo." ucap Liu sebelum mereka berpisah dan masuk sesuai apa yang telah di rencanakan.


Mereka lalu berpisah mencari tempat untuk bersembunyi. Mateo memasuki sebuah kolam renang di lantai dasar. Mansion Javier ada tiga tingkat dan itu sangat besar sekali. Juga banyak ruangan, seperti kata Dave mansion Javier memang sering di gunakan untuk hiburan.


Tapi kali ini, sepertinya Javier tidak membuat tempat hiburan di mansionnya. Hanya ada penjaga dan anak buahnya di sana yang berjaga.


_


Pagi hari, suasana masih sepi, Liu melihat para ninja sudah berada di tempatnya. Dia pun kini mulai menyerang satu persatu ninja yang sedang berjaga. Dengan tidak menimbulkan keributan sama sekali, Liu melemparkan senjata asli ninja Shuriken yang di lempar itu.


Senjata Shuriken bisa mematikan lawan jika tepat sasaran yang di tuju. Jika di lempar ke arah leher dan tepat pada jalan denyut nadi, maka bisa mati lawan yang di lempar dengan shuriken. Liu menyiapkan suriken beberapa untuk di lemparkan pada siapa saja yang melihat dirinya menyelinap.


Set! Set! Set!

__ADS_1


Kembali Liu melempar senjata shurikennya pada penjaga yang sedang berpatroli. Tanpa menimbulkan suara gaduh, beberapa orang sudah Liu lumpuhkan. Kini dia pun bergerak masuk, sama halnya Mateo masuk ke dalam dengan anak buah Fernandez.


"Dave aku sudah melumpuhkan beberapa penjaga di luar, kamu bisa masuk kan?" tanya Liu melalui sambungan komunikasi.


"Aku sedang menunggu pama Luca membuka sistemnya, Liu. Aku sudah menunggu di depan gerbang depan."


"Apa? Kamu menunggu di sana? Nanti menimbulkan keributan."


"Kalian sudah masuk ke dalam lebih dulu itu sudah bisa menimbulkan keributan. Jangan khawatir Liu, aku sudah siap jika memang para penjaga itu melihatku dan langsung menyerangku. Sudah sejak lama aku menunggu ini." kata Dave lagi.


"Hmm, ya baiklah. Kamu harus hati-hati Dave, jangan terluka lebih dulu sebelum bertemu dengan Javier." kata Liu.


"Makanya aku sudah siapkan semua senjataku."


"Ada penjaga lagi Dave, aku sudah bergerak masuk ke dalam."


"Baiklah."


Klik!


Meski memakai baju ninja, namun warna baju ninja Liu berbeda dengan ninja yang ada di mansion Javier. Liu memakai baju ninja putih, sedangkan ninja di dalam berwarna hitam. Dan kali ini Liu kembali melempar senjata shurikennya dengan cepat.


Set!


"Aaaaargh!"


Penjaga yang berteriak itu pun tumbang, satu temannya mendekat. Dia memeriksa kenapa temannya itu jatuh, dia pun mencari orang di sekitar itu. Dan Liu berlari pun terlihat.


"Hei! Jangan kabur!"


Penjaga itu berteriak ketika melihat Liu bergerak lari dan penjaga itu mengejar, teman lainnya yang melihat itu pun segera ikut berlari mengejar Liu. Liu pun berhenti, berbalik pada kedua penjaga itu yang siap menyerang padanya.


"Hiaaat!"


Set! Set! Caaah! Wuuus!

__ADS_1


Mereka bertarung dengan Liu, penjaga lain yang tahu ada pertarungan pun ikut mencari tahu dan mereka juga kini menyerang Liu juga.


"Hiaaaat!"


Set! Set! Krek! Set! Set!


"Aaarrrgh! Bug!"


Semua penjaga yang menyadari ada penyerangan pun akhirnya memberitahu pada yang lainnya, semua segera membantunya. Namun mereja juga kini di serang oleh anak buah Fernandez yang bersama dengan Mateo.


Sementara itu, James dan anak buahnya segera menyerang penjaga di belakang. Mereka kini bertarung. Ada juga yang beradu tembakan, James pun beberapa kali menembakkan senjatanya pada penjaga di sana.


Suasana pagi itu benar-benar gaduh. Paolo yang mendapat laporan bahwa di bawah sedang terjadi penyerangan kelompok anak buah Fernandez dan juga ninja berpakaian putih.


"Kurang ajar! Mereka menyerang di saat orang sudah merasa lelah. Cerdik juga. Baiklah, ayo kita sambut mereka di bawah." kata Paolo.


"Bagaimana dengan tuan Javier, tuan Paolo?" tanya anak buahnya.


"Biarkan tuan Javier tidur dengan nyenyak, jangan ganggu dia. Kita saja yang akan turun ke bawah dan lawan mereka." kata Paolo.


"Baik tuan."


Mereka pun segera turun. Paolo sengaja tidak memberitahu Javier yang sedang terlelap di kamarnya. Paolo turun dengan siaga dan membawa senjata api. Mereka juga bersiaga jika ada serangan di depan pintu lift.


Dalam dua menit, pintu lift terbuka. Paolo dan anak buahnya memberi isyarat pada yang lain agar bersiap untuk menyerang balik para penyusup tersebut. Mereka pun menyebar ke segala penjuru, teman-temannya juga di beritahu agar bersiap untuk menyerang balik.


Kemudian, benar saja mereka di serang oleh kelompok Dark Wolf. Ternyata mereka sudah menunggu sejak tadi, dan pertarungan itu pun terjadi di lorong-lorong gedung di lantai dasar. Suara tembakan terdengar di mana-mana.


Sedangkan Javier masih asyik dengan tidurnya, karena semalam dia tidur jam tiga dini hari. Tepat James dan anak buahnya sudah bersiap masuk ke dalam mansionnya.


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2