
Dave dan Lee sedang berada di jalan menuju markas Liugi, dia mendapat laporan bahwa Liugi sekarang di tangkap oleh anak buah Black Jack. Dia di umpankan untuk memancing Dave dan Lee membantunya dan akan menangkap Dave.
Gustavo juga ikut turut dengan Dave, namun dia tidak datang sendiri dan anak buahnya juga ikut. Dari belakang semua iring-iringan itu melaju dengan cepat menuju tempat yang di tunjuk untuk bertemu dan bertukar dengan Dave.
"Dave, apa sebaiknya kita urungkan saja kesana menolong Liugi?" tanya Lee.
"Tidak Lee, aku tahu mereka mengincarku. Meskipun bukan Lee yang mereka tangkap, bisa saja mereka membunuh Liugi. Tapi tidak mereka lakukan, tujuannya adalah menangkapku dan membawanya pada Javier." kata Dave melajukan mobilnya dengan kencang.
"Tapi aku takut kamu yang mereka bunuh Dave."
"Tidak akan. Aku yakin itu." kata Dave lagi.
Lee menghela nafas panjang, Dave sekarang sangat berbeda. Lebih berani, tajam pemikirannya dan tepat sekali sasarannya ketika menyerang atau menembak. Teringat ketika berada di pemakaman, dia melihat sendiri Dave yang tidak takut terus saja menembak dan menyerang.
Dia belum tahu seperti apa papanya Dave, tapi Gustavo pernah mengatakan bahwa ayah Dave itu benar-benar mafia yang handal dan di takuti oleh lawannya. Bahkan anak buahnya yang pernah ikut bersamanya mengakui jika Alehandro itu mafia yang sangat di takuti jika sudah keadaannya terdesak baginya.
Dan Lee membayangkan itu pada Dave, dia juga sangat melindungi siapa pun yang dekat dengannya. Lee menatap Dave yang masih melajukan mobilnya dengan kencang, tatapannya juga tajam lurus ke depan.
Akhirnya mobik Dave berhenti di sebuah gedung kosong. Dia memperhatikan setiap sudut gedung tersebut, memastikan berapa banyak anak buah Black Jack yang akan mengepung tempat itu. Dave memejamkan matanya, instingnya bekerja. Kemudian dia menghembuskan nafas kasar.
Lalu Dave turun dari mobil, di susul oleh Lee. Satu mobil berhenti juga, keluar orang tersebut. Mereka kini masuk ke dalam gedung besar namun sudah tidak di gunakan untuk kegiatan apa pun. Semakin masuk ke dalam, suasana sedikit tegang.
Beberapa orang-orang yang berdiri dengan memegang senjata di pinggang, seperti bersiap untuk menembak ketiga orang yang berjalan maju ke depan. Dave, Lee dan satu orang anak buah Gustavo maju lebih ke dalam. Dave berjalan begitu tenang, tatapan tajamnya seolah menembus orang-orang yang mencoba menghalangi sehingga orang-orang itu pun minggir satu persatu.
"Dave, mereka semua mundur teratur." Lee berbisik pada Dave.
"Mereka hanya berjaga saja. Di depan ketua Black Jack sedang menunggu kita. Ayo kita temui dia." kata Dave.
"Hati-hati Dave, bisa saja mereka berbuat curang terhadap kita." kata Lee mengingatkan.
__ADS_1
Dave hanya diam saja, instingnya kembali bekerja. Dia seperti melihat bayangan yang mengiringinya memasuki sebuah ruangan besar. Seperti aula tempat pembuatan bahan baku itu, tetapi ruangan itu kosong. Sehingga terlihat sangat luas.
Dave beridiri di tengah, di sampingnya Dave dan juga satu anak buah Gustavo. Lima orang keluar dari arah pintu, dengan wajah garang serta berbadan tegap mereka maju ke depan dan menatap tajam pada Dave, Lee dan juga anak buah Gustavo.
Satu menit mereka bersitatap tajam, muncul di belakang kelima orang tersebut Gennaro membawa Liugi yang terikat mata dan kedua tangannya. Gennaro mendorong Liugi yang sudah babak belur karena di siksa olehnya.
Darah mengalir dari bagian belakang telingnya juga telapak tangannya. Dave dan Lee menggeretakkan giginya, namun Dave bersikap tenang dan melihat Liugi yang sudah babak belur.
"Dia tidak berguna, tapi kalian mengambilnya. Lihatlah, dia sudah tidak berdaya!" kata Gennaro.
"Kamu berani hanya pada orang-orangmu saja, Gennaro! Apa yang kamu inginkan? Kematianku?" tanya Dave masih tenang.
"Hahah! Jadi kamu anaknya Alehandro itu? Cuih! Kupikir kamu laki-laki yang kuat, tapi lihatlah dirimu. Hahah!"
"Heh! Kenapa? Kamu takut? Mafia, ketua Black Jack yang di takuti oleh orang-orang. Mencariku hanya dengan menumpan Liugi? Rendah sekali!"
"Majulah, kupikir ketua Black Jack itu tidak pengecut sepertimu!" ucap Dave.
Gennaro merasa terhina, dia pun maju dan mengacungkan senjata ke arah Dave. Namun tidak, dia mengarahkan senjatanya ke atas dan suaranya menggelegar hingga menggaung keluar.
Dor! Dor!
Tiba-tiba dari semua ruangan itu bermunculan orang-orang Black Jack, mereka siap untuk bertarung dengan ketiga orang yang mereka kepung. Lee dan anak buah Gustavo melihat sekeliling, ada rasa ngeri jika harus berhadapan dengan mereka yang begitu banyak.
Sedangkan Dave masih berdiri dengan tenang, hanya melirik ke samping kanan dan kirinya. Lalu mematap Gennaro dengan senyum devilnya. Tangannya mulai meraba punggungnya dengan gerakan lambat dan beehenti sejenak.
Gennaro pun mundur, menarik senjatanya dan mengarahkannya pada Dave. Dia benar-benar ingin membunuh Dave dengan tangannya sendiri.
"Matilah kamu anak setaaan!" teriak Gennaro dengan mengacungkan senjata ke arah Dave dan menarik pelatuknya.
__ADS_1
Dor! Dor!
Dua tembakkan di arahkan ke Dave, Dave menghindar. Sedangkan Lee dan anak buah Gustavo sedang melawan anak buah Gennaro itu dengan berkelahi. Sedangkan Dave pun menangkis peluru yang melesat ke arahnya dengan pedang di sembunyikan di bagian punggungnya.
Dia menangkis semua peluru dari Gennaro yang mengarah padanya dengan pedangnya. Satu tangannya mengambil senjata revolver dan di arahkan pada Gennaro.
Dor! Dor!
Dave bergeral cepat menyerang Gennaro, dia merasa seperti mengejar maling. Tapi tiba-tiba Gennaro berbalik dan menendang Dave dengan cepat, Dave kaget. Dia pun menghindar dan menyabetkan pedangnya ke arah Gennaro yang siap memukulnya.
Satu sabetan mengenai lengan Gennaro, dia mundur dan menatap tajam pada Dave. Membuang air ludah ke samping.
"Cuih! Baiklah, kamu tidak perlu lagi Liugi hidup ternyata. Aku habisi dia!"
Dor! Dor!
"Aaaaa!!
Liugi yang sempat bersembunyi pun tertembak. Masih dengan mata dan tangan terikat Liugi meregang nyawa di hadapan Dave, Dave menatap tajam pada Gennaro. Dia marah dan menyerang Gennaro dengan cepat.
Bug! Bug!
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1