
Lama mereka berunding, mencari tahu kekuatan anak buah Samuel dan kemungkinan senjata yang di gunakan. Luca mencari tahu semua, bahkan dia juga meretas situs milik Samuel yang ternyata adalah mafia juga.
"Besok aku akan pergi kemana?" tanya Dave.
"Kita tunggu Samuel menghubungiku, dia pasti akan menghubungi jika sudah waktunya tapi belum juga ada yang datang padanya." kata Mateo.
Baru saja selesai bicara seperti itu, ponsel Mateo berdering. Semua menatap Mateo, penasaran apakah itu telepon masuk adalah Samuel. Mateo pun mengambil ponselnya dari saku celananya, melihat siapa yang menelepon. Dan benar saja, telepon masuk atas nama Fernandez. Dia menatap Dave dan mengangkat teleponnya.
"Halo?"
"Hahah! Jadi kamu menunggu kabar dariku?"
"Di mana aku harus menemuimu, brengsek!" kata Mateo dengan geram.
"Hahah! Jangan marah padaku! Suruh pembunuh Javier itu menemuiku sekarang!" ucap Samuel.
Dave mengambil ponsel dari Mateo, dia ingin bicara pada Samuel yang berani menantangnya untuk datang.
"Halo, kamu ingin bertemu denganku. Tuan Samuel Rodrigoz?" tanya Dave dengan dinginnya.
"Hahah! Jadi kamu sudah datang? Baiklah, datanglah ke markasku. Dan jangan membawa anak buah Hugo, apa lagi sekutumu Dave. Kalau tidak, Hugo akan langsung aku buang oleh anak buahku ke lautan Atlantik. Dia sudah berada di kapalku, tinggal menunggu perintahku peti mati Fernandez Hugo langsung tenggelam. Camkan itu!" kata Samuel.
Dave terdiam, dia berpikir bagaimana bisa menyelamatkan jasad Fernandez di kapal yang berada di lautan. Dia juga tidak tahu Samuel ada di mana dan kapal itu berada di mana juga.
"Baiklah, aku akan datang menemuimu. Di mana aku harus datang menemuimu tuan Samuel?" tanya Dave dengan dinginnya.
__ADS_1
"Temui aku di gudang belakang kantor walikota agak jauh. Di sana ada sebuah gudang kosong, aku ada di sana. Dan ingat, jangan datang dengan yang lain. Kamu harus datang sendiri, Dave Nino Alehandro." kata Samuel dengan sinis.
"Baiklah, kamu pikir aku takut. Kamu belum tahu kemampuan Dave Nino Alehandro."
"Buktikan ucapanmu Dave."
Klik!
Sambungan telepon terputus, Dave menyerahkan ponsel pada Mateo. Semua menatap Dave penuh dengan penasaran bagaimana pembicaraannya dengan Samuel.
"Bagaimana Dave? Apa yang dia katakan?" tanya Lee.
"Dia memintaku datang sendiri, jika aku datang dengan yang lain. Maka peti mati tuan Hugo akan langsung di buang ke lautan Atlantik. Aku tidak tahu apakah dia benar mengatakan kalau peti mati tuan Hugo berada di kapal." kata Dave.
"Mungkin saja Dave, tapi sebelum kamu menemui Samuel. Kita harus menemukan peti mati tuan Hugo lebih dulu. Di mana mereka membawanya." kata James.
"Tapi bagaimana jika mereka memakai kapal milik orang lain? Memyewanya untuk keperluan itu." kata Mateo.
"Hmm, memang susah juga." kata James.
Mereka kini berpikir, Luca tetap melacak keberadaan kapal laut milik Samuel, karena memang Samuel memiliki kapal untuk mengangkut hasil tambang emas dari berbagai negara untuk dia olah. Dan dia tahu ada berapa kapal yang di miliki oleh Samuel, semuanya ada lima.
Kelimanya Luca lacak keberadaannya satu-satu, dan dia sudah bisa melacak tiga kapal berada di mana. Ketiganya memang sedang di sewa, satu lagi juga masih berada di tempat penyimpanan. Dan satu lagi belum di temukan, dia terus melacak dengan beberapa nama nakhoda yang biasanya membawa kapal milik Samuel.
Dan terlacak, Luca menemukan satu kapal berada di dekat laut Liguria. Laut yang berbatasan dengan Italia dan Perancis serta Monako. Laut Liguria termasuk bagian dari laut Mediterania. Luca mendapat informasi bahwa kapal milik Samuel satu itu berada di laut Liguria membawa tambang emas dan sebuah peti besar.
__ADS_1
Dia lalu melacak lagi kemana peti itu di bawa, dan ternyata mereka menyewa kapal lagi untuk mengangkut peti dan di bawa ke tengah laut Mediterania.
"Lihatlah, aku sudah melacak keberadaan kapal salah satu milik Samuel." kata Luca.
"Kamu bisa melacaknya?" tanya Mateo.
"Kemungkinan peti itu tidak di bawa ke lautan Atlantik, mereka akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk membawa peti berisi jasad tuan Hugo. Tapi kupikir mereka hanya akan membuangnya ke laut Mediterania melalui laut Liguria." kata Luca.
Semua saling menatap, kemudian Luca kembali menjelaskan bahwa kapal salah satu milik Samuel itu hanya berada di pelabuhan di sana, dan kemungkinan mereka menyewa kapal lain untuk membawa peti jenazah Fernandez.
"Kita harus segera kesana." kata Mateo dengan tidak sabar.
"Bagaiamana caranya? Ini sore dan tidak bisa kita bisa lebih cepat sampai di laut Liguria itu." kata James.
"Kita menggunakan helikopter, dan harus segefa kesana. Nanti Dave dan Lee akan menemui Samuel di gudang itu. Kita bagi tugas saja, agar bisa teratasi dengan cepat." kata Mateo.
"Ya, sebaiknya begitu." kata Luca.
"Dave, apa kamu bisa mengatasi Samuel sendiri?" tanya Mateo.
"Aku bisa paman, jangan khawatir." kata Dave.
"Kalau begitu, biarkan Lee dan Liu berada di belakang mobilmu. Aku, Gustavo dan juga tuan James akan pergi ke laut Liguria. Kamu bawa ponselki agar bisa berhubungan dengan Samuel, usahakan untuk mengulur waktu agar kami bisa datang lebih dulu sebelum kamu sampai di gudang itu." kata Matoe.
"Baik paman, aku akan siapkan semuanya."
__ADS_1
"Dan kamu Luca, pantau terus keberadaan kapal yang membawa peti jenazah tuan Hugo
Setelah rencana itu, mereka bersiap untuk bergegas menjalankan tugas sesuai dengan rencana tadi. Dave dan Lee serta Liu mengambil senjatanya, tak lupa Dave juga membawa pedang yang baru sampai tadi pagi ke markas Fernandez.