
Dave segera berlari dengan cepat agar dia bisa sampai di depan pintu gerbang yang tertutup. Gedung dan halamannya sangat luas, jadi Dave sangat kesusahan untuk mencapai luar halaman tempat itu. Beberapa penembak jitu yang sudah di perintahkan untuk menembak Dave segera bersiap.
Mereka ada di beberapa titik, Dave dengan secepat kilat segera berlari entah kemana arahnya. Yang ada di pikirannya dia harus cepat pergi dan selamat.
"Kejar dia! Dia tidak bisa lari cepat karena tadi terkena tembakan!" teriak salah satu anak buah Morata yang sebagai pemimpin.
Anak buahnya menaiki mobil dan mengejar Dave yang berlari kencang tanpa tahu kemana pintunya. Dia menoleh ke arah belakang, dua mobil sedang mengejarnya. Dave lalu mencari tempat yang tidak bisa mobil mengejarnya.
Dave berbelok, menuju pohon besar untuk bersembunyi dan menghindar dari tembakan para oenembak jitu yang mengejarnya. Mata Dave menyapu tempat itu, mencari celah dia bisa pergi jauh dari tempat Morata yang selama lima tahun tidak pernah keluar dari kamar pengap itu.
Dave merasa dia di bohongi dan di manfaatkan dengan ketidak tahuannya tentang keberadaan Liu. Seharusnya dia mencari tahu di mana Liu dan Jacky berada, dan menjumpainya jika memang ada di tempat Morata. Tapi Dave malah percaya saja kalau Morata membohonginya selama itu.
Mobil melaju di depan Dave, tubuh Dave memutar untuk menghindar agar tidak terlihat dan di berondongin peluru oleh mereka yang mengejarnya.
"Di mana pintu keluar itu? Tempat ini terlalu luas dan tidak bisa mengenalinya karena aku tidak pernah keluar." gumam Dave sambil mencari jalan.
Dia mengendap agar tidak terlihat, dari jauh mobil sedan hitam melaju pelan. Dave kembali bersembunyi, dia memastikan bahwa mobil itu berisi Morata dan anak buahnya. Mobio itu pun berhenti tepat di samping pohon besar berjarak lima meter dari Dave bersembunyi.
Morata keluar, di susul oleh Jhon Lau. Mereka berdiri sambil berkeliling matanya, mungkin mencari Dave berada. Karena mereka pikir, Dave tidak akan jauh dari tempat itu.
"Sudahlah, biarkan dia pergi. Paling dia di jalan akan bertemu dengan binatang buas dan langsung di santap oleh srigala-srigala buas di sana, tempat ini sangat asing baginya. Jadi, dia tidak akan bisa menemukan jalan keluar." kata Jhon Lau.
"Hmm, benar juga. Ini di tengah hutan, dia tidak akan selamat dari tempat ini. Lagi pula, jalanan menuju kesini itu sangat sulit. Baiklah, ayo kita pergi. Tuan Bram sudah menunggu di kafe, aku tidak mau klienku yang satu itu terlepas." kata Morata.
"Ayo kita pergi, Dave sudah tidak berguna lagi di arena laga. Ada aku yang akan menggantikannya." kata Jhon Lau.
Mereka lalu masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya menuju pintu gerbang yang sebentar lagi terbuka. Dave melihat kemana mobil itu keluar, dan ternyata di depan itu. Cukup besar pintu gerbang itu, di lengkapi peralatan canggih dan juga cctv.
__ADS_1
Dave harus berhati-hati untuk melewati gerbang itu. Dia pun melangkah menuju arah mobil Morata pergi. Dia juga mendengar ucapan Jhon Lau, kalau tempat Morata itu ada di tengah hutan.
"Aku tidak peduli ini di tengah hutan Kalimantan atau hutan Amazon, yang jelas aku harus keluar dari tempat ini dan pergi mencari Liu daj Jacky berada." kata Dave.
Dia terus berjalan, dengan melangkah cepat dan hati-hati. Dia harus waspada kalau secara tidak terduga ada penjaga dan anak buah Morata. Lima langkah lagi Dave sampai di pintu gerbang, kembali dia bersembunyi. Mencari seseorang penjaga, dan ternyata penjaga ada di pos yabg tidak jauh dari tempat Dave berada.
Dia memperhatikan pos tersebut, melihat dua orang menjaga dengan di lengkapi senjata api laras panjang dan juga pistol di pinggangnya. Dave mengendap ke arah pos penjaga itu, dia ingin tahu apakah ada cctv juga di sana.
Jika tidak ada, maka dia akan langsung msauk dan menyerang mereka. Lalu merebut senjatanya, meski tidak mahir dalam menembak. Setidaknya dia memegang senjata untuk berjaga-jaga dan perlindungan.
"Hei, apa kita akan di ganti malam ini?" tanya penjaga salah satu yang bertugas.
"Tentu saja, sudah dua hari kita belum di ganti. Kata tuan Morata juga harus bergilir. Aku ingin bersenang-senang di klub malam di wilayah kota." kata penjaga satunya.
"Hemm, kamu hanya memikirkan senang-senang saja." kata temannya.
"Aku mau pulang, istriku minta aku pulang secepatnya. Karena dia sedang hamil besar." kata temannya lagi.
"Eaah, kamu sangat setia pada istrimu dan baik juga sebagai suami ya."
"Tentu saja, aku merebutnya dari sahabatku. Dia sendiri sekarang sudah mengandung anakku, jadi dia sudah mulai mencintaiku." katanya lagi.
"Ya, terserah kamu. Aku tidak mau ribet dengan urusan perempuan, jika aku suka aku akan berkencan saja dengannya. Beres, hahah."
Percakapan itu di dengar oleh Dave dari luar yang sedang bersmebunyi. Dia mendengar dengan seksama, dua orang beda karakter. Satu penyayang keluarga meski menikahi istrinya hasil dari merebut dari sahabatnya.
Dave pun masih mengendap, dia lalu berjalan dengan tenang. Penampilannya juga sedikit berantakan, dua penjaga itu pun menoleh ke arah Dave. Mereka saling pandang, lalu mendekat pada Dave.
__ADS_1
"Hei, siapa kamu?!" tanya salah satunya.
"Saya di suruh bos Morata keluar untuk mencari teman saya di luar yang baru saja keluar." jawab Dave.
Mereka pun saling pandang, wajah Dave berbeda dengannha. Keduanya merasa curiga kalau Dave tawanan yang kabur. Tanpa membuang waktu lagi, mereka pun langsung menangkap Dave.
Tapi, keduanya langsung di serang oleh Dave dengan cepat. Dia menendang dan memukul secara bergantian, melumpuhkannya agar dia bisa keluar.
"Cepat buka pintunya,!" teriak Dave pada salah satu yang dia pegang bagian lehernya.
"Ceepat buka, dia mau membunuhku?!" kata temannya meminta padanya.
Satu temannya itu pun masuk ke dalam pos penjaga, hendak membuka pintu gerbang. Di ikuti Dave menyeret satu penjaga yang dia than agar penjaga yang membukakan pintu itu tidak memberitahu temannya di dalam. Dave melihat kata kunci pembuka gerbang otomatis itu, dan setelah di buka Dave pun memukul bagian tengkuk kepala keduanya satu persatu agar tidak melawan dan memberitahu teman lainnya.
Dave langsung keluar dan berlari setelah kedua penjaga pingsan. Dia harus keluar dari tempat Morata yang di jaga dengan ketat. Dia tahu tenpat itu di tengah hutan, maka setelah agak jauh. Dave berhenti, memastikan ke arah mana dia akan melangkah.
Terlihat ada sebuah pos lagi, pos itu kemungkinan juga penjaga anak buah Morata. Dave terus berlari, nelewati pos dengan mengendap ketika dekat dengan pos agar tidak di ketahui. Namun, sialnya Dave berpapasan dengan satu penjaga.
Dia berdiri tenang, menatap penjaga yang juga tajam menatapnya.
"Kamu mau kemana hah?!"
_
_
_
__ADS_1
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤