Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
58. Black Jack


__ADS_3

Perdana menteri kini mulai bertindak pada oknum pejabat yang melakukan korupsi, dan tidak ikut menindak bagi mereka yang melakukan pesta narkoba, melindungi para kriminal dan selalu berbuat tidak adil.


Dia mengambil pihak keamanan yang tidak terpengaruh pada iming-iming dari Javier, anggota parlemen juga sekarang banyak yang mundur. Satu persatu pengikut Javier mundur, mereka takut akan di korek dengan video atau foto skandalnya.


Kegaduhan terjadi terus menerus selama beberapa bulan. Javier semakin kesal dan marah. Hingga dia akhirnya ingin memerintahkan anak buah yang termasuk pasukan inti mafia. Ya, kelompok mafia Black Jack.


Dia benar-benar akan menggunakan kelompok itu untuk mengguncang Italia kembali dia kuasai , jika keadaannya semakin bergejolak. Maka dia harus memerintahkan pasukan intinya, yaitu kelompok Black Jack. Kelompok mafia dan juga geng motor juga para penjagal ada di sana, di satukan oleh Javier dan di bentuk kelompok Black Jack.


Kelompok yanh sudah lama tidak beroperasi selama Javier menguasai pemerintahan. Bagi mereka yang kehidupan malam, seperti sering pergi ke klub malam atau geng motor pasti tahu kelompok itu.


Sangat sadis dan tidak memandang apa pun, apa yang di perintahkannya untuk mengeksekusi, mereka lakukan. Dan kini, Javier ingim menggunakan mereka kembali. Dia ingin tahu siapa mereka yang telah mengacaukan parlemen dan juga perdana menteri dan presiden sudah mulai bertindak pada pejabat yang mendukungnya mulai di pecati.


"Bagaimana bisa mereka semua di pecati?" tanya Javier.


"Saya tidak tahu tuan, tapi tentang berita media yang beredar mereka melakukan korupsi besar-besaran." kata pengawalnya.


"Aku tidak tahu siapa mereka, yang jelas mereka itu adalah musuhku.".


"Mungkinkah tuan Fernandez dan anak buahnya, saya dengar Mateo dan Luca bergabung dengan tuan Fernandez." kata pengawal.


"Mungkin saja, anak buahku yang bekerja di IT tidak berguna. Mereka semua tidak bisa menangkal virus dan peretasan dari orang-orang itu." kata Javier.


"Apa yang harus kita lakukan tuan?"


"Kita harus panggil Black Jack, aku tidak peduli dengan situasi negara seperti apa. Biarkan mereka yang mengguncang Italia." kata Javier dengan tajam.


"Jadi tuan Gennaro ada di sini tuan? Saya dengar dia masih berada di Sesilia."


"Ya, dia ada di Sesilia. Aku akan kesana memanggilnya."


Pembicaraan Javier dan anak buahnya terpotong dengan kedatangan Luciano. Dia ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh adiknya itu. Javier menoleh pada Luciano.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Aoa yang kamu lakukan?"


"Kenapa kamu baru bertanya? Seharusnya kamu bantu adikmu berperang melawan musuh tersembunyi." kata Javier.


"Apa yang kamu butuhkan? Senjata canggih untuk mengebom ibu kota?" tanya Luciano.


"Kamu jangan membuat orang-orang di luar Italia mencarimu dan mengecapmu sebagai pemberontak."


"Kalau begitu, panggil Black Jack untuk membantumu."


"Sebelum kamu mengatakan itu, sudah aku pikirkan baik-baik. Besok malam aku akan pergi ke Sesilia. Lakukan saja apa yang kamu biasa lakukan Luciano." ucap Javier.


"Heh! Aku berbaik hati ingin membantumu."


"Tapi bantuanmu belum bisa aku terima, dan ingat jangan gegabah melakukan pekerjaanmu."


"Memang apa yang aku lakukan? Aku melakukan kesenanganku, berkencan dengan para wanita kesukaanmu. Aku pusing memikirkan peperangan dan senjata. Lebih baik aku bersenang-senang, adikku tidak butuh bantuanku." kata Luciano sambil berlalu pergi meninggalkan Javier.


"Tuan Luciano sebaiknya pergi ke Las Vegas saja tuan, di sana dia sepertinya akan aman jika mau bersenang-senang." kata pengawal Javier.


"Biarkan saja, mungkin dia juga akan pergi juga. Siapkan nanti malam aku ingin pergi ke Sesilia, siapkan pesawatnya. Aku tidak mau pergi dengan menggunakan mobil." kata Javier.


"Baik tuan."


_


Sesilia, kota di mana para mafia tumbuh di sana. Julukan mafia Sesilia adalah Cosa Nostra. Dari awal terbentuknya mafioso di Sesilia awalnya untuk mencurigai orang asing, dan sekarang berkembang menjadi mafia yang suka sekali memeras para pejabat dan konglomerat serta sering sekali merusak tatanan sistem pemerintah daerah sehingga bisa merugikan publik.


Black Jack, mafia yang di bentuk oleh Javier untuk membantunya berkembang dan masuk ke pemerintahan dan parlemen. Setelah Javier sudah menguasai parlemen dan militer serta kepolisian, Black Jack kembali lagi ke Sesilia.


Dan sekarang Javier ingin memanggil Balck Jack untuk membantunya menyerang dan megobrak abrik milik musuh yang di anggap Javier berbahaya. Salah satu sasaran Javier saat ini adalah Fernandez. Dia akan menyuruh Black Jack membuat Fernandez kalah.


Pukul sebelas malam, Javier sampai di lapangan penerbangan khusus helikopter. Dia bersama pengawal pribadinya untuk menemui Gennaro, pimpinan mafia Black Jack.

__ADS_1


Gennaro tahu jika Javier akan datang, jadi dia mempersiapkan markas untuk pertemuannya dengan sang bos besar. Setelah di jemput oleh anak buah Gennaro, Javier dan anak buahnya menuju markas Black Jack.


Gennaro sangat senang dia kembali di panggil oleh Javier. Merasa terhormat Javier bahkan datang sendiri ke Sesilia. Setengah jam perjalanan, Javier dan anak buahnya sudah sampai di markas Black Jack. Dia di sambut oleh Gennaro sendiri dan beberapa anak buahnya.


Penampilan yang menyeramkan, wajah garang juga beberapa senjata menempel di badannya. Persis seperti layaknya penjagal dan algojo yang siap mengeksekusi orang yang di anggap salah dan musuh.


"Selamat malam tuan Javier." kata Gennaro.


"Malam Gennaro, apa semua anak buahmu sudah kamu beritahu jika aku butuh bantuanmu?" tanya Javier.


"Tentu tuan, mereka semua sudah siap. Tinggal menunggu perintah saja." kata Gennaro.


"Bagus, itu yang aku inginkan."


"Ya tuan, lalu apa yang akan aku lakukan untuk membantu anda?" tanya Gennaro.


"Kalian harus siap jika aku perintahkan. Saat ini aku ingin berkunjung ke tempatmu. Sudah lama aku tidak berkunjung ke Sesilia. Bagaimana keadaan Sesilia?" tanya Javier.


"Wilayah Sesilia sudah kami kuasai. Mereka yang tinggal di Sesilia harus patuh atas perintahku. Para pebinsis dan juga dari oemerintah setempat sudah bisa saya kendalikan." kata Gennaro.


"Bagus, sekarang kamu akan membantuku untuk menghancurkan seseorang." kata Javier.


"Siap tuan, kami hanya menunggu perintah anda."


Setelah mereka berunding, Javier ingin beristirahat. Gennaro pun menyiapkan tempat tidur di markas itu. Dia menawarkan pada Javie apakah dia ingin di temani oleh seorang wanita dan minum-minum, dan tentu saja Javier suka tawaran Gennaro. Keduanya pun tertawa jika sudah masalah minum dan wanita.


_


_


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2