
Pesta sangat meriah di kasino milik Javier, dia memang ingin menyuguhkan sesuatu yang bebas dan di nikmati oleh semua undangan yang hadir. Tak terkecuali pesta dengan wanita-wanita panggilan untuk memuaskan naffsu birahi para udangan, terutama tamu penting seperti jenderal Zeneti dan jenderal Charles.
Javier tidak menyangka kalau kedua jenderal itu akan datang di pestanya. Mereka di persilakan untuk menikmati apa yang Javier suguhkan, terutama gadis yang masih sangat muda untuk menemaninya tidur.
"Tuan, apakah anda tidak mau menikmati pesta malam ini?" tanya Paolo pada Javier.
"Tentu saja Paolo, aku yang membuat pesta. Kenapa aku tidak menikmatinya?" tanya Javier.
"Ah ya, apakah anda mau minum?" tanya Paolo.
"Bawa saja ke kamarku, aku ingin mandi air hangat dengan di temani wanita seksi yang akan membuatku malam ini jadi membahagiakan dan merasa puas oleh pelayanan mereka di kamarku." kata Javier.
"Baiklah tuan, saya akan membawa gadis yang anda inginkan." kata Paolo.
"Tidak gadis polos juga tidak apa-apa, yang terpenting dia membuatku puas malam ini. Hahah!" kata Javier.
Dia lalu menuju kamarnya, untuk membersihkan diri dan berendam sambil menunggu gadis yang di kirim oleh Paolo. Paolo pun mengerti, dia lalu menuju di mana gadis-gadis yang di siapkan untuk para tamu dan melayaninya.
Sementara itu, di kediaman Fernandez Hugo. Lee dan Dave bersiap untuk pergi ke Italia. Perusahaan Fernandez sedang membutuhkan kehadirannya. Karena salah satunya sedang menjadi rebutan antara pihak yang mendukung Javier Morrata dan miliknya.
Di sana ada seorang pemegang saham yang mengkliam jika sahamnya di atas dua puluh persen, maka akan memimpinnya. Sedangkan yang bertanggung jawab perusahaan itu, yaitu direkturnya tidak bisa berbuat banyak. Jadi dia meminta Fernandez untuk menyelesaikannya.
Karena di ketahui, orang yang mengaku mempunyai saham dua puluh persen itu ingin menguasai dan dia adalah anak buah Javier. Dan itu tidak bisa di biarkan.
Malam ini Fernandez akan bertolak ke Italia. Dave dan Lee selalu setia dan siaga melindungi Fernandez. Dave sangat senang bisa pergi ke negaranya. Di sana dia akan menghubungi Mateo dan Luca, mencari tahu tentang perusahaan ayahnya yang di rebut oleh Javier.
__ADS_1
berpikir untuk merebut kembali perusahaan itu, mempelajari bagaimana dia bisa menguasai sebagian wilayah mafia Italia. Tapi itu tidak mudah, dia harus menceritakan semua masa lalunya pada Fernandez, agar niatnya memvalas dendam pada Javier bisa terlaksana.
Setidaknya dia mempunyai kekuatan seperti Fernandez. Lee memperhatikan Dave yang sejak tadi diam saja tampak berpikir. Dia memegang pundak Dave, saat ini mereka sudah berada di pesawat pribadi milik Fernandez.
"Dave, apa yang kamu pikirkan?" tanya Lee.
"Aku berpikir sangat menyenangkan datang ke Italia. Di sana aku punya seorang paman yang tinggal di Seborga." jawab Dave memikirkan Fabio, bagaimana kehidupannya sekarang.
"Waah, menyenangkan sekali masih punya keluarga ya Dave." kata Lee.
"Keluargaku sudah tidak ada, mereka semua di bunuh oleh ...." kalimat Dave terhenti, dia lupa jika dirinya masih berstatus sebagai orang Jerman.
"Di bunuh? Oleh siapa?" tanya Lee penasaran.
"Perampok, malam hari aku tidak tahu kalau rumahku di rampok dan mereka membunuh keluargaku semua." kata Dave berbohong.
"Waah, kejam sekali mereka. Aku juga sudah tidak punya keluarga, tapi aku masih punya seorang adik. Tapi entah di mana dia berada." kata Lee menerawang jauh ke depan.
Matanya kosong mengingat dia berpisah dengan adiknya sewaktu kecil. Dia di bawa oleh orang tak di kenal saat dia jalan-jalan di pasar, sedangkan saat itu adiknya sedang membeli sesuatu. Dan sejak saat itu, Lee berpisah dengan adiknya. Keberadaannya di mana entah dia tidak tahu.
"Kamu beruntung masih punya adik, Lee. Aku bahkan tidak tahu pamanku masih hidup atau tidak." kata Dave.
"Dave, aku penasaran kenapa kamu bisa ada di Makau waktu itu?" tanya Lee.
"Aku kabur bersama guruku saat perampok itu mengejarku. Dia orang Tiongkok dan tinggal di Makau, aku belajar kungfu padanya sampai mengikuti pertandingan turnamen karate, tapi justru aku masuk ke dalam arena laga milik Morata." kata Dave.
__ADS_1
"Perjalanan yang sangat panjang, Dave. Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah di Italia nanti?" tanya Lee.
"Banyak rencana setela menetap di sana dengan tuan Hugo." kata Dave.
"Rencana apa?" tanya Lee.
"Emm, maaf Lee. Belum saatnya aku cerita sama kamu tentang diriku." kata Dave.
"Apa kamu tidak percaya sama aku?" tanya Lee heran.
"Tidak, bukan itu. Ada sesuatu yang harus aku tahu lebih dulu. Dan aku harus menemui pamanku dulu." kata Dave.
"Baiklah Dave, terserah kamu. Jika kamu belum percaya padaku pun tidak mengapa. Tapi kamu harus tahu Dave, kita meski baru bertemu. Aku merasa kamu seperti adikku." kata Lee.
Dave tersenyum, dia menepuk pundak Lee dengan keras. Membuat Lee kaget, dia menatap balik Dave yang tersenyum padanya.
"Aku percaya kamu Lee, kakakku." jawab Dave.
Lee tersenyum, dia lalu menepuk tangan Dave yang masih di pundaknya. Dia pun menoleh ke arah bangku Fernandez, di sana Fernandez sedang memejamkan matanya. Tertidur karena perjalanan mulai meninggi.
_
_
_
__ADS_1
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤