Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
79. Menyelamatkan Lee


__ADS_3

Pertarungan terus terjadi, bala bantuan dari gerbang markas Black Jack datang dengan cepat. Suara tembakan bergema saling menyahut antara kelompok Black Jack dan juga anak buah Gustavo, Lion King.


Tak lama juga, bantuan dari kelompok Liugi datang membantu Gustavo. Adu senjata api dan juga beberapa senjata saling serang dan beberapa anak panah juga melayang di udara mengenai sasaran. Suara tembakan dan juga bom berdentum.


Layaknya peperangan sesungguhnya di medan perang antar negara, namun di wilyaha Sesilia kini sedang berlangsung pertarungan sengit. Luciano di dalam markas semakin ketar ketir ketika anak buahnya melaporkan kelompok Lion King sudah dekat.


"Tuan Luciano, mereka semakin dekat. Bantuan dari Lion King sudah berdatangan." kata anak buahnya.


"Bagaimana mungkin?! Kenapa penjagaan kalian bisa di tembus hah?!" teriak Luciano pada anak buahnya.


"Mereka sangat banyak tuan, dalam pantauan udara ternyata mereka memakai kapal tanpa terdeketsi keberadaannya. Di lapangan udara dekat Sesilia mereka mendarat tuan, jadi tidak bisa terdeteksi." kata anak buahnya lagi.


"Goblok kalian semua! Cepat hubungi Javier, suruh anak buahnya datang membantu!" kata Luciano memerintahkan pada anak buahnya itu.


"Baik tuan!"


Anak buah itu pun pergi meninggalkan Luciano yang sedang gusar dan juga kesal. Kenapa pertahanan Black Jack bisa di lumpuhkan begitu saja. Apakah mereka sangat lengah?


Luciano pun kembali masuk ke dalam ruang persenjataan, dia menyiapkan semua persenjataan dua senjata revolver 44 magnum, satu martil dan juga senjata laras panjang AK74, senjata colt1911 dan juga revolver colt singls army. Serta senjata berat lainnya dia bawa keluar untuk persiapan perangnya dengan kelompok Lion King.


Semua senjata itu dia siapkan, semua di masukkan peluru ke dalam senjatanya. Dia sibuk sekali sehingga ada yang menyusup masuk ke dalam ruangan penyekapan Lee tidak dia lihat. Penjaga yang menjaga ruang di mana Lee di sekap pun di pukul tanpa mengeluarkan suara.


Bug!


Aaphs!


Penjaga itu langsung tumbang dengan di bekap mulutnya, satu orang membuka pintu ruang penyekapan itu dengan membawa kunci te yang memang sengaja di bawa membuka kunci apa saja. Setelah terbuka, satu orang masuk ke dalam dan satu lagi berjaga di luar.


"Kamu harus cepat membawa tuan Lee, sebelum Luciano sadar dengan keberadaan kita." kata salah satu yang berjaga di luar.

__ADS_1


"Ya, awasi sekitar ruangan. Aku akan cepat menolong tuan Lee."


"Bagus! Cepatlah, waktu kita sedikit."


"Hm, ya."


Setelah berkata seperti itu, dia pun masuk. Dalam ruangan pengap tersebut, matanya menelusuri setiap sudut ruang. Dia melihat tubuh Lee tergeletak begitu saja masih dalam keadaan terikat dan mata tertutup. Tubuhnya sudah banyak yang bengkak.


"Tuan Lee, apa anda sadar?" tanya laki-laki itu memegang lengan Lee yang membiru.


"Siapa kamu?!" teriak Lee dengan siaga.


Dia sudah sadar, tapi tubuhnya lemah dan serasa remuk redam karena cambuk yang terus menerus mengenai tubuhnya.


"Saya suruhan tuan Gustavo, mau menyelamatkan amda dari sini." katanya lagi.


"Ooh, syukurlah. Buka lebih dulu ikatan mataku, aku tidak bisa melihat apa-apa dengan mata tertutup ini, rasanya seperti orang buta saja." kata Lee.


"Di tempat persembunyian kami ada sedikit obat-obatan tuan Lee. Nanti luka anda kita obati." katanya.


"Apa akan sempat mengobati lukaku? Kudengar tuan Gustavo sedang menuju kemari?" tanya Lee.


"Ya, semuanya mau menyerang markas Black Jack, dan mereka semua sedang bertarung. Kumungkinan anak buah tuan Fernandez datang segera membantu kita." katanya lagi.


"Baguslah, agar Dave bisa leluasa membalaskan dendamnya pada Javier."


Mereka pun keluar secara mengendap-endap agar Luciano tidak menyadari mereka keluar dari pintu belakang yang memang penjaganya sedang di kerahkan membantu teman-temannya di perbatasan wilayah markas Black Jack.


Sedangkan Luciano sudah menyiapkan senjatanya, dia lupa Lee yang kabur dari belakang. Dia menuju ke depan, bersiap menghadang kelompok Lion King jika memang anak buahnya tidak bisa menghadang kelompok itu.

__ADS_1


"Bagaimana di perbatasan itu? Apa mereka semua bisa mengatasi kedatangan Lion King?" tanya Luciano.


"Sepertinya mereka kewalahan tuan Luciano, tapi bantuan dari tuan Javier akan segera datang dalam satu jam mengendarai helikopter." kata anak buahnya.


"Heh, mereka cukup tangguh juga. Baiklah, yang di markas harus tetap siaga dan waspada. Jangan sampai lengah!"


"Baik tuan!"


"Lalu, ada berapa di markas kita ini?"


"Sekitar lima puluh orang lebih tuan, semua berjaga di depan dan yang terakhir kita di sini." kata anak buahnya itu.


"Hmm, semoga saja mereka semua bisa menghadang kelompok Lion King." kata Luciano.


Setelah berkata seperti itu, Luciano pun masuk kembali. Dia hendak melihat Lee yang masih terkapar di ruangan penyekapan. Tapi betapa kagetnya Luciano setelah tahu pintu ruangan itu terbuka, dan penjaga di sana terkapar.


"Kurang ajar! Jadi mereka bisa masuk ke markasku tanpa ada yang tahu?!" ucap Luciano dengan wajah dingin dan kelam.


Dia lalu menuju ke depan, dia benar -benar marah pada anak buahnya yang lengah karena ada penyusup masuk ke dalam markasnya. Membawa Lee kabur.


"Penjaga! Tangkap laki-laki itu!!"


_


\=> kasih othor hadiah, vote dan like. Biar semangat updatenya..😊👍


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2