
Rencana sudah di mulai, Luca dan Mateo sudah berada di markas Fernandez. Melakukan tugas masing-masing, saat ini Mateo yang memantau perusahaan Alehandro yang di ambil alih oleh Javier dan di jalankan oleh Paolo. Luca dan Mateo kini bekerja dengan serius.
Luca membuat akun baru dengan identitas Dave, karena akun beberapa kali dia buat, Luca selalu di temukan dan di matikan dengan virus yang di kirim oleh hacker Javier. Kini dengan akun Dave, dia bisa bebas masuk meretas beberapa akun yang menurutnya penting untuk mencari informasi.
"Luca, apa kamu sudah bisa masuk ke situs perusahaan tuan Alehandro?" tanya Mateo.
"Sedang di coba. Akun tuan Dave baru di bersihkan dari virus mereka. Mereka mengirim virus, tapi akun tuan Dave bisa menolaknya dengan cepat." kata Luca.
"Baguslah, kurasa akun milik tuan Dave aman. Karena dia belum pernah memiliki aku sama sekali di jejaring internet. Tapi kamu harus bisa bergerak cepat, Luca. Karena kita juga harus cepat mendapatkan beberapa berkas untuk kita miliki." kata Mateo.
"Iya, sedang aku coba masuk. Data-data itu akan aku unduh dan segera keluar dari sana. Saat ini jam sibuk kerja, kemungkinan mereka juga sedang beroperasi. Aku tidak berani masuk jika seperti itu." kata Luca.
"Cari situs yang lain dulu. Masuk ke situs militer, retas semua kegiatan intel mereka. Kita akan memberikan informasi pada kantor berita dan media sosial."
"Ya, pikiranku juga seperti itu."
"Baiklah, hati-hati Luca. Mereka juga punya hacker yang handal, bahkan lebih banyak untuk membantunya."
"Ya, terima kasih Mateo."
Luca pun kembali bekerja di balik monitor laptopnya. Jari jemarinya sangat lihai mengutak atik setiap tombol di kerboard. Bahkan lebih cepat agar tidak tertinggal bahkan bisa di lacak.
_
Fernandez dan Dave serta Lee ada di kantor perusahaannya. Fernandez sedang merapatkan hal penting pada pegawainya di kantor mengenai orang baru yang akan masuk ke perusahaannya itu.
Mateo. Ya, Fernandez akan dia masukkan ke perusahaannya sebagai direktur baru. Dan akan mendapatkan pengawalan juga dari anak buahnya. Perusahaan itu nantinya yang akan bersaing dengan perusahaan Javier.
"Tuan Hugo, apa itu terlalu berlebihan? Menempatkanku sebagai direktur di perusahaan anda?" tanya Mateo.
"Tidak apa Mateo, saat ini aku ingin mendapatkan perusahaan yang di rebut oleh Javier. Jadi perusahaan yang akan kamu pegang nantinya sebagai jalan merebut saham-saham itu." kata Fernandez.
__ADS_1
Mateo diam, dia pun akhirnya mengangguk. Dia juga tahu seluk beluk perusahaan itu. Luca juga sudah masuk di situs perusahaan Alehandro, tidak ada yang berubah. Hanya saja mereka menjaga keamanan jejaring internetnya saja dengan penjagaan ketat di setiap titik gedung itu saja.
"Baiklah tuan Hugo. Saya akan bekerja dengan baik. Dan juga saya bekerja demi tuan Dave, saya merasa kasihan pada anak itu." kata Mateo.
"Tidak masalah, kita akan membantu Dave untuk merebut kembali miliknya." ucap Fernandez Hugo.
Sementara itu, Luca terus bekerja meretas beberapa situs pemerintah. Dia juga mendapatkan informasi jika jenderal Zeneti yang membantu pembebasan Luciano dari penjara Guantanamo. Tentunya dengan bantuan jenderal Charles Washington sebagai penanggung jawab penjara neraka tersebut.
"Jenderal Zeneti benar-benar sudah di kuasai oleh Javier. Dengan kekuatan uang dan kekuasaan di bidang bisnis, dia bisa membeli jenderal Zeneti juga jenderal Charles Washington." ucap Luca.
"Kenapa paman?" tanya Dave menghampiri Luca yang masih sibuk di depan layar monitornya.
"Oh, tuan Dave. Anda kemari?" tanya Luca.
"Aku ingin melihat bagaimana paman Luca meretas situs mereka. Kurasa aku harus belajar juga." kata Dave.
"Saya bisa saja mengajari anda tuan Dave, tapi saya merasa tidak enak dengan tuan Hugo. Bukankah anda masih menjadi bodyguard tuan Hugo?" tanya Luca.
"Hmm, tuan Hugo baik sekali padamu tuan Dave."
"Ya, aku merasa tidak enak. Tapi sepertinya tuan Hugo benar-benar ingin membantuku." kata Dave.
"Baiklah tuan Dave. Apa yang ingin anda bisa?"
"Emm,aku ingin melihat kegiatan di perusahaan papa lebih dulu. Bisa kita lihat?" tanya Dave.
"Bisa, kita bisa masuk ke bagian pengawasan cctv. Aku akan mencarinya, tunggu sebentar."
Luca lalu membuka wb milik perusahaan Javier, dia masuk dan mencari bagian pengawasam cctv dalam satu minggu. Mencari dan terus mencari, sampai pada di akhir minggi. Di bagian gudang banyak sekali orang-orang selain pegawai sedang melakukan pengemasan barang.
Dave dan Luca memperhatikan, suasana di sana malam hari sesuai waktu yang tertera. Dave meminta layar di perbesar, apa yang di lakukan oleh orang-orang itu?
__ADS_1
"Paman, apa yang mereka lakukan? Dan barang apa yang mereka kemas?" tanya Dave.
"Sebentar, saya cari kamera terdekat dengan mereka."
Luca memencet tombol pencarian kamera di tempat pengawasan cctv, setelah mendapatkannya dia memperbesar. Terlihat mereka sedang mengemas serbuk-serbuk putih, Luca tahu serbuk itu apa.
"Oh sial! Mereka membuat pabrik narkoba di dalam perusahaan itu tuan Dave." kata Luca.
"Benarkah?"
"Ya, perhatikan gambar di layar. Itu beberapa orang sedang memasukkan serbuk ke dalam plastik dan mengemasnya. Lalu di masukkan ke dalam peti, mereka akan mengirimnya dengan barang-barang di pabrik." kata Luca.
"Waah, itu pasti berita heboh paman. Apakah video itu bisa di unduh?"
"Saya coba."
Luca lalu mengunduh video tersebut, dia tahu pemikiran Dave. Yang sama juga dengan pikirannya. Setelah berhasil dia menyimpannya pada file.
"Tuan Dave, kita harus meretas kantor berita. Kita masukkan video itu kesana dan membuat berita tentang video tersebut. Itu akan menggemparkan masyarakat yang menontonnya." kata Luca.
"Tepat sekali paman, pikiranku seperti itu. Ayo kita retas beberapa kantor berita swasta juga milik pemerintah. Berita itu pasti membuat gempar seluruh Italia." kata Dave.
Lalu Luca kembali masuk pada situs kantor berita swasta juga milik pemerintah, dia akan memasukkan video tersebut dan menyebar luaskan ke seluruh berita di Italia. Lama mereka mencari dan meretas situs tersebut, Luca memberi waktu tayangnya di jam malam. Agar orang yang baru pulang kerja bisa melihatnya.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1