Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
69. Penyiksaan Liugi


__ADS_3

Liugi masih di ikat tangan dan mulutnya, mata juga masih tertutup kain hitam. Dia di dudukkan di kursi di hadapkan ke kursi Gennaro yang akan mengintrogasinya tentang Dave.


Gennaro mengembus asap ceritu yang sejak tadi ada di tangannya. Belum memerintahkan anak buahnya untuk membuka ikatan di mata serta mulutnya. Dia masih memandang Liugi yang sudah tidak berdaya.


"Tuan, apa kita siram saja dia dengan air panas?" tanya anak buah Gennaro.


"Biarkan saja, lagi pula aku ingin melihatnya meringis kesakitan ketika aku pukul dia." kata Gennaro.


"Baik tuan."


"Gennaro! Pengecut kamu!" teriak Liugi dengan mulut tertutup kain.


"Hahah! Teriaklah sepuasnya Liugi! Sebentar lagi kamu pasti akan mati!" kata Gennaro.


"Aku lebih baik mati jika harus ikut denganmu, brengsek!"


"Siapa yang akan mengajakmu ikut denganku?! Aku hanya ingin bersenang-senang saja. Melihatmu kesakitan rasanya menyenangkan." kata Gennaro lagi.


"Bunuh saja aku!"


"Tentu saja, tapi aku ingin melihat laki-laki itu datang mencarimu. Dia pasti tidak akan tega melihatmu di siksa olehku. Pengawal, ambilkan cambuk dan siram dia dengan bensin!"


"Baik tuan!"


Liugi diam, dia benar-benar sedang dalam keadaan tidak berdaya. Memohon sudah pasti tidak akan terkabulkan, jadi lebih baik diam saja. Rasa kesal kenapa Gennaro menyekapnya dan menculiknya.


Byuurr!


Liugi di siram dengan bensin, satu pengawal sedang merekam Liugi di siram bensin, lalu Gennaro maju ke depan. Cambuk di tangan kanannya sudah siap untuk di ayunkan ke tubuh Liugi yang sudah basah karena siraman bensin.


Gennaro menghisap kembali cerutunya, dia menyuruh anak buahnya untuk membuka kain penutup mata Liugi dan mulutnya. Liugi memejamkan matanya kemudian membuka perlahan karena silau dengan penerangan sekitar.


"Kamu lihat Liugi, penyiksaanku akan aku kirim ke markas Fernandez. Biar mereka tahu dan laki-laki anak Alehandro itu datang sesuai dengan apa yang aku inginkan." kata Gennaro.


"Silakan saja, mati pun aku tidak masalah. Lakuakanlah, bunuh saja aku sekarang!"


"Tidak semudah itu!"

__ADS_1


Plak! Plak! Cepret! Plak!


"Aaaaah!"


Plak! Plak! Cepret! Plak!


"Kamu suka kan kalau langsung mati? Tapi aku tidak suka kamu mati lebih dulu!"


"Bajingan! Bangsat!"


Bug! Bug! Plak! Plak!


Beberapa kali Luigi di pukul, di cambuk dan juga di tendang bagian dadanya. Rambutnya juga di tarik ke belakang hingga dia mendongak ikut ke belakang. Lalu rahangnya kembali di pukul dengan keras. Liugi berteriak sekencangnya, dia beberapa kali mengeluarkan darah dari mulutnya.


Tapi dia tetap tidak gentar. Menatap tajam pada Gennaro dan menyemprotkan ludah yang bercampur darah ke arah Gennaro.


"Cuih! Kamu menyiksaku seperti ini? Aku bahkan menganggapmu sebagai bajingan yang pengecut! Jika berani duel satu lawan satu, Gennaro!"


"Hahah! Kamu mau duel denganku? Bahkan untuk berdiri saja kamu tidak mampu, Liugi!"


Plak! Plak! Bug! Bug!


Gennaro kembali memukul dan menendang Liugi, kini bagian perut dan kembali dadanya di pukul dengan keras. Dan Liugi memuntahkan darah dari mulutnya, tak puas hanya menendang dan memukul. Kini Gennaro memgambil pistolnya dan menembakkan ke jari tangan Liugi.


Dor! Dor!


Tembakan dua kali mengarah pada kedua telapak tangan Liugi. Liugi kaget, namun dia sama sekali tidak berontak atau pun berteriak. Mungkin dia berpikir inilah waktunya dia mati.


Penyiksaan demi penyiksaan pada Liugi masih terus berlangsung. Gennaro tidak akan membiarkan Liugi mati dengan mudah. Setelah Liugi lemah, dia menghentikan penyiksaannya pada Liugi.


"Sudahi kali ini, kalian kirim rekaman video Liugi yang tersiksa itu. Biarkan mereka menyaksikan penghianat itu merintih kesakitan. Aku ingin mengatakan pada Fernandez, suruh datang anak Alehandro dan melawanku di gedung kosong di pinggir kota." kata Gennaro pada anak buahnya yang tadi merekamnya.


"Baik tuan."


"Singkirkan keparat itu, biarkan dia seperti itu sampai anak Alehandro itu datang. Kita biarkan dia pingsan. Nanti jika waktunya, siram dia dengan air panas." kata Gennaro.


"Baik tuan."

__ADS_1


Setelah memberikan perintah pada anak buahnya, Gennaro pergi dari hadapan Liuginyang sudah terkapar pingsan. Dia menendang sekali lagi tubuh Liugi bagai binatang, kemudian meludah. Gennaro pun pergi dari ruangan itu menuju kamarnya untuk beristirahat.


_


Video rekaman penyiksaan Liugi kini sampai di markas Fernandez. Mereka semua menyaksikannya dengan menggertakkan tangannya. Geram dengan apa yang di lakukan oleh Gennaro, jelas sekali mereka memang menginginkan Dave datang padanya.


"Ini jelas aku yang dia incar, paman." kata Dave pada Mateo.


"Tidak Dave, itu gertakan untuk kita semua." kata Mateo.


"Tapi dia menyebutkan nama papaku. Sudah pasti ini menyangkut diriku paman. Aku akan menolong Liugi." kata Dave.


"Dave, bersabarlah. Ini kemungkinan jebakan untukmu." kata Lee.


"Aku tahu, ini jebakan untukku. Tapi aku tetap harus datang ke tempat itu kan?" kata Dave.


"Baiklah, sekarang kita buat rencana baru. Dave dan Lee serta satu anak buah Gustavo datang saja kesana. Gustavo bisa menyiapkan anak buahnya menuju tempat itu. Aku yakin Gennaro sudah menempatkan banyak anak buah untuk mengepung Dave." kata Fernandez.


"Iya benar, kita harus membuat rencana yang matang. Kurasa di lihat dari kapan itu di buat videonya, sepertinya kemarin malam Liugi di siksa oleh Gennaro." kata Luca.


"Hmm, baiklah. Ayo kita buat rencana untuk melawan Gennaro." kata Gustavo.


Lalu ke enam orang tersebut berunding untuk melakukan perlawanan pada Gennaro, ketua Black Jack yang telah menculik Liugi ketika dia sedang mabuk dan pulang ke rumahnya.


Kembali ke pertarungan.


Dave dan Gennaro sedang beradu senjata api. Sedangkan Dave sangat marah Gennaro membunuh Liugi dengan entengnya. Seperti nyawa Liugi tidak ada artinya.


Beberapa kali Gennaro mengarahkan senjatanya pada Dave, namun tetap meleset. Orang-orang Gennaro kini di serbu oleh anak buah Gustavo, mereka saling menembak. Bahkan ada yang berkelahi juga.


Lee dan satu anak buah yang tadi ikut dengan Dave pun ikut melawan mereka yang juga menyerangnya.


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2