Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
41. Penyambutan Kebebasan Luciano


__ADS_3

Menjelang hari kebebasan Luciano Morrata Gabriel, pukul sepuluh pagi Javier sudah berada di pulau Guantanamo menunggu di depan lapas. Berjarak satu kilo meter, di batasi oleh lautan dengan pembatas dan pengamanan yang sangat ketat.


Javier tidak sabar ingin melihat kakaknya bebas, dia di dampingi oleh jenderal Zeneti juga empat orang bodyguardnya . Dan juga Paolo Eldamor, asistennya yang setia. Sengaja Javier membawa Paolo, dia ingin nantinya Paolo yang akan membawa mobilnya juga di belakang bodyguardnya.


Tak lama, pintu lapas pun terbuka. Tampak dari jauh Luciano menatap sekeliling. Dia merasa aneh dan sisi kanan kirinya sipir penjara. Di depannya jenderal panglima militer Charles Washington, bicara sebentar dengan Luciano lalu mereka pun menaiki kapal boat untuk menyeberang.


Javier melihat kakaknya bebas tampak gembira, senyumnya mengembang. Dia ingin maju dan mendekat lagi, tapi di tahannya. Layaknya seorang adik bertemu kakaknya itu baru pertama kalinya. Rasa bahagia yang membuncah, ingin mencurahkannya segera.


"Tuan Javier, itu kakak anda sedang kemari." jata jenderal Zeneti.


"Ya jenderal, terima kasih atas bantuannya untuk membebaskan kakak saya." kata Javier dengan senyum mengembang.


"Sama-sama tuan Javier, anda tidak perlu sungkan jika ingin minta bantuan saya." kata Zeneti.


Tak lama, kapal boat itu pun sampai. Mereka langsung naik ke jembatan dan menghampiri Javier serta jenderal Zeneti. Javier dan jenderal Zeneti pun mendekat, mereka berdiri di pembatas jembatan. Mata Javier menatap kakaknya yang penampilannya begitu berbeda.


Berjenggot tebal, baju yang lusuh serta tangan yang masih terborgol. Kedua kakak beradik itu saling mendekat, lalu langsung berpelukan. Luciano lupa dia masih terikat borgol.


"Luciano, kakakku. Apa kabar?" kata Javier dalam pelukannya.


"Baik adikku, syukurlah kamu segeta membebaskanku." kata Luciano dengan rasa senangnya.


"Maaf tuan Javier, tuan Luciano harus di buka lebih dulu borgolnya." kata jenderal Charles.


"Oh ya jenderal Charles, silakan." kata Javier.


Jenderal Charles pun mengambil kuncinya dari saku celana, dia membuka borgol tersebut. Lalu menatap Luciano dan Javier secara bergantian, senyum tipisnya mengembag. Tapi hanya segaris saja.


"Nah, tuan Luciano. Selamat atas kebebasanmu, bersenang-senanglah anda tuan menghirup udara bebas seperti anda mau." kata jenderal Charles.

__ADS_1


"Terima kasih jenderal, kami sangat beruntung berteman dengan anda. Heheh." kata Luciano dengan tawanya.


"Ya tuan Luciano, saya juga senang berteman dengan adik anda. Dia tahu apa yang harus di lakukan. Hahah!" tawa jenderal Charles pun menggema.


Jenseral Zeneti ikut bergabung, berbicara sebentar dan bercanda ala kedua jenderal tersebut. Lalu Javier beberapa kali mrngucapkan terima kasih secara bergantian pada jenderal Charles dan jenderal Zeneti. Dia pun mengundang lagi keduanya pesta besok siang di Las Vegas.


"Datanglah jenderal Charles, saya mengundang anda secara khusus di pestaku penyambutan kakakku bebas. Di sana akan banyak di suguhkan berbagai macak hiburan." kata Javier.


"Oh, benarkah? Baiklah, jika tidak ada kegiatan mendadak saya akan datang. Tentunya hiburan di tempat tidur juga kan tuan Javier? Hahah!!" kata jenderal Charles.


"Tentu saja jenderal. Aku sangat mengerti jenderal Charles dan jenderal Zeneti, sudah aku siapkan oleh asistenku wanita spesial. Hahah!"


"Baiklah tuan Javier, saya tidak bisa berlama-lama. Karena saya akan mengawasi para tahanan di sana, menteri pertahanan Amerika akan datang berkunjung. Jadi saya akan menyiapkan semuanya." kata jenderal Charles.


"Iya jenderal, sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas bantuannya."


Kemudian, setelah mereka mengucapkan terima kasih pada jenderal Charles. Kini jenderal Zeneti juga akan bertolak lagi ke Italia, dia juga sudah di tunggu oleh rekan bisnisnya di sana. Javier dan Luciano sangat berterima kasih, tak lupa juga mengingatkan untuk besok malam di Las Vegas.


"Baiklah jenderal, hati-hati di jalan." jawab Javier.


Lalu jenderal Zeneti pun masuk ke dalam mobilnya, dia langsung pergi. Sedangkan Javier dan Luciano kembali berpelukan, mereka melepaskan rasa rindu antara kakak dan beradik.


Lalu keduanya pun naik dalam satu mobil. Ingin menceritakan apa saja yang mereka alami dan tidak tahu dari kisah satu sama lain. Paolo sebagai pengemudinya.


_


Pesta penyambutan kebebasan Luciano, telah di siapkan. Malam hari semua nampak bersiap, setelah Javier dan Luciano serta Paolo tiba di kasino tempat mereka mengadakan pesta penyambutan. Luciano sengaja tidak mau merubah penampilannya sejak keluar dari Guantanamo.


Rencananya dia akan mencukur semuan jenggotnya di hadapan para tamu undangan pesta Javier serta guyuran air sebagai tanda dia di bersihkan dari semuanya.

__ADS_1


Mobil sampai di depan Kasino, para pengawal dan bodyguard berjejer di sepanjang jalan menuju pintu masuk. Beberapa wanita dengan pakaian bikini memegang kalung bunga. Luciano dan Javier keluar, di buka pintunya oleh Paolo.


"Lihatlah, semua menunggumu Luciano. Menyambut kedatanganmu dari Guabtanamo." kata Javier sebelum mereka turun dari mobil.


"Kamu memang sangat di andalkan Javier, hahah. Aku suka caramu menyiapkan penyambutan kedatanganku." kata Luciano.


"Ya, aku tahu apa yang kamu pikirkan


Luciano menatap semua yang menyambut dirinya, senyumnya mengembang lalu menghirup udara sebanyak mungkin. Dia pun melangkah melewati orang-orang yang menyambut kedatangannya.


wanita-wanita yang membawa kalung bunga pun mendekat, mereka semua memakai bikini dan senyum mengembang lalu mengalungkan bunga pada Luciano sambil mengucapkan selamat padanya.


Tangan-tangan jahil Luciano meremmas bagian bawah sintal di belakang, atau bok0ng mereka. Sehingga wanita yang terkena kejahilan Luciano pun menjerit lalu tertawa.


"Aauh! Tuan Luciano nakal sekali." kata wanita yang di pegang bok0ngnya itu dengan manja dan tersenyum.


"Hahah! Aku suka sekali menggoda wanita sepertimu." kata Luciano.


Javier hanya tersenyum saja, lalu dia pun mengarahkan kakaknya untuk masuk. Dia tahu kakaknya itu haus akan bercanda dan bercinta dengan wanita-wnaita seksi itu.


"Luciano, tahanlah keinginanmu. Kita masuk dan segera mengganti bajumu dan mencukur rambut jelek di jenggotmu itu." kata Javier.


"Hahah! Aku sangat senang sekali Javier, lima belas tahun baru bisa melihat dan memegang bagian wanita itu." kata Luciano.


Lalu Javier dan Luciano masuk, di ikuti oleh Paolo serta pengawal pribadi Luciano dan Javier. Deretan para teman dan rekan bisnis Javier juga mengucapkan selamat pada Luciano atas kebebasannya itu.


_


_

__ADS_1


_


****************


__ADS_2