Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
107. Mengejar Morata


__ADS_3

Morata kini keluar dari pintu rahasia, di sana sudah ada mobil khusus untuk melarikan diri jika markas dalam keadaan bahaya. Dia masuk ke dalam mobil dan segera keluar dari markas. Lalu melempar granat yang tadi dia bawa dari tempat senjatanya.


Duarr! Duaarr!


Suara ledakan granat di dalam markasnya membuat orang-orang di dalam berhamburan. Ada yang terpental hingga jauh dan mati, ada juga yang bersembunyi dan terkena reruntuhan bangunan yang rusak akibat ledakan bom.


Morata segera melarikan mobilnya dengan cepat meninggalkan markasnya yang sudah meledak. Dia menoleh ke belakang dengan senyum smiriknya.


"Rasakan itu, kamu pikir aku akan bisa tertangkap olehmu Dave." kata Morata berbicara sendiri.


Dia terus melajukan mobilnya dengan cepat agar tidak bisa di kejar. Sementara itu, Dave dan Lee berusaha mengeluarkan orang-orang di dalam markas yang sudah porak poranda akibat di bom tadi.


"Cepat kita evakuasi orang-orang itu. Kita tidak bisa di sini terus." kata Dave.


"Tolong, tolong kami!" teriak dua orang di lantai atas.


Dave mendongak, ada tangga darurat yang sudah rusak karena ledakan. Juga lift tidak bisa di gunakan karena mati listriknya. Dave mencari cara agar dua orang berkewarga negaraan Korea itu pun segera di tolong.


"Dave, lebih baik kamu kejar Morata. Tadi kata anak buahku melihat Morata pergi meninggalkan tempat ini dengan mobil. Dia melaju dengan kencang, kemungkinan sudah di perbatasan markas ini. Cepatlah kamu kejar dia." kata Liu.


"Tapi bagaimana dengan dua orang itu?" tanya Dave.


"Biar aku yang menyelamatkan mereka, kamu cepat pergi pakai motor saja." kata Liu lagi.


"Baiklah. Kamu membawa pedangku?"


"Ada di tas di motor anak-anak itu."

__ADS_1


"Baiklah, aku pergi dulu Liu."


"Berhati-hatilah Dave."


"Hm." ucap Dave mengangguk.


Dave segera berlari meninggalkan Liu, dia berlari menuju motor yang di gunakan Liu dengan anak geng motor itu. Dia mencari di mana motornya, dan kemudian dia menemukan motor yang ada pedangnya. Dengan cepat Dave segera menaiki motor dan melajukannya dengan cepat.


Dia harus cepat memcegah Morata kabur seperti dulu. Dia harus menangkap laki-laki itu, agar nantinya tidak akan ada lagi orang-orang desa yang di bawa untuk di jadikan jagoan di dalam judi tarungnya.


Dengan kecepatan rata-rata seratus kilo meter perjam, Dave segera melajukan motor agar bisa mengejar Morata yang kabur. Beberapa menit, Dave melihat mobil melaju dengan kencang juga. Dave mengambil pistolnya dan mengarahkannya pada mobil Morata.


Dor! Dor! Dor!


Morata kaget, mobilnya sedikit oleng. Namun dia bisa menguasainya, dengan kesal dia menginjak gas dengan kencang agar Dave tidak bisa mengejarnya.


Selain pandai bertarung, dia juga pandai menembak. Bahkan sekarang dia bisa mengendarai motor dengan cepat. Dia benar-benar orang cerdas, kamu tidak bisa di intimidasi Dave." kata Morata.


Morata melajukan mobil dengan cepat, dia sebentar lagi keluar dari tengah hutan dan memasuki jalan kampung juga dua kilo meter akan masuk jalan raya. Jadi, dia akan secepatnya menghindar dari kejaran Dave.


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


Dave dan Morata saling menembak, mereka baku tembak di jalan hutan menuju jalanan perkampungan. Dave kembali mempercepat laju motornya, berusaha memepet mobilnya ketika dia sudah dekat. Dia todongkan lagi senjatanya ke arah mobil Morata.


"Keluarlah Morata!" teriak Dave mencoba membenturkan motornya ke mobil Morata.

__ADS_1


"Jangan mimpi kamu! Pergilah! Kenapa kamu kembali dan mencoba menghancurkan bisnisku!" kata Morata.


"Karena bisnismu tidak berprikemanusiaan, Morata!" kata Dave dengan berteriak kencang di motornya.


"Aku tidak peduli!"


Dor! Dor!


Morata menembak Dave bagian rodanya, lalu ke arah lengannya. Untungnya Dave bisa menghindar dengan cepat. Dan Dave pun menembak roda mobil Morata dan kaca mobilnya, dia sudah memberitahu Morata. Namun tetap tidak di pedulikan, akhirnya Dave memelankan laju motorny.


Dave mengeluarkan senjatanya dan menembakkannya ke arah roda mobil Morata. Dengan kecepatan cukup jauh, senjata Dave melesat menuju roda mobil Morata. Dan mobil Morata pun oleng, mobil melaju dengan arah tidak menentu.


Akhirnya mobil itu menabrak sebuah pohon besar karena tidak bisa di kendalikan. Benturan keras mobil Morata mengenai pohon besar membuat dia pun terjungkal keluar mobil. Detik kelima mobil itu pun meledak.


Duaarr!


Morata berlindung dari percikan api dan juga material mobil yang melayang ke udara. Dave melihat dari kejauhan, dia masih duduk di atas motornya. Tangannya mengalir darah dari balik baju panjangnya, tanpa mempedulikan lagi dengan tangannya yang terkena tembakan Morata tadi.


Dia mendekat dengan langkah tegap dan memegang pedangnya. Mencoba untuk menakuti Morata agar dia tidak lagi membuat bisnis judi laga tarung orang-orang yang dia culik dari desa sekitar.


_


_


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2