
Sementara itu, di markas Lion King. Dave menunggu kabar dari anak buah Gustavo tentang penyelamatan Lee dari markas Black Jack. Dia dengan gelisah berjalan mondar mandir di ruangan sebelah ruang IT.
Dia masih menunggu informasi tentang Lee yang di selamatkan itu. Luca masuk ke dalam ruangan dimana Dave sedang gelisah menunggu kabar dari penyelamatan Lee di markas Black Jack.
"Tuan Dave, masih belum ada kabar dari Lee?" tanya Luca.
"Belum, aku belum berani bertindak jika Lee belum ada kabar bagaimana keadaannya." jawab Dave.
"Bersabarlah, dia pasti selamat. Lalu, bagaimana rencana selanjutnya?" tanya Luca.
"Tetap rencana semula paman, jika sudah ada kabar tentang Lee. Aku pasti langsung menuju rumah itu, aku sudah tidak sabar untuk berhadapan langsung dengannya." kata Dave.
"Hati-hati tuan Dave, dia bisa saja bertindak curang." kata Luca mengingatkan.
"Aku sudah memantau keadaan rumahnya, dan ada berapa orang yang menjaga rumahnya itu." kata Dave.
"Hmm, baiklah. Aku juga ingin ikut denganmu tuan Dave. Rasanya aku juga ingin melihat bagaimana dia terkepung dan terdesak." kata Luca.
"Iya paman, paman Mateo dan James sedang menyiapkan semuanya." ucap Dave lagi.
Kini keduanya saling diam, Dave sesekali melihat ponselnya. Menunggu kabar dari Gustavo dan anak buahnya. Tak lama dari diamnya mereka berdua, ponsel Dave pun berdering. Dengan cepat Dave melihat siapa yang meneleponnya.
"Halo? Bagaimana, apa Lee selamat?" tanya Dave tidak sabar.
"Ya tuan Dave, tuan Lee ada bersama saya. Tubuhnya babak belur, sepertinya habis di cambuk. Dan benar, menurut tuan Lee dia di cambuk oleh Luciano dan anak buahnya." kata seseorang yang menelepon Dave.
"Aah, syukurlah. Lee sudah selamat." kata Dave lega.
__ADS_1
"Iya tuan Dave, tuan Lee sudah aman bersama kami." kata anak buahnya di sana.
"Baiklah, kamu bawa dia pulang ke markas. Harus hati-hati jangan sampai mereka mengetahui kalian membawa Lee pulang kembali ke Roma." ucap Dave.
"Baik tuan."
Klik!
Sambungan telepon terputus, kini Dave sudah merasa lega dengan kabar Lee sudah selamat. Saatnya dia bergerak dan melakukan tugasnya sendiri. Luca memperhatikan Dave sejak menerima telepon dari anak buah Gustavo, dia melihat ada pancaran kekuatan dalam diri Dave untuk menghadapi Javier selanjutnya.
Luca mengikuti kemana Dave melangkah, ternyata dia masuk ke dalam bunker senjata yang memang di sediakan oleh Fernandez jika terjadi pertarungan atau penyerangan. Dave melihat semua persediaan senjata di sana, bsgitu juga Luca.
"Anda siap untuk bertarung tuan Dave?" tanya Luca.
"Iya paman, kini saatnya aku yang menghadapinya." kata Dave.
"Benarkah? Itu bagus sekali, dia tidak akan menyangka jika markasnya akan banyak tamu tak di undang." kata Dave penuh kemenangan.
"Rencana anda memang bagus, tuan Dave. Jika saja anda ikut dengan Lee, maka pertarungan akan sangat panjang dan melelahkan." kata Luca.
"Itulah paman, makanya aku meminta James membantuku. Dia yang akan mengawalku bertemu dengan Javier nanti." kata Dave.
"Hmm, kenapa anda mau di temani oleh tuan James? Bukan dengan Mateo?" tanya Luca.
"Aku hanya mau membuktikan bahwa darah yang mengalir dalam diriku adalah benar milik papaku. Papaku adalah mafia hebat, yang bisa mengalahkan dan menundukkan semua mafia di Italia dan sekitarnya, bahkan di wilayah Eropa." kata Dave dengan menatap tajam ke depan.
"Ya, benar. Tuan James waktu itu kecewa dengan papamu karena dia mengundurkan diri dari kelompok mafia. Makanya dia memisahkan diri dengan tuan Enrico, membuat kelompok baru dengan nama Dark Wolf. Tapi mereka tidak bergerak bebas seperti aku dan Mateo, karena kekuasaan Javier ada di mana-mana dan isa membeli siapa saja." kata Luca.
__ADS_1
"Maka dari itu, aku ingin meneruskan apa yang pernah papaku lakukan. Dan selamanya akan menjadi mafia yang paling di takuti tetapi tidak menakuti bagi mereka yang tidak bersalah dan tidak bertindak kriminal." kata Dave.
Luca terdiam, dia melihat memang Dave sangat berpotensi jadi mafia yang sangat di segani di Italia bahkan di dunia. Mungkin karena dia sudah sangat lama berkelana dengan tidak sengaja, bertemu dengan macam-macam mafia di seluruh dunia. Jadi dia tahu bagaimana menjadi mafia sesungguhnya, atau bisa menjadi mafia dari awal terbentuknya kelompok mafia dulu.
Hanya menjaga wilayah dari orang-orang yang mau merampas dan merusaknya. Atau meminta jatah pada mereka dengan jaminan keamanan, seperti layaknya seorang penjaga keamanan. Entahlah, di tangan Dave itu akan seperti apa mafia itu. Begitu kira-kira pikiran Luca.
Kini Dave sudah mengambil senjata yang paling dia suka, yaitu pedang samurai dan juga senjata api revolver magnum 44 beserta peredamnya. Menyiapkan pelurunya beberapa dia ambil untuk persediaan. Luca juga membawakan granat, jika di perlukan granat bisa di lemparkan ke arah musuh.
"Aku pergi dulu paman, semoga kita bisa bertemu lagi." kata Dave.
"Jangan berkata seperti itu tuan Dave. Kita akan bertemu lagi di tempat ini, anda harus bisa mewujudkan cita-cita kami para pengikut setia papamu." kata Luca.
"Ya, aku juga berharap bisa meneruskan apa yang pernah di raih papaku."
"Iya tuan Dave. Anda harus hati-hati."
"Baik paman Luca."
Setelah berpamitan pada Luca, Dave segera menuju mobilnya. Para pengawal juga ikut dengan Dave, tiga mobil yang akan ikut dengan Dave menuju petarungan yang sesungguhnya.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1