Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
65. Penyerangan Dave


__ADS_3

Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


Dave terus menembaki dengan santai dan tenang ke arah orang-orang yang sejak tadi mengintai di pemakaman. Beberapa orang itu terkena tembakan Dave dan langsung tumbang. Dave terus berjalan dengan tenang, seakan dia di lindungi oleh selendang transparan.


Dia terus menembaki satu persatu orang-orang yang semakin banyak menyerangnya. Beberapa orang berhasil mendekat pada Dave, namun Dave dengan gesit memukul dan menendang cepat pada orang-orang yang berhasil mendekat padanya. Lumpuh dan dia tembak kakinya, yang melawan langsung dia tembak mati.


Dave benar-benar sedang di ambang kemarahannya. Dia marah ketika sedang berkunjung ke makam kedua orang tuanya, dia di serang tanpa berhenti. Dan anehnya, Dave membalas mereka tanpa takut dan bersikap tenang.


Seseorang dari jauh melihat Dave yang bergerak maju dengan tenang dan menembaki beberapa anak buahnnya itu merasa aneh pada Dave. Dia melihat wajah Dave begitu tenang, sekilas tampak terlihat wajah Dave itu seperti ayahnya yang berwujud Dave.


Ya, begitulah gaya Alehandro ketika menembaki musuhnya, bersikap tenang dan waspada. Tidak merasa takut dan terus maju tanpa berhenti. Justru orang-orangnya semakin ketakutan karena teman-temannya banyak yang tumbang dan tewas seketika karena Dave menembakinya.


"Dia benar-benar seperti Alehandro. Bersikap tenang dan siaga setiap sisinya. Telinga dan matanya tajam sekali, itu ciri khas Alehandro. Dan sekarang aku melihat lagi setelah beberapa puluh tahun lalu." gumam laki-laki yang bersembunyi dari jauh.


Dia lalu pergi dari persembunyiannya, membiarkan anak buahnya di habisi oleh Dave. Dia juga tidak mungkin turun tangan, hanya saja dia ingin melihat seberapa hebat dan cerdiknya Dave. Jadi dia membiarkan anak buahnya di habisi oleh Dave.


_


Lee segera menyusul Dave ke pemakaman, dia di hubungi oleh pengawal yang ikut dengan Dave ke pemakaman bahwa Dave sedang baku tembak dengan beberapa orang, entah suruhan siapa. Namun kini Dave bisa mengatasi mereka.


"Cepatlah, aku khawatir dengan Dave. Pengawal itu bilang Dave di kepung!" kata Lee dengan tidak sabar ingin cepat membantu Dave.

__ADS_1


Akhirnya mobil Lee telah sampai di area pemakaman, Lee langsung turun dari mobilnya dan berlari menuju pemakaman. Matanya berkeliling di mana terjadi baku tembak itu. Lalu Lee mendengar baku tembak di tengah area pemakaman.


Pistolnya dia keluarkan dari balik jasnya dan segera maju untuk membantu Dave. Dia melihat Dave sedang melawan beberapa orang yang menyerangnya. Lee berjalan cepat dan menembakkan senjatanya ke arah orang-orang yang berkelahi dengan Dave.


Satu persatu tumbang dan Lee mendekat pada Dave. Dia juga menembak orang yang berusaha mendekat pada Dave. Dave menoleh pada Lee, setelah semua orang-orang yang menyerangnya sudah pada tumbang.


"Dave, kamu tidak apa-apa?" tanya Lee melihat seluruh tubuh Dave.


"Aku tidak apa-apa. Ayo kita pergi dari sini, seseorang sedang mengincarku." kata Dave masih dengan berwajah dingin dan tatapan tajam.


Lee terpaku, dia melihat Dave yang berbeda. Melangkah mengikuti Dave dari belakang, Lee tidak berani bertanya, karena Dave sepertinya sedang di kuasai emosi. Tapi Lee melihat bukan emosi, Dave seperti di rasuki seseorang yang sangat tenang namun menusuk kejantunf tatapan matanya. Sangat tajam dan mematikan mental lawan.


Dave masuk ke dalam mobil Lee, dia duduk di depan masih dengan diam. Lee menyusul dan duduk di balik kemudi, melirik ka arah Dave masih mode yang sama.


"Uuh, Lee. Apa tadi banyak yang mati?" tanya Dave masih memejamkan matanya.


"Ya, kamu membunuh puluhan orang-orang itu sendiri Dave. Itu menurut cerita pengawal yang bersamamu. Apa yang terjadi Dave?" tanya Lee.


"Aku tidak tahu, aku berbicara di depan makam kedua orang tuaku sebentar, dan tiba-tiba banyak sekali yang datang dan menyerangku. Aku juga seperti melihat seseorang mengintaiku, tapi dia pergi." jawab Dave.


"Siapa mereka? Apa kelompok Black Jack?" tanya Lee.


"Sepertinya bukan, mereka juga bukan dari anak buah Javier." kata Dave.

__ADS_1


"Jadi maksudmu ada kelompok lain selain Black Jack dan Lion King?" tanya Lee.


"Ya, kemungkinan ada kelompok lain yang tahu siapa aku. Mungkin juga dia selalu mengawasiku sejak lama." kata Dave lagi, membuat Kee semakin bingung.


"Apakah kelompok itu, tuan Hugo tahu?" tanya Lee.


"Mungkin dia juga tahu. Bahkan paman Mateo dan paman Luca tahu."


"Tapi kenapa mereka tidak memberitahumu tentang mereka?"


"Karena tidak terduga kelompok itu akan muncul dan menyerangku." ucap Dave lagi.


Lee diam, dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Berpikir tentang penyerangan pada Dave di pemakaman. Tapi yang lebih membingungkannya adalah perubahan Dave ketika sedang menyerang balik musuh-musuh yang menyerangnya itu.


Kedua orang sahabat di pertemukan oleh seseorang kini saling diam. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Mencoba mencari tahu siapa mereka, dan Lee lebih berpikir pada Dave. Sedangkan Dave masih mencari tahu siapa laki-laki yang pergi dari persembunyiannya waktu mengintainya.


_


_


_.


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2