Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
95. Penyerangan Di Vila


__ADS_3

Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


Suara tembakan di luar bangunan vila membuat Javier kaget. Dia tampak cemas, kemudian dia pun segera berlari ke kamarnya memgambil senjatanya. Dia benar-benar geram dengan suara tembakan itu. Para anak buahnya tidak ada yang becus.


"Benar-benar anak Alehandoro itu ingin membunuhku! Baiklah, aku akan hadapi dia sendiri. Anak buah sialan! Tidak ada yang becus menjaga vila ini!" umpat Javier sambil mengisi pistolnya dengan peluru.


Dia lalu keluar dari dalam kamarnya, tak lupa memakai baju anti peluru. Dua senjata api di dua tangannya, dengan tatapan tajam dia menuju keluar menyambut kedatangan Dave dan sekutunya. Mc. Quin terkejut melihat penampilan Javier yang berbeda itu.


Dia lalu bersembunyi di belakang bawah tangga. Tangannya mengambil ponselnya. Sedangkan Javier sudah di luar, menembakkan ke seluruh penjuru tempat. Matanya menatap tajam, tak ada suara tembakan lain selian miliknya.


Beberapa kali dia tembakan, tidak ada yang membalas. Javier menghentikan tembakannya, dan pandangannya menyapu ke seluruh sudut tempat itu. Menarik nafas panjang, dia melangkah lebih jauh. Memastikan memang tidak ada musuh yang sedang mengintainya.


Dia curiga di depan gerbang vila terlihat terbuka, Javier mengacungkan lagi senjatanya dan menodongkan ke depan, kesamping juga ke belakang. Tatapannya tetap tajam menelusuri setiap arah yang terlihat gelap.


"Pengawal! Kalian kemana saja hah?!" teriak Javier. Dia melangkah terus, tidak ada sahutan dari anak buahnya.


Duuuaarrr!!


Tiba-tiba, suara ledakan di depan vila. Javier terkejut, dia menembaki ke penjuru tempat. Terutama di bagian tempat yang meledak tadi, tidak ada gerakan sama sekali. Yang ada suara reruntuhan bangunan yang meledak. Javier kesal, dia menembakkan lagi senjatanya hingga pelurunya habis.


"Keluarlah kalian!" teriak Javier dengan geram.


Tak ada jawaban, semua tampak sepi. Anak buah Javier yang menjaga setiap tempat juga sudah mati dan tidak ada satupun yang keluar dari dalam vila karena mereka ketakutan. Mc. Quin yang tadi bersembunyi juga keluar.


Dia melihat Javier masih menodongkan senjatanya ke berbagai arah secara bergantian. Matanya masih menatap tajam, dia menoleh ke arah Mc. Quin dan menodongkannya. Javier mendekat dan pelatuknya di kokang.

__ADS_1


"Biasanya tidak ada yang masuk ke dalam vilaku sembarangan. Sejak kamu datang, kenapa bisa terjadi keributan bahkan ada bom yang meledak di vilaku hah?! Kamu bawa pasukan untuk merusak vilaku?!" teriak Javier pada Mc. Quin dengan menodongkan pistolnya ke arah Wajahnya.


"Maaf tuab Javier, saya tidak tahu jika ada orang lain yang merusak vila anda. Tapi sungguh, saya datang untuk berbisnis dengan anda. Bukan mau membuat vila anda tidak nyaman." kata Mc. Quin ketakutan.


Wajahnya tegang karena takut, dia memejamkan matanya. Melirik sekilas pada Javier yang masih menodongkan senjatanya ke arahnya.


"Lalu siapa yang merusak vilaku jika bukan kamu yang datang kemari!" tanya Javier dengan tatapan tajamnya pada Mc. Quin.


"Saya tidak tahu tuan, aku bahkan tidak punya anak buah yang berani merusak vila anda. Saya tidak berani melawan anda tuan Javier." ucap Mc. Quin lagi.


Javier pun menarik senjatanya, namun tatapannya masih tajam ke arah Mc. Quin. Wanita-wanita yang ada di dalam vilanya bahkan ada yang lari ketakutan, dia menembak salah satu wanita yang mencoba kabur.


Dor! Dor!


"Aaaaahh!!"


"Kamu berani kabur dari vilaku?! Mati kamu seperti temanmu itu hah!!" teriak Javier pada wanita yang mencoba kabur itu.


"Ttiidak tuan, saya tidak akan kabur." jawab wanita itu menahan takut berhadapan dengan Javier yang sedang marah.


Duuuaarr!


Kembali suara ledakan di sebelah utara tempat berdiri Javier dan Mc. Quin. Reruntuhan ledakan menyembur ke udara, membuat semuanya terkejut. Di susul dari arah gerbang terlihat tiga orang yang sedang berjalan mendekat pada Javier.


Dengan gagahnya, mereka melangkah terus maju. Salah satunya berpakaian ninja warna putih, dua orang dengan berpakaian jas lengkap dan dasi serta berkacamata hitan. Sambil memegang senjata di kedua tangannya, terus mendekat pada Javier.


Sejenak Javier terkesima, dia menatap ketiganya dengan marah. Lalu dia mengacungkan senjata apinya, menembakkan ke arah laki-laki yang dia tahu itu adalah Dave.

__ADS_1


Dor! Dor!


Dengan cepat Dave menangkis peluru yang melesat ke arahnya dengan pedang. Membelokkan serangan peluru ke sembarang arah. Lee dan Liu berlindung agar tidak terkena peluru menyasar itu.


Javier mundur beberapa langkah, dia terus memberondongkan senjatanya ke arah Dave dan siapa saja yang terkena. Mc. Quin kembali bersembunyi, dia akan kabur dari tempat itu. Dia tidak menyangka kedatangannya ke vila Javier justru terjadi baku tembak Javier dan orang yang dia tidak tahu siapa mereka.


"Halo, polisi?!"


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Disini ada baku tembak, tolong datanglah. Banyak nyawa yang mati karena penembakan itu." kata M. Quin.


"Di mana tempatnya? Kami akan segera kesana." kata polisi yang berpatroli.


"Di vila avenue sun flower." jawab Mc. Qui.


"Baiklah, kami akan segera kesana."


"Cepak pak polisi!"


Dor! Dor! Dor!


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2