
Dave mendapat kabar dari Liu kalau mereka sudah bergerak maju. Dia memperhatikan lorong yang menuju ruangan dulu di mana dia di sekap di kamar kecil dan pengap tanpa lubang ventilasi yang cukup. Dave berbisik kapada Lee, dia akan pergi menuju tempat di mana dulu dia pernah di sekap.
"Kamu tunggu kabar dari Liu, Lee. Aku akan menyusup masuk ke dalam ruangan di sana." kata Dave sambil menunjuk ke arah lorong masuk para penonton dan para jagoan yang akan bertanding.
"Apa tidak berbahaya? Bukankah di sana penjaga sangat ketat Dave." kata Lee.
"Aku tahu, aku hanya ingin membebaskan orang-orang yang sudah tidak terpakai lagi di laga tarung ini." kata Dave.
"Tapi bukankah mereka pasti membunuhnya atau membuangnya, Dave. Kamu yang mengatakannya kan?" kata Lee lagi.
"Iya, aku juga tahu itu. Aku mau memastikan penjaga yang dulu pernah menolongku. Apakah dia masih hidup atau memang sudah di buang atau di bunuh." kata Dave lagi.
"Hati-hatilah Dave, sepertinya mereka sudah mengetahui siapa kita. Lihatlah, mereka menatap tajam pada kita." kata Lee.
"Ya, aku tahu. Makanya kamu harus terus menghubungi Liu, ada di mana dia sekarang." kata Dave.
"Ya."
Dave lalu berdiri, dia melewati setiap orang-orang yang sedang bergembira karena pertarungan laga sudah mau di mulai. Suara mereka sangat kencang sekali sehingga membuat para petarung bersemangat karena teriakan para penonton.
Dave berjalan cepat agar mereka tidak menyadari kalau Dave pergi. Namun sepertinya, ada salah satu penjaga mengawasi Dave di mana dia pergi. Lalu mengejarnya dengan menyingkirkan tangan-tangan para penonton yang bersorak.
Dave tahu dia di ikuti oleh penjaga, namun dengan cepat dia segera menyelinap dan langsung lolos dari kerumunan orang-orang. Dia berjalan cepat, tangannya memegang pistol agar nanti jika anak buah Morata mengejarnya langsung menembakkannya. Dengan di pasang peredam suara agar tidak menimbulkan suara dentuman pistol.
"Hei! Berhenti kamu!" teriak penjaga yang tahu Dave menyelinap ke tempat penjara yang tertutup.
Dave terus berlari, penjaga itu mengejar Dave dan menembakkan senjatanya pada Dave, Dave pun menghindar.
Dor! Dor! Dor!
Kini suara dentuman pistol membuat orang-orang di dalam penjara terkejut. Kenapa ada suara tembakan di dalam penjara itu, setelah lama mereka tidak melihat atau mendengar apa-apa di dalam sana.
Kinj Dave bersembunyi di sebuah ruangan toliet yang begitu kotor dan bau. Dave mengibaskan tangannya untuk mengusir bau tidak sedap.
"Berapa hari toilet ini tidak di bersihkan?" gumam Dave.
Dia lalu melangkah meninggalkan toilet, mengendap pergi menuju penjara para jagoan yang sudah tidak di tandingkan lagi. Dia mengambil kunci serba guna, satu persatu pintu di buka. Begitu ada penjaga, Dave bersembunyi di salah satu penjara.
"Tuan, sedang apa di sini?" tanya orang di dalam penjara dengan wajah penuh jenggot lebat dan tubuhnya kurus kering.
__ADS_1
Dave menoleh dan menatap sejenak, dia teringat pada laki-laki itu. Merasa prihatin, dia mendekat pada laki-laki kurus itu.
"Kamu penjaga yang dulu memberiku makan?" tanya Dave menatap pada laki-laki kurus tak terurus itu.
"Siapa tuan?" tanyanya, karena dalam keadaan gelap dia memperhatikan wajah Dave yang samar.
"Saya Dave, dulu yang pernah di beri makan olehmu." kata Dave.
"Kamu Dave? Kenapa ada di sini lagi? Bukankah kamu sudah keluar?" tanya laki-laki itu.
"Aku datang untuk membebaskanmu. Dulu aku pernah berjanji untuk membebaskanmu." kata Dave.
Laki-laki itu tertegun, dia tidak menyangka Dave yang dulu selalu dia beri makan karena perintah Morata. Kini akan menyelamatkannya dari eksekusi Morata yang tinggal seminggu lagi.
"Benarkah itu?" tanyanya tidak percaya.
"Ya, jadi jangan banyak bicara. Kamu ikuti aku, kita akan keluar dengan teman-temanmu yang masih ada di dalam sana." kata Dave.
"Baiklah."
Lalu Dave keluar dari dalam ruangan itu, di ikuti oleh penjaga yang jadi tawanan karena dulu membantu Dave kabur. Mereka mengendap membuka setiap ruangan dan menyuruh keluar dan segera berlari dari dalam penjara pengap itu.
Kini beberapa ruangan pengap sudah terbuka, para penjaga kaget karena ruangan itu sudah terbuka. Mereka menembaki tawanan itu, Dave membalasnya. Satu persatu jatuh terkena tembakan Dave, mereka lalu di giring untuk segera kabur dari tempat terkutuk itu.
"Kurang ajar! Dia lagi-lagi membuat kerusuhan, setelah satu tahun dia kabur dari tempat ini!" umpat Morata.
Dia mengambil senjatanya, berpapasan dengan para penjaga dan anak buahnya. Memarahi mereka bahkan ada yang di pukul. Kini dia berjalan ke arah ruang penyekapan, di ikuti oleh para anak buahnya yang tangguh.
Di dalam lorong, dari jauh terlihat orang-orang yang di sekapnya. Morata melihat mereka berlari ke arahnya, di belakang mereka Dave dan juga penjaga yang minggu depan akan dia eksekusi.
Dor! Dor! Dor!
Morata melayangkan tembakan ke arah orang-orang yang mau kabur. Satu persatu ada yang terkena tembakan. Dave membalasnya, dia kini akan berhadapan langsung dengan Morata. Lee dan Liu sudah bergerak masuk dengan para anak jalanan dan juga geng motor.
Suara deru motor bersahutan di depan markas, membuat para penonton itu terkejut dan mereka keluar dari arena laga. Tiba-tiba mereka berhamburan ketika mendengar tembakan beberapa kali ke atas.
Ya, Lee menembakkan senjata ke atas. Agar terjadi keributan dan orang-orang segera membuat keributan dan lari tunggang langgang. Lee menghubungi Dave, di akan membantu Dave. Dan Dave masih ada di lorong, terjebak oleh anak buah Morata yang sudah menembaki orang-orang yang tadi kabur kini tertembak.
Dave bersembunyi dari tembakan bertubi-tubi dari Morata dan anak buahnya, dia menghubungi Liu.
__ADS_1
"Liu, kamu ada di mana?!"
"Aku di depan markas. Di mana kamu Dave?!"
"Masuklah lewat belakang, aku terjebak oleh anak buah Morata!" kata Dave.
"Baiklah, aku segera kesana dengan anak buahku."
"Cepat Liu! Lee sedang membuat para penonton itu berlari dan keluar dari dalam arena laga itu."
"Ya, tunggulah aku datang membantumu Dave."
Klik!
Kini Liu masuk dengan beberapa anak buahnya. Dia mencari jalan yang di sebut Dave, setelah dia ketemu dengan pintunya, kini dia berlari dan menyerang beberapa penjaga yang ada di sana. Tembakan bertubi-tubi saling bersahutan, beberapa penjaga pun tumbang.
Liu masuk lebih ke dalam, di ikuti semua anak buahnya dan juga beberapa anak-anak geng motor. Mereka ada yang membawa pemukul juga beberapa yang membawa batu dan belati yang di lempar. Liu pun melihat Dave sedang bersembunyi, dia sedang membalas tembakan Morata.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan bergema di lorong itu saling bersahutan. Liu mendekat, dia juga menembakkan senjatanya.
"Dave, kamu tidak apa-apa?" tanya Liu.
"Aku tidak apa-apa."
"Kenapa kamu tidak keluar dari belakang?"
"Aku sedang menyelamatkan para tahanan, tapi penjaga dan anak buah Morata sudah datang lebih dulu Jadi aku tidak sempat membawa mereka keluar." kata Dave masih membalas tembakan dari mereka.
Suasana kini tak terkendali, Morata pun pergi dari sana. Menyelamatkan diri dari markasnya yang sudah kacau itu. Beberapa granat dia bawa untuk di meledakkan markasnya yang sudah di kuasai oleh anak jalanan dan juga geng motor yang Dave bawa untuk mengacaukan markasnya.
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤