Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
64. Berkunjung Ke Pemakaman


__ADS_3

Sejak perintah Javier pada Gennaro di sampaikan langsung oleh Javier, Gennaro semakin gencar mencari tahu tentang Dave. Dia mencari tahu apa pun yang tentang keahlian yang di miliki oleh Dave. Dia benar-benar akan memburu Dave sampai dapat dan membunuhnya, atau akan menyerahkannya pada Javier.


Sementara itu, Dave sudah tahu jika dirinya jadi buronan Black Jack. Dia di nasehati dan di peringatkan harus hati-hati terhadap Black Jack. Dave juga tahu kalau Javier sudah tahu siapa dirinya sebenarnya.


"Dave, kamu mau kemana?" tanya Lee ketika Lee melihat Dave akan menaiki mobil.


"Aku akan ke pemakaman papa dan mamaku di Venice. Di sana mama dan papaku di makamkan dengan Carolien, dekat dengan makam nenek dan kakekku." kata Dave.


Lee mengerutkan dahinya, kenapa Dave seperti nekat sekali? Bukankah Black Jack sedang mengincarnya.


"Dave, apa bisa kamu urungkan niatmu itu?" tanya Lee.


"Tidak Lee, aku harus ke makam papa dan mamaku." jawab Dave tegas.


"Dave, saat ini kamu adalah incaran kelompok Black Jack. Jadi, kapan pun dan dalam kesempatan apa saja kamu akan di serang Dava." kata Lee mengingatkannya.


"Aku tahu, aku sudah mempersiapkan senjata lengkap Lee. Dan nanti ada tiga orang yang akan ikut denganku." kata Dave.


"Kenapa kamu tidak mengajakku?" tanya Lee heran dan kesal.


"Hahah! Kukira tidak aku ajak, kamu akan memaksa ikut denganku. Kamu itu adalah hati dan jiwaku Lee." kata Dave tersenyum dan menepuk pundak Lee.

__ADS_1


Lee mendengus sebal pada Dave, dia kesal kenapa Dave tidak mengajaknya pergi juga. Namjn, dia menghela nafas panjang dan bersiap untuk ikut dengan Dave ke pemakaman kedua orang tuanya di Venice.


Lee juga menyiapkan senjata lengkap, ada senjata laras panjang, jenis revolver dua buah dan juga pisau kecil. Karena dia senang melempar pisau kecil dan menancapkannya pada sasaran. Kali ini dia akan gunakan jika ada musuh yang menyerangnya.


_


Dave dan Lee menaiki mobil berbeda, sengaja itu di lakukan. Dave dua orang anak buah Gustavo di kelompok Lion King, dan Lee juga pun sama.


"Dave, di belakang ada mobil mengikuti kita." kata Lee melalui sambungan tele di telinganya.


Dave menoleh ke belakang, dia mengacungkan jempol pada Lee. Dan mobil dia lajukan dengan kencang, Lee mengubah posisi menutupi jalan mobil yang sejak tadi mengikuti mobil Dave. Lee menyiapkan senjatanya, jika mobil di belakang yang dia halangi memulai menyerang, baru dia menyerang balik.


Dan benar saja, suara tembakan menyasar ke arah mobil Lee. Lee memutar kemudinya untuk menghindar dengan cepat. Sedangkan mobil Dave melaju dengan cepat meninggalkan mobil Lee sebagai pelindungnya.


Baru sekali berkunjung setelah kedatangannya ke Italia lagi, setelah sekian tahun sejak dia kabur ke Makau. Mobil Dave pun sampai di pelataran pemakaman yang luas, kedua pengawal berjaga di sekitar mobil. Sedangkan Dave masuk ke area pemakaman.


Mencari makam kedua orang tuanya yang berada paling ujung. Dia berjalan cepat menuju malam orang tuanya itu, hanya lima menit Dave akan berkinjung. Berbicara sebentar dan memberi penghormatan pada makam keduanya.


Ada sepasang mata memperhatikan Dave dari jauh, dia menatap tajam padanya. Dave merasa ada yang memperhatikannya dari jauh, namun dia tetap melangkah dengan tenang menuju makam itu. Berhenti dan menghela nafas panjang.


Dia bersikap tenang, mengingat wajah kedua orang tuanya. Berjongkok dan menempelkan tangannya pada nisan. Diam lalu setitik air keluar dari sudut matanya, Dave menghapusnya lalu berucap.

__ADS_1


"Papa, aku akan membalaskan dendam untuk kalian bertiga. Javier harus mati di tanganku pa, ma. Papa dan mama restui aku untuk melakukan balas dendam pada Javier dan Luciano. Ini saatnya aku harus menunjukkan siapa diriku di hadapan mereka yang sudah membantai keluarga kita pa." kata Dave lirih.


Dia kembali mengusap sudut matanya, dadanya sedikit sesak. Mengingat kembali peristiwa itu. Kejadian dua pulu tahun silam tidak lepas dari ingatan Dave, bahkan dia selalu merasakan setiap malam suara tembakan waktu itu. Jeritan Caroline, ucapan papanya yang memohon, dan jeritan mamanya yang merasakan kesakitan perutnya.


"Aku Dave Nino Alehandro, akan membalaskan dendam pada semua orang yang telah membunuh keluargaku!" ucap Dave tegas di hadapan makam kedua orang tuanya.


Setelah mengatakan itu, Dave mencium nisan kedua orang tuanya dan kakaknya. Kemudian dia berbalik dan berjalan meninggalkan pemakaman itu. Tatapannya tajam ke depan bagai menghujam batu nisan yang seakan itu adalah musuh yang harus di basmi.


Tangannya menarik pelatuk senjata yang di sembunyikan di belakang jasnya lalu di arahkan ke depan, badannya berbalik dan mengarahkan senjata itu pada sosok yang sejak tadi memperhatikannya dengan penuh selidik.


Dor! Dor!


"Aaaaah!"


Bug!


_


_


_

__ADS_1


*********************


__ADS_2