Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
83. Sistem Keamanan


__ADS_3

Javier sedang duduk termenung, dia memikirkan Luciano yang kini dia kira sudah mati. Karena pengeboman dari atas oleh anak buahnya. Memang merepotkan, pikirnya. Hanya akan membuat beban dirinya saja.


"Anak Alehandro itu kemana dia? Apa dia ikut dalam penyerangan Black Jack ke markasnya?" gumam Javiet.


Dia tidak mendapatkan laporan kalau Dave ikut dalam penyerangan itu atau pun menyelamatkan Lee. Javier masih duduk diam, memikirkan bagaimana nanti menghadapi Dave yang memang selalu mencarinya.


Dia terngiang wajah Dave yang memang mirip sekali dengan Alehandro muda dan sangat garang dalam menghadapi musuhnya. Dia belum melihat secara langsung Dave seperti apa. Tapi setiap mendapat laporan dari anak buahnya tentang Dave, maka memang wajahnya memendam dendam untuknya.


Tuuut


Suara posnelnya berbunyi, dia melihat siapa yang meneleponnya malam begini. Di ambilnya ponsel itu dan menempelkannya di telinganya.


"Halo, Paolo. Ada apa?" tanya Javier.


"Tuan Javier, anda harus berhati-hati." kata Paolo.


"Kenapa? Apa musuh masuk ke dalam mansionku?" tanya Javier tegang dan wajahnya berubah jadi kelam.


"Kemungkinan anak Alehandro akan datang mencari anda tuan." jawab Paolo di seberang sana.


"Apakah dia tidak ikut dalam penyerangan itu di markas Black Jack?" tanya Javier, tangannya mengepal kuat.


"Selama penyerangan itu, Dave ada di markas Fernandez. Dia bersembunyi di sana dan tidak ikut dalam penyelamatan temannya itu." kata Paolo lagi memberi penjelasan..


"Kurang ajar! Bedebah! Jadi dia menumbalkan temannya hanya untuk menyerang markas Black Jack?!" Javier geram dengan informasi dari Paolo itu.

__ADS_1


"Iya tuan, mereka membuat rencana seperti itu. Dan mungkin malam ini Dave sedang menuju mansion anda. Jadi berhati-hatilah tuan Javier." ucap Paolo.


"Baik. Kamu ada di mana?"


"Saya sedang di kantor perusahaan anda, banyak berkas penting yang hilang di kantor anda tuan, jadi saya bergegas pergi ke kantor perusahaan anda." ucap Paolo.


"Aaaaargh! Sialaan! Jadi mereka mempermainkan Javier?!"


"Saya akan datang ke mansion anda sekarang juga tuan Javier." ucap Paolo.


"Bangsat! Kamu segera kemari Paolo! Kumpulkan anak buahmu dan semuanya. Bila perlu suruh kepolisian menjaga mansionku untuk berjaga-jaga agar mereka tidak bisa masuk ke dalam mansionku. Dan satu lagi, aktifkan sistem keamanan di mansionku sekarang juga!" teriak Javier dengan sangat keras.


Membuat Paolo di seberang sana pun kaget dan merasa takut jika Javier sudah marah sekali. Javier pun menutup sambungan teleponnya, dia lalu membantungnya ponsel itu dengan keras. Dan sudah di pastikan ponselpun bertebaran entah kemana lagi.


Mansion tersebut satu-satunya markas Javier yang sistem keamanannya itu di jaga dengan sistem teknologi tinggi. Paolo segera pergi ke mansion Javier, memberitahu anak buahnya untuk segera mengaktifkan sistem keamanan canggih. Jika ada yang masuk dalam radius satu kilo meter akan terdeteksi dan secara otomatis serangan dari udara akan meluncur menyerang orang yang berusaha masuk ke mansion Javier.


Selama ini belum di pasang kembali setelah keadaan negara dan wilayah kekuasaannya sudah dia kuasai. Tapi sekarang, sejak kedatangan Dave sistem keamanan otomatis itu sering di aktifkan. Dan sekarang akan di aktifkan selama dua puluh empat jam.


Dengan begitu, Javier akan terlindungi dari serangan apa pun dari berbagai penjuru.


_


Dave sudah menaiki mobilnya menuju mansion Javier. Dengan berbagai persenjataan tidak lengkap, Dave nekad akan memasuki mansion Javier yang kini sudah terpasang sistem keamanan otomatis. Namun bukan Dave tidak bisa melacak seluruh mansion Javier.


Sejak dia bisa meretas melalui satelit pemerintah, dia juga menyelidiki seberapa kuat keamanan mansion Javier itu. Mansion yang isinya sekarang anak buahnya, dan juga para penjaga di sana. Meski di sana banyak sekali tempat hiburan, dan itu bisa memberi Dave informasi keadaan mansion Javier.

__ADS_1


"Tuan Dave, bawalah laptop. Aku sudah bisa memprogram sistem keamanan mansion Javier. Dan anda tinggal memencet tombol saja, sistem keamanan itu bisa buka dalam dua menit. Jika anda dengan cepat dan bisa memanfaatkan waktu, anda bisa masuk tanpa terhalang oleh sistem keamanan infra merah." kata Luca.


"Oh ya paman, aku lupa bawa itu. Biar aku bawa ke mobil." kata Dave.


"Sebenarnya saya sedang membuat tombol khisus, tapi waktunya tidak cukup. Saya membutuhkan waktu satu minggu dari apa yang saya pikirkan kemarin." kata Luca.


"Tapi dengan laptop ini bisa mengendalikannya kan paman?"


"Ya, seperti kataku tadi. Hanya dua menit sistem itu bisa terbuka. Mateo dan tuan James sudah berada di sana sejak kemarin, menunggu anda datangm" kata Luca.


"Baiklah paman, aku berterima kasih pada kalian semua yang mau memberikan kesempatan untuk membalas dendam sendiri pada Javier. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku dalam dua menit bisa masuk ke dalam mansion dengan paman Mateo dan tuan James." kata Dave.


"Berhati-hatilah tuan Dave, semoga keinginan anda terkabul." ucap Luca.


"Terima kasih paman, aku akan membalas semua apa yang Javier pernah lakukan pada keluargaku." kata Dave.


Setelah pembicaraan itu dengan Luca, kini Dave melajukan mobilnya. Dia juga menghubungi Mateo dan James yang berada tidak jauh dari wilayah kekuasaan Javier. Dave benar-benar bersiap untuk berhadapan dengan Javier.


_


_


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2