
Dave masih tetap menangkis serangan tembakan Javier dengan keahlian memainkan pedangnya. Dia begitu gesit dan lincah, membuat orang-orang yang di sana melihat takjub padanya. Apa lagi Mc. Quin yang baru melihat pertama kali pertarungan seperti itu menjadi terkejut.
Sampai peluru Javier habis, tidak ada yang menembus atau menyasar pada tubuh Dave. Javier ketakutan, dia mundur dan hendak berlari. Namun bisa di cegah oleh Lee yang sudah ada di belakang Javier.
"Mau kemana kamu, Javier?" tanya Lee dengan tatapan tajam padanya.
"Heh! Siapa kamu?!"
"Aku adalah teman dari pencabut nyawamu!" kata Lee.
Dave mendekat, dia memukul Javier dari belakang hingga tersungkur jatuh. Javier menatap tajam pada Dave yang berdiri di depannya dengan wajah dingin dan serasa kelam. Dia marah dan geram, Dave melakukan penyerangan padanya dengan posisi di belakang.
"Pengecut! Menyerangku dari belakang. Jika berani, lakukan secara duel denganku!" kata Javier meludah ke samping, Dave tersenyum sinis pada Javier.
"Itu kan yang selama ini kamu lakukan? Membunuh keluargaku, mengambil alih semua aset milik papaku bahkan kamu juga membunuh paman Fabio dan keluarganya. Apa itu terlalu pengecut bagimu hah?!" teriak Dave.
Javier berdiri, dia mencoba meraih sesuatu untuk di pegangnya. Dave melempar pedang yang tadi di gunakan untuk menangkis peluru yang di tembakkan ke arahnya. Mengajak berduel dengannya.
"Ayo kita berduel, kupastikan kamu akan mati di tanganku Javier!" kata Dave.
Javier masih menatap tajam pada Dave, dia mengambil pedang yang tadi di lempar oleh Dave. Berdiri dan memegang pedang, dia bukannya tidak bisa bermain pedang. Hanya saja tidak pernah bermain lagi.
__ADS_1
"Kamu pasti kalah denganku. Kamu tidak tahu jika aku adalah pemain pedang yang handal?" ucap Javier.
"Aku tidak tahu kamu bisa bermain pedang. Yang jelas, lawanlah aku jika kamu memang pandai bermain pedang." kata Dave.
Kini Javier memegang pedang dengan sigap, memposisikan seperti kesatria yang sedang bertanding dengan lawannya. Dave terdiam, dia terpaku melihat Javier memegang pendang seperti kesatria itu.
Namun, Dave kembali fokus untuk menyerang Javier. Dia tidak boleh terlena atau pun merasa rendah melihat Javier memegang pedang layaknya seorang kesatria.
"Hiaat! Hap! Sst! Hap! Hap!"
Trang! Trang! Teng! Set! Set! Trang! Trang!
Trang! Trang! Teng! Teng! Trang! Trang!
"Kira-kira Dave bisa mengalahkan Javier tidak ya?" tanya Lee pada Liu.
"Dia pasti bisa mengalahkan Javier, meski memang sekarang dia terlihat kewalahan juga menghadapi permainan pedang Javier. Dia memang sangat tangguh." kata Liu.
Dia merasa yakin Dave akan memenangkan pertarungan itu dengan Javier. Lee terlihat khawatir Dave akan kalah dalam pertarungan itu. Jika Dave kalah, maka dia yang akan maju dan bertarung dengan Javier.
Trang! Trang! Trang!
__ADS_1
Set! Trang! Trang! Set! Set!
Keduanya tampak tangguh, Dave lebih bersemangat mengalahkan Javier karena rasa dendamnya pada laki-laki yang sedang melawannya. Dia suka dengan cara seperti itu, bertarung siapa yang menang lebih dulu.
"Aargh!"
"Heh! Kamu meremehkan kemampuan bermain pedangku? Cuih! Mau membalas dendam tapi tidak cukup untuk melawanku meskipun dengan bermain pedang." kata Javier dengan sinis, dia meludah.
Wajah meremehkan Dave sangat terlihat jelas. Dia mengira akan memenangkan pertarungan dengan Dave. Sedangkan Dave belum memakain jurus kungfuwing chunnya, hanya sekedar melawan tanpa bermain bela dirinya.
"Baiklah, aku sudah cukup bermain-main denganmu. Aku akui kamu begitu tangguh dengan jurus pedangmu. Tapi kamu tidak akan bisa mengelahkanku, Javier. Bahkan sekalipun kamu pandai bermain pedang." kata Dave.
"Oh ya? Kita lihat saja siapa yang akan kalah dalam bermain pedang anak setan!" kata Javier dengan berteriak lalu menyerang Dave dengan cepat.
Dave menghindar, kali ini dia memakai bela diri kungfu wing chun. Bela diri di padu dengan gerakan cepat dan lawan ada di depan memang cocok menggunakan bela diri wing chun. Apa lagi dengan senjata, Dave justru mencampurnya dengan wushu.
_
_
_
__ADS_1
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤