Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
93. Siapa Itu Mc. Quin?


__ADS_3

Dave, Liu dan Lee sudah mendarat di Las Vegas. Mereka akan bermalam di rumah Fernandez dekat dengan kasinonya. Kedatangan mereka juga tidak di ketahui banyak orang. Hanya saja, ketiganunya akan singgah lebih dulu di tempat teman Fernandez Hugo.


Yaitu Mc. Quin. Dia adalah kolega Fernandez, hanya saja dia tidak membuka kasino. Tapi pekerjaannya sebagai pemilik bar saja, namun di balik itu dia punya bisnis terlarang juga. Yaitu pembuatan uang palsu, yang selalu dia sebarkan ke wilayah Amerika dan juga Eropa.


Dalam perjalanan menuju rumah Fernandez, mobil yang di tumpangi Dave, Liu dan Lee tiba-tiba bertabrakan dengan mobil lain yang sedang berkejaran. Ketiga orang tersebut pun terkejut, hampir saja mobil mereka itu jatuh dari jalan layang karena mobil tersemggol begitu keras dan supirnya pun mendadak mengerem mobil.


"Hei, siapa mereka? Kenapa kejar-kejaran di jalan?" tanya Liu.


"Mungkin mereka anak preman yang suka balap liar di jalanan Liu." jawab Dave.


"Tidak tuan, itu biasanya anak buah Mc. Quin." jawab sang supir.


"Mc. Quin? Siapa dia?" tanya Dave heran.


"Dia pemilik di wilayah Las Vegas dan sekitarnya Dave. Aku pernah bertemu dengannya dulu sewaktu kamu belum ikut dengan tuan Hugo. Dia itu kolega tuan Hugo di Las Vegas." kata Lee menjelaskan.


"Hmm, begitu. Tapi kenapa anak buahnya kejar-kejaran begitu di jalan." ucap Dave lagi.


"Sepertinya mereka ada masalah, kemungkinan itu antar anak buah. Soalnya anak buah Mc. Quin itu seering ribut. Terkadang ada juga yang di bunuh." kata Lee lagi.


"Mungkinkah mereka mempunyai sesuatu yang di sembunyikan, misalnya barang terlarang, penyelundupan narkotika?"


"Hal itu semua pemilik usaha bisnis hiburan pasti melakukan itu, terkecuali tuan Hugo yang aku tahu. Dia berbisnis pemilik tempat hiburan tapi tidak melakukan bisnis terlarang juga. Seperti Javier itu, dia banyak sekali bisnisnya. Tapi bisnis terlarangnya juga banyak." kata Lee lagi menjelaskan.

__ADS_1


"Benar juga, kemungkinan Mc. Quin ini punya bisnis gelap. Ada yang tahu apa itu?" tanya Dave.


"Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian di masyarakat, mereka mengatakan banyak menemukan uang palsu. Sehingga para pemilik toko terkadang tertipu dengan uang palsu itu. Jadinya mereka rugi sekali. Saya pernah menemukan uang palsu di dompet saya, uangnya memang sama. Tapi ketika untuk membeli di minimarket tidak bisa di gunakan." kata sang supir.


"Apa mungkin itu bisnis gelap Mc. Quin?" kali ini Liu yang bicara.


Karena sejak tadi dia diam saja. Semua diam nampak berpikir jika ucapan Liu itu benar adanya. Namun, mereka tidak memikirkan bagaimana mengungkap bisnis gelap itu. Bukan urusan ketiganya, hanya tahu saja dan tidak memberitahu kepada pihak keamanan.


"Ya, itu mungkin yang dia jalani. Seorang mafia bisa saja melakukan bisnis gelap. Apa pun bisnis itu, selagi tidak mengganggu bisnis orang lain yang sesama mafia." kata Lee.


"Benar, mereka melakukan pekerjaan masing-masing. Tapi yang jelas urusan Javier denganku belum selesai." kata Dave masih saja dendam kesumatnya pada Javier.


"Kami akan membantumu Dave, kami juga tidak akan membiarkan Javier kabur lagi." kata Lee.


"Baiklah, terima kasih kalian membantuku. Aku percaya pada kalian." kata Dave dengan senyum tipisnya.


"Maaf tuan, bukankah Javier itu pemilik kasino yang baru membuk beberapa bulan lalu? Dia juga membuka produk brand miliknya, dan pembukaan itu mereka mengadaan pesta besar dengan penyambutan kakaknya bebas dari penjara." kata sang supir.


"Kamu tahu banyak ya tentang Javier." kata Lee.


"Heheh, maaf tuan. Tuan Martin yang menceritakannya pada kami. Dia sering bercerita tentang semua kolega tuan Hugo dan juga kalian tuan Dave dan tuan Lee." kata supir itu.


"Oh ya? Seperti bergosip ya."

__ADS_1


"Heheh,begitulah tuan..Kami mengobrol di sela-sela waktu senggang saja. Karena rumah tuan Hugo sering kosong dan entah kapan di tempati lagi, jadi kami para pelayan dan supir di rumah tuan Hugo hanya berbincang saja." kata supir tersebut.


"Ya, seperti itu memang."


"Sudah sampai di rumah tuan Hugo tuan." kata supir itu.


"Ya, terima kasih."


Ketiga orang tersebut keluar dari mobil yang menjemput mereka di bandara. Ketiganya juga masuk ke dalam rumah. Liu yang baru pertama datang ke Las Vegas, terutama di rumah Fernandez Hugo menjadi takjub. Karena di setiap kanan kiri semuanya tempat hiburan malam.


"Jangan aneh Liu, di sini memang kehidupannya glamor. Jadi banyak orang-orang yang datang ke Las Vegas untuk menikmati hiburan di kasino-kasino di sini." kata Dave.


"Ya, aku takjub Dave. Ini pertama kalinya datang ke Las Vegas." ucap Liu.


"Sama halnya dulu, waktu pertama kali datang begitu takjub dengan kemewahan yang terlihat jelas di setiap bangunan hiburan." kata Dave.


Mereka lalu masuk ke dalam rumah Hugo, untuk beristirahat pagi ini. Karena mereka sampai di rumah Hugo pukul empat pagi hari waktu setempat. Kini saatnya beristirahat, dan nanti mempersiapkan pergi lagi ke vila Javier di Nevada.


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2