Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
28. Kasino


__ADS_3

Belum lagi serangan berhenti, kini datang lagi mobil range rover sport berwarna hitam. Di sana empat orang berdiri dan mengarahkan senjatanya ke mobil Fernandez. Dave pun kembali menyerang mereka dengan menembakkan senjatanya. Lee terus melajukan mobilnya dengan cepat.


"Lee, arahkan ke tempat lain saja. Cari bantuan lain. Ini benar-benar serangan tidak biasanya. Mereka sepertinya menunggu kekuatannya bertambah banyak." teriak Hugo pada Lee.


"Baik tuan."


"Beri tahu anak buahmu untuk segera mengecohkan mereka lagi." kata Hugo.


"Iya tuan."


Dave masih menembaki beberapa orang yang sejak tadi menembaki mobil yang mereka tumpangi. Mobil range rover sport itu semakin mendekat dan siap menyerang lagi dengan tembakan. Tiga orang masih bertahan, satu sudah Dave lumpuhkan.


Pertama bekerja jadi bodyguard Fernandez Hugo benar-benar membuat uji nyali bagi Dave. Tapi dia tidak gentar, nyalinya semakin kuat ketika dia berpikir untuk melompat ke atas kap mobil dan menyerang mereka dengan karatenya.


"Lee, dekatkan mobilnya ke mobil itu!" pinta Dave.


"Kamu mau apa?!" tanya Lee terus melajukan mobilnya.


"Aku mau naik di atasnya, mereka semua bisa saya tendang dari atas." jawab Dave masih membalas tembakan musuh.


"Ini terlalu berbahaya, Dave. Biar tunggu saja bantuan. Tapi, apa tuan Hugo tidak apa-apa?" tanya Lee melihat ke arah Fernandez Hugo.


"Tidak masalah Lee, terus kecohkan mereka. Jika bisa suruh satu mobil datang dan memindahkanku ke mobil lain, kalian hadapi mereka." kata Fernandez Hugo lagi.


"Sebenarnya mereka siapa, tuan?" tanya Dave.


"Mereka itu kelompok Morata dan juga Whua Cheng yang ingin mengambil alih kasinoku." kata Fernandez.


"Morata ya, baiklah. Aku punya dendam sama dia. Akan aku buat perhitungan dengannya." gumam Dave.


Fernandez mendengar ucapan lirih Dave, lalu dia pun mengambil ponselnya. Memberitahu kalau dia datang terlambat karena di hadang oleh kelompok Morata dan Hwua Cheng.


"Halo tuan Hugo, bagaimana keadaannya?" tanya Pedro di balik telepon.


"Aku baik-baik saja, saat ini aku sedang di kejar oleh kelompok Morata dan Hwua Cheng. Kamu di sana bertahan, jangan sampai ada yang memasuki kasino oleh orang asing." kata Hugo lagi.

__ADS_1


"Baik tuan Hugo."


Dave masih menembaki mobil range rover sport itu, dan tak lama satu bantuan mobil datang ikut menembaki mobil range rover sport tersebut secara bertubi-tubi. Aksi saling menembak masih terus terjadi di jalanan sepi. Lee sengaja membawa mobilnya di jalanan sepi tanpa mengganggu lalu lintas.


Kini mobil Fernandez Hugo pun bisa keluar dari kejaran mobil range rover sport. Lee melajukan mobilnya dengan cepat agar bisa sampai di kasino tepat waktu. Fernandez melihat ke arah jam tangannya, kurang dari setengah jam lagi dia harua sampai di kasino miliknya.


"Dave, beginilah setiap hari yang aku alami. Setiap kali aku melepas sebagian saham kasiniku ke publik, pasti ada yang mengincarnya. Kali ini kelompok mereka. Sudah tiga kali ini dia tidak aku terima membeli sahamku, jadi mereka mengancam dari bentuk apa pun. Dan yang ini tidak pernah aku duga sebelumnya, tapi selalu siap siaga anak buahku." kata Fernandez pada Dave.


Dave pun mengerti, kenapa Fernandez selalu menggunakan bodyguard dan anak buahnya selalu di bawa. Bodyguard Fernandez ada banyak, dia menerima Dave juga memang sangat berani mengambil keputusan. Dan sekarang, Dave bisa di andalkan.


Setelah sampai di kasinonya, Pedro sudah menunggu di sana dengan beberapa penjagaan ketat. Ada sepuluh orang yang menjaga kasino itu, gedung yang bertingkat tiga lantai memang di khususkan untuk usaha kasino. Ada banyak kasino do kota Makau, punya Fernandez tidak terlalu besar sebenarnya.


Tapi entah kenapa banyak yang mengincarnya, terutama kelompok Morata dan Hwua Cheng. Mungkin karena tempatnya strategis dan pemiliknya bukan asli orang Tiongkok, jadi mereka sangat berani dan ingin menguasai kasino itu.


"Tuan Hugo, ada tiga direktur yang ingin membeli saham anda. Mereka sudah ada di dalam." kata Pedro menyambut kedatangan Fernandez Hugo.


"Ya, ayo kita masuk dan bertransaksi. Malam ini aku akan ke Meksiko lalu ke Las Vegas." kata Fernandez.


"Baik tuan. Oh ya, apakah pengawal baru itu sudah bisa di andalkan?" tanya Pedro.


"Owh, baguslah. Jadi anda bisa menggunakan dia dan Lee, tuan." kata Pedro.


"Ya."


Lalu mereka pun masuk lebih dalam, menuju lift khusus. Kasino sedang ramai, para pengunjung kebanyakan dari wilayah Tiongkok timur. Mereka sepertinya sangat menggilai perjudian yang di suguhkan oleh kasino milik Fernandez.


Sementara itu, Dave yang baru mengunjungi kasino. Dia masuk bersama Lee, memperhatikan seluruh isi kasino dan para pengunjung yang sepertinya sangat senang dengan permainan yang di suguhkan di sana.


"Apa memang seperti ini?" tanya Dave yang membuat heran Lee.


"Apanya?" tanya Lee.


"Kasino."


"Kamu belum pernah masuk kesini?"

__ADS_1


"Tidak, kamu tahu sepanjang hidupku selalu berlatih kungfu dan selama lima tahun aku harus bertarung nyawa dengan para petarung di tempat Morata." jawab Dave.


"Aah, ya benar. Apa kamu mau coba?" tanya Lee.


"Emm, bolah saja." ucap Dave.


Lee tersenyum, mereka lalu masuk ke dalam permainan kasino. Banyak sekali permainan di sana, membuat Dave bingung dia mau bermain apa. Ada yang membuatnya menarik, di sebuah meja panjang. Beberapa orang sedang bermain kartu remi.


Di pernah bermain kartu remi dengan Liu, dan selalu kalah. Tapi terakhir kali bermain dia menang beberapa kali, sebelum dia di serang oleh kelompok Morata.


Dave mendekati meja panjang itu, melihat orang-orang yang sedang bermain. Ada orang yang bagian mengocok kartu dan membagikannya. Lee dan Dave ikut duduk di sana, meminta pegawai membagikan juga kartu pada mereka.


"Bagikan kartunya pada kami." kata Lee.


"Ya tuan."


Semua nampak memandang Dave dan Lee, lalu mereka tidak peduli lagi. Pegawai itu pun membagikan kartunya pada Dave dan Lee juga setelah kartu di kocok.


"Apa ini juga bertaruh dengan uang?" bisik Dave pada Lee.


"Tidak, ini hanya permainan saja. Yang menang akan mendapat koin untuk di gunakan di permainan lainnya." kata Lee.


"Ooh, begitu. Tapi kudengar ada juga yang bermain kartu taruhannya uang jutaan dolar." kata Dave.


"Memang ada yang seperti itu, di kasino besar milik orang Tiongkok juga. Tuan Hugo tidak melakukan itu sepanjang yang saya tahu. Tapi tidak tahu juga jika ada pengunjung seperti itu, datang dan bertaruh dengan uang." kata Lee lagi.


Dave mengangguk, mereka pun kini bermain kartu remi dengan para pengunjung. Fernandez di atas memperhatikan apa yang di lakukan oleh Dave dan Lee. Dia membiarkan kedua bodyguardnya bersenang-senang lebih dulu, sebelum mereka nanti malam berangkat ke Meksiko.


_


_


_


****************

__ADS_1


__ADS_2