Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
56. Penemuan Dave


__ADS_3

Mateo kini bersiap untuk menawar saham yang di lempar oleh para pemilik saham perusahaan yang sengaja di bakar itu. Dia datang ke bursa saham dengan pengawalan ketat oleh anak buah Fernandez. Dia kini mulai berani terang-terangan, dan Javier tahu jika kini Mateo bekerja sama dengan Fernandez.


Makanya sengaja melepas saham perusahaan itu, dia akan mengincar saham klub sepak bola yang juga sedang di perebutkan juga oleh Fernandez. Dia masih merasa aman karena polisi dan juga militer masih di bawah kekuasaannya, apa lagi hukum bisa dia kuasai.


Makanya, pemberitaan minggu lalu tidak mempengaruhi kepolisian dan juga militer. Kini masyarakat tahu bahwa Javier memang ada main dengan kedua konstitusi publik itu.


"Tuan Mateo sekarang ingin membeli saham itu lagi?" tanya pemegang saham yang dulu pernah menjadi kliennya.


"Ya, saya ingin mengembalikan milik tuan Alehandro kembali semula." kata Mateo.


"Hmm, bukankah milik tuan Alehandro sudah di ambil oleh tuan Javier?" katanya lagi.


"Maka dari itu, saya ingin mengambilnya lagi. Meski tidak sama seperti dulu. Setidaknya saya bisa mempertahankannya." kata Mateo lagi.


Mereka kini bertemu di gedung kantor bursa saham. Perwakilan dari Paolo yang mau melepas saham-saham perusahaan yang terbakar itu. Dia tahu Mateo pasti datang, tapi memang sengaja dia melepas saham itu dan akan mengambil dan membeli saham klub sepak bola.


Mateo memang di tugaskan untuk membeli saham, tapi Fernandez sudah mencapai kesepakatan dengan pemilik klub sepak bola. Bahwa sepuluh persen dia akan membelinya, dan pemilik setuju.


Karena pemilik klub malam adalah independen, tidak di campuri oleh pemerintah. Maka dia bekerja sendiri, dan Fernandez lebih dulu membelinya tanpa melalui bursa saham.


Sementara itu, Dave masih bersama Luca mencari situs penting yang akan mereka retas. Sejak peretasan waktu itu, semua situs pemerintah yang sudah di kuasai oleh Javier kini lebih berhati-hati. Hacker mereka terus saja menutup jalan akun misterius untuk masuk ke web pemerintah.


"Sepertinya mereka semua mengunci setiap situs pemerintah, paman." kata Dave.


"Ya, makanya saat ini saya tidak bergerak lagi tuan. Saya menciptakan beberapa virus untuk menyerang mereka." kata Luca.

__ADS_1


"Mmm, ya. Apakah aku bisa mengoperasikan akunku paman?" tanya Dave.


"Lakukan saja tuan Dave, silakan kerjakan. Saya mau membuat kopi dulu. Apa tuan Dave mau kopi?" tanya Luca.


"Boleh, capuchino saja paman." kata Dave.


Dia beralih duduknya ke tempat duduk Luca tadi, sedangkan Luca keluar dari ruangan itu untuk membuat kopi. Dave mengetikkan jari jemarinya, dia mengingat-ingat cara masuk ke sebuah situs dengan mencoba meretas kantor satelit. Tidak di sangka dia begitu mudah masuk dan meretas ke dalam situs satelit negara.


Dave terus masuk dengan menggunaan pencarian alamat rumah di wilayah dengan coba-coba. Dia masukkan nama Javier, lalu satelit akan mencarikan alamat rumah Javier. Dave terkejut, pencarian itu terus mencari alamat Javier. Dan ketemu!


Dave kaget, dia terdiam. Menatap di layar monitor terlihat jelas rumah besar dengan gaya bangunan Eropa klasik. Di sana banyak sekali penjaga keamanan di setiap sudut rumah. Tangan Dave mencoba masuk lebih dalam ke rumah itu, secara perlahan tangan itu bergerak.


Awalnya di halaman depan rumah, Dave menatap tajam lalu terus menelusuri setiap sudut rumah. Dan di dalam rumah besar itu terdapat banyak sekali permainan kasino juga ada ruangan besar dan banyak kamar. Di sana Dave melihat para wanita dengan pakaian seksi sedang berseliweran dalam ruangan.


Tangan Dave pun menaikkan menuju lantai atas, di sana terdapat kolam renang. Layaknya tempat tinggal pribadi, semua fasilitas lengkap bak hotel berbintang lima. Dave tersenyum, dia seperti seorang mata-mata.


"Tuan Dave, apa yang anda lakukan?" tanya Luca heran.


Dia memperhatikan apa yang di lakukan Dave, rumah siapa yang dia retas. Dave tersenyum, dia memperlihatkan apa yang di lakukannya. Meretas satelit nasional dengan menggunakan gugle map, Luca tercenung dengan apa yang di lakukan oleh Dave. Dia belum pernah neretas melalui satelit nasional.


"Ini lebih mudah mengetahui kegiatan apa pun tuan Dave." kata Luca.


"Aku lakukan secara tidak sengaja paman, kupikir meretas satelit nasional ternyata kantor itu tidak di kunci. Ternyata aku bisa masuk lebih mudah. Coba tebak, rumah siapa yang aku retas ini?" tanya Dave.


"Seperti rumah bordir, tapi sangat mewah sekali. Juga ada kantor dan tempat hiburan. Rumah siapa itu?" tanya Luca.

__ADS_1


"Javier Morrata." jawab Dave mantap.


Luca terkejut, dia sepertinya benar-benar mengagumi apa yang di lakukan oleh Dave. Lalu tersenyum, dia pun duduk di samping Dave. Mengoperasikan mouse juga keypadnya untuk terus meretas rumah Javier dengan gugle map.


"Ini menakjubkan tuan Dave, benar-benar menakjubkan. Kita bisa saja melakukan pengeboman dengan menggunakan bantuan satelit ini. Tapi saya rasa itu tidak bisa kita lakukan sekarang." kata Luca.


"Lalu, apa yang harus kita cari paman?"


"Begini saja, kita cari kegiatan kepolisian. Waktu itu kita retas cctv perusahaan Javier dan menyebarkannya sepertinya tidak bisa membuat kepolisian menangkap Javier atau para anak buahnya yang membuat pabrik narkoba di gudang perusahaan itu. Tapi kita cari beberapa oknum kepolisian untuk di kupas apa yang mereka lakukan, lalu seperti biasa kita lempar ke media." kata Luca.


"Hmm, satu persatu personel dari oknum itu?" tanya Dave.


"Ya, karena jika sudah kita serang oknumnya masyarakat akan meragukan kemampuan mereka. Siapa pun yang membantu Javier, kita retas semua akun dan kegiatan mereka." kata Luca.


"Baiklah paman, ayo kita bekerja melakukan itu." kata Dave.


Luca tersenyum bangga pada Dave, dia lalu menepuk pundak Dave layaknya seorang teman. Dave sendiri senang jika bekerja di balik monitor dan memantau serta membuat kekacauan melalui layar monitor dan jari jemarinya. Kopi yang Luca buat kini sudah dia seruput sambil memikirkan akan apa yang dia lakukan nanti.


_


_


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2