
Dua hari lagi Luciano bebas dari penjara Guantanamo, Cuba. Javier menemui panglima jenderal militer yang bertanggung jawab di lapas itu dengan jenderal militer Zeneti. Dia sudah sepakat dengan panglima militer itu.
"Jenderal, apakah benar panglima militer Charles Washington akan memberikan peluang untukku bertemu dengan kakakku?" tanya Javier pada jenderal Zeneti.
"Tenang saja tuan Javier, dia pasti datang dan akan membawa kakak anda kemari." kata jendelral Zeneti.
Mereka sedang duduk di sebuah pondok sederhana. Saat ini Javier berada di pulau Guantanamo, di mana tidak bisa di masuki oleh siapapun kecuali bagi orang-orang yang memang berkepentingan. Dan saat ini Javier bisa masuk kesana karena ada pengaruh jenderal Charles Washington berkat jenderal Zeneti.
Entah berapa dollar Javier keluarkan agar kakaknya bisa keluar dari penjara neraka itu bagi para terorrris itu. Bahkan hampir setiap hari di penjara itu selalu ada penyiksaan. Di suruh mengaku perbuatan mereka yang di anggap mengancam suatu negara, terutama Amerika.
Yang jelas, dengan berbagai upaya dan aset milik Javierlah yang membuat kedua jenderal itu menjadi bisa meluluskan keinginannya. Satu buah kasino di Las Vegas dan juga villa besar di negara Selandia Baru adalah tawaran yang cukup menggiurkan bagi kedua jenderal itu.
Belum lagi ratusan dollar yang sudah masuk ke dalam rekening mereka. Jadi, pengorbanan Javier untuk kakaknya juga tidak kecil. Semua harta yang dia miliki dia tukar dengan kebebasan kakaknya. Karena semua itu tidak seberapa, berbagai bisnis gelap banyak dia kuasai dan sangat besar.
Tak lama, ada sebuah mobio kamp militer memasuki halaman pondok, di mana pondok itu di khususkan untuk pertemuan antara penanggung jawab penjara Guantanamo juga yang berkepentingan lainnya yang menyangkut memasukkan orang-orang yang di anggap Terorrris.
Dua orang masuk, satu dengan pakaian lengkap bersenjata dan satunya dengan berpakaian santai. Ya, dia adalah jenderal panglima militer yang bertanggung jawab di Guantanamo. Jenderal Charles Washington, Javier baru bertemu dengan jenderal itu.
Perawakannya tinggi tegap dan usianya sudah memasuki kepala lima. Berambut putih serta memakai kacamata. Javier dan jenderal Zeneti bangkit dari duduknya, mereka menyalami jenderal Charles. Mereka duduk kembali di susul oleh jenderal Charles.
"Apa kabar jenderal Charles?" tanya jenderal Zeneti.
"Saya baik jenderal Zeneti." jawab jenderal Charles.
__ADS_1
"Oh ya, sesuai kesepakatan kita waktu itu. Saya akan memperkenalkan terlebih dulu pada anda, tuan Javier Morrata. Adik dari tuan Luciano Morrata Gabriel yang berada di penjara itu." kata jenderal Zeneti menunjuk pada Javier.
"Selamat siang jenderal Charles apa kabar." sapa Javier ramah pada jenderal Charles.
"Selamat siang juga tuan Javier." kata jenderal Charles.
Lalu pembicaraan mengenai pembebasan Luciano pun berlangsung, jenderal Zeneti membeberkan semua tentang Luciano dan juga Javier. Siapa mereka pun sudah di ceritakan oleh jenderal Zeneti. Javier hanya diam saja, menunggu keputusan jenderal Charles.
Apakah dia bisa bertemu dengan kakaknya hari ini atau tidak. Tapi jawaban jenderal Charles tidak bisa, karena dua hari lagi luciano akan bebas. Begitu pendapat jenderal Charles. Javier pun kecewa, tapi dia menerima keputusan panglima militer itu.
Setidaknya dia bisa berkenalan dengan panglima militer Amerika dan bisa berteman baik dengannya, begitulah kira-kira yang ada di pikiran Javier.
"Baiklah, saya tidak bisa berlama-lama di sini. Saya mau bertemu dengan presiden Amerika siang ini. Ini juga saya memberi kesempatan pada jenderal Zeneti bertemu dengan saya. Karena sekalian mau ketempat presiden." kata jenderal Charles Washington.
"Tidak apa jenderal Zeneti, memang saya ini bisa di lobi. Hahah, asal ada hadiah untuk saya. Hahah." kata jenderal Charles.
Javier hanya tersenyum saja, dia semakin berkesimpulan bahwa jabatan, keksuasaan dan juga hukum bisa dia beli dengan uang. Asal banyak uang kita bisa mengatur seorang berpangkat jadi bisa menuruti apa keinginan kita. Meskipun di dunia tidak semua seperti itu. tapi siapa yang tidak mau di iming-imingi harta?
Bahkan mereka sering melanggar hukum karena kekayaan yang bisa membeli mereka. Jenderal Charles pun keluar setelah berpamitan pada jenderal Zeneti dan Javier. Dia masuk ke dalam mobilnya beserta pengawal tentara tadi. Javier hanya memandang kepergian mobil itu.
Mereka pun duduk kembali setelah jenderal Charles Washington benar-benar sudah pergi. Jenderal Zeneti pun sepertinya mendapatkan telepon, dia berbicara sebentar dan kembali bicara dengan Javier.
"Bagaimana tuan Javier? Menurut jenderal Charles tidak bisa menjenguk kakak anda." kata jenderal Zeneti.
__ADS_1
"Ya, tidak apa jenderal. Saya hanya berusaha bisa melihat kakakku itu, jika jenderal Charles tidak bisa mengizinkan pun tidak mengapa. Dua hari lagi Luciano akan bebas." kata Javier.
"Ya, lalu apa anda benar akan mengadakan pesta di Las Vegas?" tanya jenderal Zeneti.
"Ya, anda datang jenderal?" tanya Javier.
"Tentu akan datang jika anda undang. Hahah!" kata jenderal Zeneti dengan tertawa.
"Hahah! Anda adalah tamu kehormatan saya di sana nantinya jenderal. Saya akan menyuguhkan hadiah spesial untuk anda di sana nanti. Bahkan gadis manis yanv masih bersegel pun sudah saya siapkan jika anda mau. Hahah!" kata javier.
"Oh, baiklah. Itu tawaran yang menggiurkan. Sudah pasti saya akan datang, hahah!"
Keduanya pun tertawa senang, antara memberi dan menawar adalah kesepakatan yang sangat menyenangkan bagi Javier. Asal semua sesuai rencananya.
Lalu keduanya pun pergi dari pondok sederhana itu, menuju kota di Cuba. Mereka akan bertolak ke Las Vegas lebih dulu, dan dua hari lagi javier akan datang ke Guantanamo untuk mrnyambut kebebasan kakaknya, Luciano Morrata Gabriel.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1