
Dave masih diam dengan dada yang bergemuruh karena sang pembunuh keluarganya ada di depan matanya. Dia sesekali menatap tajam pada Javier yang tertawa senang karena percakapan mereka mulai merambah ke bisnis prostitusi. Paolo juga masih menatap Dave, dia semakin curiga dengan Dave.
Apakah Dave akan mencelakai tuannya? Tangannya sudah memegang gagang pistol di balik kemejanya, jika saja Dave bergerak dan menyerang Javier secara mendadak. Lee sendiri merasa aneh dengan tatapan Dave pada Javier, dia lalu menyentuh pundak Dave dan berbisik padanya.
"Dave, kamu jangan membuat asisten Javier curiga. Kamu menatap dia terlalu serius." kata Lee memberitahu agar Dave tidak menatapnya tajam.
Dave menoleh ke arah Lee, anggukan Lee menyadarkan Dave akan amarahnya pada Javier. Dia lalu menatap Paolo, lalu kembali menunduk dan menghela nafas panjang. Dia pun berubah tenang lagi, menatap Paolo yang masih saja menatapnya curiga, Dave pun tersenyum untuk menghilangkan kecurigaan Paolo padanya.
Lama perbincangan mereka terus berlanjut, hingga keputusan Fernandez dengan ajakan Javier untuk bekerja sama perdagangan narkoba tidak dia tanggapi. Dia menolak kerja sama bisnis itu dengan Sandres Miguel dan Javier Morrata.
"Jadi anda menolak tuan Hugo? Padahal keuntungannya juga bagus. Apa lagi kita bisa memesan gadis perawan. Hahaha!" kata Javier dengan tawanya yang kini menggelegar.
Membuat para bodyguard masing-masing di sekitarnya, terutama Dave semakin muak mendengarnya. Dia bahkan ingin pergi dari tempat itu, wajahnya menoleh kesamping karena muak dengan pembicaraan mereka bertiga.
"Dave, tidak seharusnya mendengar apa yang mereka bicarakan." bisik Lee pada Dave.
"Kalau aku bisa pergi dari sini, Lee." kata Dave.
"Tapi kenyataannya kita harus mengawal tuan Hugo kemana pun dia pergi atau bertemu siapa pun." kata Lee.
"Apa kamu tidak suka bisnis mereka?"
"Tentu saja, bagiku itu sangat melanggar. Tapi kita hidup di dunia mafia, terkadang kita harus benar-benar kejam. Seperti kemarin, jika kita tidak kejam. Kita yang akan mereka habisi." kata Lee.
"Hmm, ya benar. Harus kejam." ucap Dave lirih.
Dua jam permbicaraan itu, tapi tetap saja Fernandez Hugo tidak mau bekerja sama dengan Sanders Miguel dan juga Javier Morrata. Kedua orang itu sebenarnya kesal, kenapa Fernandez Hugo tidak mau bekerja sama dengan mereka.
"Hahah, baiklah tuan Hugo. Aku akan kirim hadiah kecil ke tempat bisnismu." kata Javier.
Sepertinya dia kesal sekali kalau Fernandez tidak mau bekerja sama dengannya. Fernandez tahu maksud hadiah kecil itu, dia tersenyum saja dengan ucapan Javier itu. Lalu Sanders dan Javier berdiri, mereka bersalaman sebelum pergi dengan Fernandez.
Sekilas Dave melihat Paolo menatapnya tajam, tangannya masih memegang senjata di balik jasnya itu. Dave tahu Paolo curiga padanya di kira dia akan menyerang bosnya. Fernandez pun mengajak Lee dan Dave makan malam di caffe tersebut.
__ADS_1
_
Waktunya istirahat, Dave berada di kamarnya yang telah di sediakan oleh Juan Isaac sesuai perintah Fernandez. Dan kini Dave sedang mebatap langit-langit kamarnya, memikirkan pertemuannya dengan Javier di coffe shop.
Dave pun bangkit dari pembaringannya lalu duduk, dia mengambil ponsel di meja kecil dan menekan tomobolnya. Mencoba menghubungi seseorang yang sudah tujuh tahun tidak dia hubungi. Karena memang tidak pernah memegang ponsel.
Tuuut
Ternyata masih tersambung, Dave senang. Tapi dia harus menunggu, karena mungkin perbedaan waktu juga. Tapi seharusnya sekarang sudah bisa mengangkatnya.
"Halo?"
"Mateo?"
"Tuuan Dave?"
"Aah, benar. Kamu masih ingat aku?"
"Oh ya? Aku juga tidak bertemu dengan Liu selama lima tahun. Apa kamu sudah mencari tahu di mana dia?" tanya Dave penasaran dengan Liu.
"Saya belum tahu keadaan dia tuan Dave. Tapi yang saya dengar dia masih hidup, entah di mana dia berada." jawab Mateo.
"Oh, syukurlah kalau dia masih hidup. Aku senang mendengarnya, aku takut dia sudah mati." kata Dave.
Setidaknya dia mendengar Liu masih hidup, di mana keberadaannya yang terpenting Liu masih hidup. Tunggulah aku akan kembali ke Italia, Liu. Dan membalaskan dendam pada Javier. Begitu yang ada di pikiran Dave.
"Tuan Dave, bagaimana keadaanmu? Sekarang ada di mana?" tanya Mateo.
"Aku di Meksiko bersama dengan Fernandez Hugo. Sekarang aku baik-baik saja." jawab Dave.
"Syukurlah anda baik-baik saja."
"Mateo, tadi malam aku bertemu dengan Javier." kata Dave.
__ADS_1
Diam, Dave terdiam pun Mateo. Mereka menaruh dendam yang sama, tapi menghadapi dengan cara berbeda. Entah apa yang di pikirkan Mateo, hanya dengusan panjang yang terdengar dari sambungan telepon di telinga Dave.
"Bagaimana keadaan di sana, Mateo?" tanya Dave.
"Maafkan saya tuan Dave, semua perusahaan milik papa anda kini beralih tangan atas nama Javier. Dia licik memanfaatkan birokrat dan kementrian telekomunikasi di pemerintahan. Dan Luca hanya bisa menjalankan melalui situs ilegal sekarang." jelas Mateo.
Dave kembali diam, ternyata apa yang dikatakan Javier sewaktu di coffe shop itu mengenai dirinya itu karena dia sudah menguasai perusahaan papanya yang sudah di rintis secara pribadi. Dave mengepalkan tangannya, ada geraman di bibirnya membuat Mateo kembali menghela nafas panjang.
"Tuan Dave, saya tahu tuan Fernandez itu seorang mafia. Namun dia tidak seperti Javier, coba anda meminta bantuan padanya dan menceritakan sesungguhnya pada tuan Fernandez. Saya kira tuan Fernandez itu memahami kenapa anda ikut dengannya." kata Mateo.
"Kupikir juga iya, tapi belum saatnya Mateo. Aku ingin mengolah kemampuanku dulu. Kamu lakukan saja di sana, perusahaan Fernandez itu juga besar kan di Italia?" kata Dave.
"Ya, nanti saya coba lobi direktur di perusahaan itu untuk bekerja sama. Saya akan mendekat pada perusahaan tuan Hugo." kata Mateo.
"Baiklah, sekarang aku sudah mengantuk. Ingin tidur Mateo."
"Iya tuan Dave. Baik-baiklah di sana, anda harus tetap bertahan hidup untuk sesuatu yang anda inginkan." kata Mateo.
"Iya, Mateo. Selamat malam."
"Malam tuan Dave."
Klik!
Dave menutup sambungan teleponnya dengan Mateo, dia letakkan ponselnya semula. Lalu merebahkan kembali tubuhnya karena memang sudah sangat mengantuk dan lelah. Melupakan semua apa yang sudah terjadi pada dirinya.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1