
Sampai di lantai atas, karena Samuel berada di lantai atas. Tepatnya di rooftof gedung, Mateo dan Luca sudah sampai di rooftof. Anak buah Samuel menyuruh mereka keluar dari lift dan menuju sebuah kafe kosong. Tepatnya kafe yang sengaja di pesan Samuei di kosongkan untuk aksinya.
Di sebalh kiri ada lapangan helikopter, juga pesawatnya. Mateo mengedarkan pandangannya, mencari di mana sosok Fernandez yang di culik oleh Samuel. Samuel sebenarnya tidak mempunyai masalah dengan Fernandez, hanya saja dia ingin tahu tentang kehebatan Dave yang sekarang sudah terdengar seantero Italia.
Dave terkenal karena sudah membunuh mafia kejam, yaitu Javier Morrata. Jadi Samuel ingin tahu sampai di mana kehebatan Dave menghadapinya. Banyak yang mengatakan sekarang Dave lebih kejam pada mereka yang berbuat tidak sesuai aturan hukum, bahkan seperti Javier.
Maka, Dave tidak segan-segan membunuh mereka. Samuel ingin tahu apakah benar yang dia dengar dari kabar orang-orang dalam dunia hitam mafia. Makanya dia menculik Fernandez, karena dia sangat dekat dengan Dave dan juga teman-temannya. Bila perlu membunuh Fernandez untuk bisa berhadapan dengan Dave.
Begitulah pikir Samuel. Dia sekarang berada di dalam kafe, Fernandez juga di dudukkan di sana dengan mata tertutup dan kedua tangan serta kaki di ikat. Membuat gerakannya semakin sulit untuk lepas. Bahkan Samuel juga membungkam mulut Fernandez.
Senyum mengembang di wajah Samuel, bukan hanya sekedar saham klub sepak bola. Tapi rasa penasaran terhadap Dave itu yang membuat dia harus menculik Fernandez dan menyekapnya.
Mateo dan Luca masuk ke dalam kafe, mereka melihat Fernandez duduk dekat dengan Samuel yang sedang menghisap cerutunya. Keduanya saling pandang lalu mendekat pada Samuel, sambil tangannya memegang senjata api. Dia todongkan senjata itu pada Samuel, tatapannya tajam.
Sedangkan Samuel begitu tenang duduk sambil menghisap cerutunya. Ketika Mateo dan Luca tepat berdiri di depan Samuel, anak buah Samuel bermunculan dari berbagai sudut dan sama halnya menodongkan senjata pada Mateo dan Luca. Keduanya saling pandang, kemudian menatap Samuel yang tersenyum sinis pada Mateo dan Luca.
"Kalian mau menembakku?" tanya Samuel pada Mateo dan Luca.
"Lepaskan tuan Hugo, tuan Samuel!" ucap Mateo belum menurunkan senjatanya.
"Hahah! Mateo, sekali bawahan tetap saja jadi bawahan! Kalian hanya pelayan yang tidak akan bisa jadi seorang atasan!" ucap Samuel seperti merendahkan Mateo dan Luca.
"Kami tidak peduli dengan status sebagai bawahan. Sejatinya bawahan yang setia pada atasan itu lebih baik dari pada penghianat yang menghabisi atasannya hanya untuk mendapatkan sebuah jabatan dan penghormatan." kata Mateo.
Dia baru tahu ketika Luca memberitahu jika Samuel itu mendapatkan jabatan sebagai soerang pengusaha tambang emas, ada tragedi di balik pengangkatannya sebagai bos tambang emas itu. Dalam perjalanan ke gedung itu, Luca juga mencari tahu siapa Samuel Rodrigoz itu.
Luca mendapatkan itu dari berita heboh di tahun sebelum dia menjadi bos pengusaha tambang emas. Dan lebih jahatnya lagi, istri dari tambang emas yang dulu di jadikan istrinya. Bukan hanya jabatan juga kekayaan, tapi juga keluarganya terutama istrinya.
__ADS_1
Entah apa yang akan di lakukan istrinya sekarang jika tahu suaminya yang dulu itu sebelumnya di bunuh oleh Samuel. Mateo dan Luca masih menodongkan senjata, dan sama halnya juga anak buah Samuel menodongkan ke arah Mateo dan Luca.
"Hahah! Kalian sok tahu, dia saja yang bodoh. Maka dari itu, kalian belajarlah dariku untuk mendapatkan kekayaan dan penghoramatan dari bawahan dari Fernandez Hugo si tua bangka ini!" kata Samuel dengan sengit.
Samuel berdiri, dia membuang cerutunya dan mendekat pada Fernandez yang masih di bungkam mulut serta matanya. Kedua tangan dan kakinya juga masih terikat, Mateo dan Luca berputar mengikuti kemana Samuel melangkah.
"Apa maumu Samuel?!" tanya Luca.
"Mauku? Hemm, aku dengar kalian dekat sekali dengan Dave. Dia adalah pembunuh mafia Javier Morrata, aku ingin tahu sejauh mana dia akan menyelamatkan Fernandez ini. Aku ingin berhadapan dengannya, jika tidak maka Fernandez akan aku buang mayatnya di lautan samudra. Agar para hiu lapar itu menyantap tubuhnya. Hahah!" kata Samuel, dia memberi isyarat pada anak buahnya untuk membawa Fernandez.
Namun Mateo dan Luca berusaha menahan mereka. Kali ini mereka kini saling baku tembak, Samuel berlari menuju helikopter di susul anak buahnya yang membawa Fernandez. Fernandez berusaha untuk lepas dari gendongan, dia merosot jatuh sehingga anak buah Samuel tidak kuasa menahannya dan Fernandez pun jatuh.
Tepat sasaran tembakan mengarah padanya beberapa kali. Hingga Fernandez sudah tidak bernyawa lagi, namun Samuel tetap membawanya pergi dari tempat itu. Mateo dan Luca berusaha menembaki helikopter itu, tembakan keduanya pun di balas oleh anak buah Samuel.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan serta helikopter yang terbang beradu hingga membuat suasana jadi bising. Mateo dan Luca berusaha terus menembaki helikopter itu.
"Aaargh! Sial! Kita tidak bisa mengejar Samuel yang membawa tuan Hugo." kata Mateo dengan kesal.
"Tapi tadi tuan Hugo tertembak, mungkin dia sudah tidak bernyawa." kata Luca yang tadi melihat Fernandez tertembak dan jatuh, namun di bawa lagi masuk ke dalam helikopter.
"Tapi buat apa Samuel membawa jasad tuan Hugo?" tanya Mateo bingung.
Tak lama, ponsel Mateo berbunyi. Tertera nama Fernandez, sudah pasti itu Samuel yang menelepon memakai ponsel Fernandez. Mateo menatap Luca, dia mengangguk pada Mateo untuk menjawab telepon itu.
__ADS_1
"Halo?!"
"Katakan pada Dave, aku ingin bertemu dengannya. Samuel Rodrigoz penasaran dengan kemampuan pedang dan gaya membunuh dia. Jika dia tidak segera menemuiku, mayat Fernandez akan aku buang ke laut Atlantik dan kubiarkan jasadnya di makan oleh predator laut. Ingat itu Mateo!" kata Samuel mengancam Mateo.
"Kamu akan mati Samuel! Berikan tuan Hugo padaku!" teriak Mateo dengan marah.
"Hahah! Sudah kubilang, katakan pada Dave. Temui aku jika kamu ingin kembali jasad Fernandez, dan kamu tenang saja. Jasad Hugo akan aku rias dan di bungkus peti mati dengan harga yang mahal. Jika dalam dua hari tidak segera datang, kupastikan peti Hugo akan aku buang ke laut Atlantik!"
Klik!
"Brengsek!" ucap Mateo.
Dia benar-benar marah tidak bisa menyelamatkan Fernandez dari tangan Samuel. Meski itu kecelakaan, namun tetap saja dia terbunuh pada insiden tadi. Baku tembak yang ternyata Fernandez di bawa dan terkena tembakan beberapa kali.
"Ayo kita pulang saja, mereka juga sudah tewas. Kita beritahu Dave masalah ini." kata Luca.
"Baiklah, kita akan memberitahu Dave bagaimana?" tanya Mateo.
"Kita pikirkan nanti. Sekarang kita pulang, menyiapkan semuanya. Dan juga kita pikirkan bagaimana menyampaikan kematian tuan Hugo pada istrinya." kata Luca.
"Ya, kamu benar. Ayo kita kembali ke markas." ucap Mateo.
Kemudian keduanya pun masuk ke dalam lift, pikiran mereka kini entah bagaimana. Segalanya di luar kendalinya, entah karena memang keadaan tidak ada Dave di markas. Sehingga semua tampak kacau. Bahkan akan terjadi keributan kenapa Fernandez bisa tewas..
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤