
Gennaro menggebrak meja dengan keras, dia geram karena Liugi bergabung dengan kelompok Lion King. Dia marah, sehingga anak buahnya ketakutan melihat Gennaro mrnggebrak meja di depannya. Biasanya, jika Gennaro sudah marah. Maka semuanya akan di marahi bahkan ada yang di buat babak belur untuk di jadikan pelampiasan.
"Siapa yang mengajaknya berduel dengan Liugi?" tanya Gennaro masih dengan mimik marah.
"Iiitu ttuuaan, yang dulu bodyguard Fernandez Hugo." jawab anak buahnya ketakutan.
"Siapa orangnya!" teriak Gennaro membentak.
"Saya kurang tahu tuan nama buduguard itu. Maaf." jawab anak buah Gennaro sambil membungkuk beberap kali.
Bug! Bug! Bug!
"Aaaaaa!!" teriak anak buah yang di pukuli Gennaro.
Gennaro maju dan memukul anak buah yang laporan mengenai Liugi bergabung dengan Lion King. Dia memukul dan menendang beberapa kali untuk pelampiasan kemarahannya mendengar Liugi bergabung, bahkan dia berduel dengan bodyguard Fernandez.
Anak buah yang lain hanya melihat dengan miris dan takut, mereka menunduk dan kasihan. Tapi tidak berani membantu temannya itu.
"Hentikan Gennaro!"
Suara langkah cepat dan berat dari arah pintu serta teriakan menghentikan Gennaro memukuli anak buahnya. Membuat semua yang hadir di sana pun menoleh ke sumber suara itu. Javier menatap tajam pada Gennaro yang telah menyiksa anak buahnya.
"Apa yang kamu lakukan?!" tanya Javier pada Gennaro.
Dia mendekat dan berhenti di depan Gennaro. Tatapannya masih tajam pada Gennaro, yang di tatap justru membuang muka ke samping dan menghembuskan nafas kasar. Dia pun berbalik dan duduk di kursi yang tadi dia duduki. Javier juga duduk di kursi di depannya.
"Kenapa kamu memukuli anak buahmu?" tanya Javier.
__ADS_1
"Tidak apa, aku hanya sedang berolah raga saja. Ada apa tuan datang kesini?" tanya Gennaro.
"Aku mendengar Liugi bergabung dengan Lion King." kata Javier.
"Benar sekali. Dan mereka berduel, Liugi kalah. Heh! Bodoh sekali dia."
"Jangan pedulikan Liugi, kamu fokuskan satu orang yang mengalahkan Liugi itu." kata Javier.
"Siapa dia? Seberapa hebatnya dia bisa mengalahkan Liugi, tapi kurasa Gustavo sangat cerdik mengambil laki-laki itu. Oh ya, kudengar dia dulu bodyguard Fernandez Hugo."
"Aku baru tahu jika dia adalah orang yang selama ini aku cari. Paolo menyelidiki dia sudah sejak lama, tapi baru sekarang laki-laki itu aku tahu siapa dia." kata Javier dengan tatapan tajam menyapu ruangan gelap di depannya.
Gennaro menerna apa yang di katakan oleh Javier, dia mendekat. Berdiri tegap di belakangnya sambil mengepal tangannya, wajahnya mendongak. Dia tahu Javier sedang marah saat ini, dan dia pun ikut tersulut emosi. Kenapa ada yang tidak bisa dia lakukan untuk bosnya itu.
"Siapa dia tuan Javier?" tanya Gennaro.
"Dia anak laki-laki Alehandro. Paolo mengatakan dia ingin membalas dendam padaku. Sebelum dia membalas dendam padaku, kamu cepat habisi dia Gennaro." kata Javier masih menatap tajam ke dalam ruangan gelap itu.
"Paolo mencari tahu tentang laki-laki itu, dia kabur ke Makau. Dan sejak saat itu tidak ada kabar darinya." kata Javier lagi.
"Hebat sekali dia, keberuntungan selalu ada di pihaknya. Tapi anda jangan khawatir tuan, aku akan menghabisinya. Di mana dia tinggal?" tanya Gennaro.
"Kamu bertanya seperti anak kecil, Gennaro! Tentu saja dia tinggal di markas Lion King." kata Javier kesal dengan pertanyaan bodoh ketua mafia Black Jack itu.
"Ooh, maaf tuan. Baiklah, dia akan aku awasi. Satu anak buah akan mengawasi dia, kemana pun dia pergi." kata Gennaro lagi.
"Baguslah, jika kamu tidak bisa menghabisi anak Alehandro itu. Maka jabatan ketuamu dari Black Jack aku gantikan dengan yang lain." kata Javier menoleh ke arah Gennaro.
__ADS_1
Gennaro pun diam, dia menunduk. Javier mencibir Gennaro lalu pergi meninggalkannya yang masih diam saja. Rasa marah karena semua anak buahnya tidak bisa membunuh anak Alehandro, hingga dia mau membalas dendam padanya.
Sepeninggal Javier, Gennaro pun melangkah ke meja dan memukulnya kuat. Dia benar-benar merasa gagal telah membunuh dan membantai semua keluarga dan anak buah Alehandro Ferguso waktu itu. Ternyata ada satu anak yang selamat dari pembantaian waktu itu.
Meski setelah pembantaian Alehandro, dia dan anak buahnya sudah tidak di suruh mencari anak yang selamat itu. Dia pikir keluarga Alehandro sudah habis semua, bahkan Fabio juga sudah dia habisi.
Tapi sekarang, anaknya Alehandro datang mau balas dendam pada Javier. Tentu saja itu membuat Javier marah dan posisinya terancam akan di geser jika tidak segera menghabisi anak laki-laki Alehandro Ferguso.
"Martin!" panggil Gennaro dengan keras.
Anak buah yang bernama Martin pun maju dengan rasa takut, namun dia tetap harus menghadap pada Gennaro. Menunduk dalam dan menjawab panggilan Gennaro.
"Ada apa tuan Gennaro?"
"Kamu cari tahu laki-laki anak Alehandro itu, satu orang untuk mengawasi dia dan laporkan padaku kemana saja dia pergi." kata Gennaro.
"Baik tuan." kata Martin.
"Kamu boleh pergi, secepatnya cari tahu dia. Oh ya, dia sekarang bergabung dengan Lion King. Jadi hati-hati pada kelompoknya itu."
"Baik tuan."
Setelah berkata seperti itu, Martin pergi keluar, sedangkan Gennaro mengambil minuman beralkohol untuk menghilangkan rasa kesal dan merasa di remehkan oleh Javier.
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤