
Sesuai rencana, Lee kini pergi dari markas sendirian. Dia pergi agak jauh dari markas, dan alat komunikasi terhubung di telinganya agar bisa memantau keberadaan dan situasi yang sedang terjadi pada Lee jika di serang mendadak.
Lee pergi ke minimarket untuk memberli barang yang dia butuhkan. Dan benar saja, dua mobil mengikuti Lee dari belakang. Lee memberitahu pada Dave bahwa dia di ikuti. Untungnya Lee di beri alat GPS di sepatunya, agar bisa melacak di mana Lee di tahan nantinya.
"Ayo kita tangkap dia." kata orang yang mengikuti Lee sejak keluar dari markas.
"Ayo, jangan sampai gagal lagi. Kemarin gagal karena banyak sekali pengawal di sampingnya. Dan sudah pasti ada Dave juga." kata temannya.
"Aku penasaran, seberapa hebat laki-laki bernama Dave itu."
"Kamu belum tahu, Gennaro saja sampai kalah olehnya ketika bertarung." katanya lagi.
"Hmm, sangat berbahaya ya. Lalu, jika ingin menangkap Dave itu kenapa harus menagkap temannya lebih dulu? Bukankah lebih baik langsung saja kita serang?"
"Bodoh kamu! Dia tidak mudah untuk di lawan. Makanya mencari umpan lebih dulu, itu yang di katakan tuan Javier pada kakaknya tuan Luciano." kata satu temannya lagi.
Mereka menunggu Lee keluar dari minimarket dan segera keluar, baru mereka secara bersamaan akan menyerang Lee dan di buat kewalahan. Baru setelah itu di lumpuhkan dan langsung di bawa ke markas Black Jack.
Lee sepertinya bersikap biasa saja. Keluar dari mini market membawa kantong plastik berisi barang yang dia butuhkan. Dan baru saja membuka pintu mobil, tiga orang dengan cepat langsung memukul tengkuknya. Lee langsung tumbang tak sadarkan diri.
Ketiga orang yang tadi membuat Lee pingsan memasukkan Lee ke dalam mobil van merah metalik. Beberapa orang juga masuk ke dalam mobil van itu, dua orang yang tertinggal menyiramkan bensin ke mobil Lee yang tadi di bawa.
Kemudian di lempar korek api ke dalam mobil yang di siram bensin. Dan terjadi ledakan besar di depan mini market tersebut, membuat orang-orang yang ada di sana pun terkejut serta berlarian menyelamatkan diri. Ada yang menelepon polisi dan petugas kebakaran.
__ADS_1
Boom! Boom!
Dua kali ledakan mobil itu membuat orang-orang yang tadi membakar mobil Lee pun pergi dengan cepat, melarikan diri melajukan mobilnya dengan cepat. Orang-orang di sekitar mini market heran, siapa yang membakar mobil itu.
"Halo tuan?"
"Kamu sudah membakar mobilnya?" tanya seseorang di balik sambungan telepon.
"Sudah tuan." jawab orang yang di suruh membakar mobil itu.
"Bagus. Kamu hilangkan juga jejak semua yang berhubungan dengan Lee. Suruh periksa semua apa yang dia pakai di bajunya." perintahnya.
"Baik tuan."
"Iya tuan."
Klik!
Kemudian dia menghubungi anak buah satunya yang membawa Lee dalam keadaan pingsan. Dia akan memberitahu kalau Lee harus di periksa semua, jangan sampai ada benda sebagai penyadap di baju yang di gunakannya.
"Halo? Kamu buang semua baju yang menempel di tubuhnya, ingatkan periksa lebih dulu sebelum membuangnya. Di baju itu pasti sudah di pasang penyadap dan GPS." katanya memberitahu temannya.
"Baik, laksanakan!"
__ADS_1
Setelah memberitahu temannya, dia pun melajukan mobilnya dengan kencang. Mengejar mobil van yang membawa Lee dalam keadaan pingsan.
Sementara itu, di markas Fernandez, Dave dan Gustavo sudah melacak kemana mereka membawa Lee pergi. Dengan bantuan Luca yang sengaja membuat alat GPS dua buah di pasang di baju dan juga sepatu Lee.
"Apakah alat itu tidak di buang juga?" tanya Gustavo.
"Mereka pintar Dave, baju Lee di buang di pinggir jalan. Lihatlah, titik GPSnya berhenti di jalanan sepi. Tapi satu lagi di sepatu belum di temukan, kita lihat apakah mereka pintar juga menemukan dua titik GPS lagi." kata Luca.
"Paman memberi tiga tanda GPS?" tanya Dave.
"Iya Dave, karena jika hanya satu itu mereka akan melacaknya dan membuangnya. Kita punya cadangan GPS dua." kata Luca.
"Hmm, benar juga. Mereka tidak bodoh. Menculik tanpa memeriksa semua yang di pakai Lee." kata Dave.
Mereka bertiga masih memperhatikan kemana Lee di bawa. Tapi ketiganya sudah menduga akan di bawa ke markas Black Jack. Dan titik itu memang mengarah ke wilayah Sisilia. Satu titik GPS hilang, kini Luca dan Dave masih punya satu titik GPS yang masih bergerak menuju Sesilia.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1