
Dave sudah bersiap untuk pergi ke markas Dark Wolf sendirian. Dari belakang dia juga di ikuti oleh seseorang, dia tahu siapa mereka. Namun lama mereka memperhatikan mobil Dave, akhirnya berbalik arah kembali menuju markas Lion King.
Rencana mereka yaitu akan menculik Lee, dan rencana itu sudah matang. Kini Lee menunggu Dave selesai mendekati ketua Dark Wolf, James Pattinson. Dia pergi ke markas Dark Wolf sendiri tanpa di temani oleh siapa pun, dan waktunya malam hari.
Menaiki mobil dengan kecepatan penuh, agar bisa mempersingkat waktu. Dan kini dia menghentikan mobilnya tepat di depan anak buah James yang sedang berpatroli. Dave turum dengan tenang dari mobilnya, menuju ke arah anak buah James. Merentangkan kedua tangannya, siap untuk di periksa.
"Siapa kamu?!" tanya anak buah James dengan mata menyelidik.
"Katakan pada bosmu, aku Dave Nino Alehandro Ferguso mau bertemu dengannya." kata Dave masih bersikap tenang.
"Mau apa kamu menemui bos James, hah?!"
"Katakan saja, dia pasti tahu apa maksudku ingin menemuinya. Jangan banyak tanya!" ucap Dave, dia tidak suka berbasa basi.
Kedua anak buah James saling pandang, salah satu temannya memeriksa Dave, yang satu pergi menemui bosnya sedangkan yang lain masih berjaga dan siaga dengan Dave yang datang secara tiba-tiba. Dave menunggu anak buah James yang melaporkan dirinya ada di depan markas.
Tak lama anak buah yang melapor itu pun kembali dan berbisik pada temannya. Mereka pun saling pandang, lalu mendekat pada Dave yang masih diam dengan tenangnya.
"Kamu di suruh masuk oleh bos James, dia menunggumu di ruangannya." kata anak buah James Pattinson.
"Baiklah, aku masuk." kata Dave.
"Tunggu!"
"Apa lagi?"
"Serahakan senjatamu, untuk berjaga agar kamu tidak menyerang bos kami." katanya lagi.
__ADS_1
"Kalian takut? Tapi tidak apa, ini ambillah." kata Dave menyerahkan senjata apinya pada penjaga itu beserta pelurunya juga.
Setela di periksa kembali, dan tidak menemukan apa pun. Dave bisa masuk di temani orang yang tadi melapor. Dia berjalan di belakang, melihat sisi kanan kiri juga tampak banyak mata yang menatapnya tajam dan bersiap menyerang jika terjadi perlawanan.
Dave terus berjalan dengan tenang, dia mengikuti anak buah James menuju ruangan yang di gunakan sebagai kantor James. Dia berhenti ketika penjaga tadi menyuruhnya berhenti. Dan dia pun masuk, melaporkan Dave sudah berada di depan pintu.
"Kamu masuklah, bos sudah menunggumu." kata anak buah tadi setelah keluar lagi.
"Terima kasih." ucap Dave.
Dave pun mendorong pintunya dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Dia melihat ada meja dan kursi seperti meja kerja kantoran. Ada juga sebuah laptop di atas meja juga beberapa berkas di atas meja juga. Tampak di kursi itu laki-laki bernama James menatapnya dingin dan datar.
Dia duduk bersandar, sesekali menghisap cerutunya. Kemudian berdiri dan menghampiri Dave yang berdiri di depan mejanya. Dengan tenang Dave hanya melihat James yang menghampiri dirinya, meliriknya sekilas lalu menatap ke depan lagi.
"Anak Alehandro datang kepadaku dan sudah aku duga kamu akan meminta bantuanku kan?" kata James Pattinson.
"Bukankah aku sudah mengenalmu, anak muda?" kata James lagi menghisap cerutunya.
"Oh ya benar, anda memperkenalkan diri di pemakaman itu? Sungguh perkenalan yang menakjubkan." kata Dave dengan bahasa menyindir.
"Hahah! Pintar juga kamu menyimpulkan itu. Pasti Mateo yang memberitahumu tentang kelompokku dan juga kekecewaanku pada papamu dulu." kata James, Dave tersenyum lalu menunduk.
"Jadi, kamu akan kecewa selamanya pada papaku?" tanya Dave.
"Aku bahkan sangat kecewa ketika kamu lahir dan papamu membubarkan kelompoknya. Menyuruh kami untuk hidup normal, layaknya orang lain. Berkeluarga dan juga mempunyai pekerjaan tetap. Aku sangat kecewa sekali saat itu pada Alehandro." kata James mengingat masa lalu dengan papanya Dave, Alehandro Ferguso.
Dia duduk kembali, membuka laptopnya dan mencari sesuatu di sana. Kemudian dia memperlihatkan laptop itu pada Dave. Dia menunjukkan sebuah foto tiga orang, Dave memperhatikan tiga orang yang ada di foto tersebut.
__ADS_1
Dia kenal sekali siapa di antara keempat foto tersebut. Yaitu papanya, James dan Fabio serta entah siapa satu lagi. Dave tidak tahu, dia baru melihat laki-laki di sebelah papanya itu.
"Satu lagi itu siapa?" tanya Dave.
"Dia sudah meninggal, dia juga ikut denganku. Kecewa pada papamu. Sedangkan kamu tahu satunya lagi itu siapa."
"Ya, aku tahu. Dan aku pernah tinggal dengannya, paman Fabio juga sudah meninggal. Satu lagi aku tidak tahu, bahkan papa tidak memberitahuku jika papa mempunyai teman dan anak buah yang setia lalu kecewa padanya. Bahkan paman Mateo juga tidak pernah cerita padaku tentang dirimu dan satu lagi itu." kata Dave.
"Namanya Enrico Lazaro, dia juga anak buah papamu yang setia sekaligus kecewa padanya. Dia ikut denganku membentuk Dark Wolf, tapi dia meninggal karena sakit jantung." kata James kembali mengenang masa lalunya.
"Sekarang, apa yang anda lakukan tuan James? Bersembunyi dari kelompok Javier yang sudah membantai keluarga papaku? Apa anda tidak merasa marah ketika papaku di bantai oleh Javier?" tanya Dave penuh penekanan.
"Jangan menuntutku, Dave! Papamu yang telah membuat aku kecewa. Jika saja papamu masih terus menjadi satu kelompok mafia yang di takuti waktu itu, tentu saja tidak akan mati di bantai oleh Javier." kata James penuh kekesalan pada Dave.
"Heh! Pengecut! Itu sama saja anda bersembunyi dari Javier. Bukan seseorang yang di anggap jantan dan pemberani bersembunyi dan hanya diam saja ketika kejahatan merajalela. Bahkan papaku berhenti jadi mafia karena papaku tidak mau melihat kejahatan terus menerus terjadi." kata Dave tegas.
James diam, dia menatap Dave penuh kekaguman. Dia merasa ada seseuatu yang sangat hebat dalan diri Dave, sesuatu yang bisa mempersatukan kelompok mafia yang ada di Sesilia, Italia. James tersenyum sinis, mengambil cerutunya lalu menyalakan mantik dan menyulutkannya pada cerutunya.
"Apa yang kamu inginkan, Dave Nino Alahandro Ferguso?"!
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1