
Dave terus menyerang Gennaro secara bertubi-tubi. Sedangkan Gennaro tidak menyangka Dave begitu kuat dan lincah menyerangnya dengan ilmu bela dirinya. Dia mengacungkan senjatanya, tapi Dave lebih gesit menendang tangan Gennaro.
"Hiaaaat! Bug!"
"Aaaah!"
"Sialan! Kamu anak kecil jelmaan setan! Apa yang kamu gunakan hah?!" teriak Gennaro pada Dave yang menatapnya tajam.
"Orang tua bodoh! Semua ilmu beladiri sudah aku pelajari. Kamu bisa apa hah?! Hanya menggertak saja, bahkan bertarung saja tidak bisa!" kata Dave dengan tatapan tajam.
Gennaro tersenyum sinis, dia meludah kesamping. Mundur sejenak dan tangannya bersiap untuk menyerang Davs lagi. Kali ini dia menggunakan ilmu beladiri karate dan Muay Thai secara bergantian. Dave tahu itu gerakan karate dan juga Muay Thai yang di gunakan Gennaro.
Muay Thai dengan gerakan cepat tangan dan kaki yang selalu menendang, serta perpaduan karate. Dave sempat bingung dengan gerakan Muay Thai yang cepat, namun telinga serta matanya menajam. Pikirannya pun berputar, gerakannya maju mundur untuk memastikan gerakan Gennaro tidak mengenai dirinya.
Di kala pikirannya berusaha untuk mencari cara bagaimana menghindar dari serangan Gennaro. Justru Gennaro menyerang lebih cepat dengan menendang ke arah wajah Dave.
Set! Bug! Bug!
Gennaro menendang wajah Dave dengan cepat dan kekuatan penuh. Hingga Dave tidak bisa menghindar, secepat kilat sikut Gennaro menyikut perut Dave dan tangan satunya memukul leher Dave.
Urgh! Aaa! Ssht!
"Jago juga orang tua ini." kata Dave memegang lehernya yang terkena pukulan Gennaro.
"Jangan anggap enteng apa yang aku miliki anak setan!" teriak Gennaro.
"Hmm, bagus. Berarti aku punya lawan seimbang. Majulah Gennaroo!" teriak Dave menyiapkan ancang-ancang untuk menyerang dan menangkis serangan Gennaro.
__ADS_1
Dave menggunakan ilmu Wing Chun, gerakan untuk menangkis lawan yang menyerang dari depan. Sehingga tepat sekali dia menangkis serangan Gennaro dengan gerakan Muay Thai itu.
Hiat chiaat! Hiaat chiaat! Bug!
Set! Hiat! Hap! Set! Set!
Bug! Bug! Krek! Set! Set!
Gubrak!
Dave memukul mundur Gennaro, hingga laki-laki itu pun mundur dan menabrak beberapa senjata yang ada di pinggir tembok. Tidak membuang kesempatan, dia mengambil senjata itu. Tombak yang dia ambil dan mengarahkannya pada Dave.
Dave menghindar, dia beberapa kali hampir mengenai tombak di wajahnya. Jika dia tidak segera menghindar, maka hidungnya itu akan terkena ujung runcing tombak tersebut.
"Mampuslah kamu anak setan!" teriak Gennaro mengacungkan tombak ke arah Dave.
Dave kembali mengelak serangan Gennaro, dia dengan gesit dan lincah menangkis serangan Gennaro dengan tombak. Beberapa kali tangannya terkena sentuhan ujung tombak dan kulit lengannya terkelupas. Darah mengalir, rasa perih tak di hiraukan oleh Dave.
"Aaargh! Sialaaan!"
Gennaro mengumpat, dia lalu melompat dan segera menyelamatkan diri agar terhindar dari serangan Dave itu. Melompat ke atas dan menendang Dave dengan keras hingga Dave pun terjatuh ke belakang.
Lalu Gennaro segera berlari cepat, dia menaburkan bubuk tepung sebagai penutup agar kaburnya dirinya tidak terlihat dan tersamarkan. Benar saja, Dave kesulitan melihat kemana Gennaro pergi.
"Pengecut! Ternyata ketua Black Jack tidak ada apa-apanya." kata Dave.
Dia mengibaskan sisa tepung yang masih menghalangi pandannya, berjalan sebuah bayangan mendekat padanya. Dave bersiaga, siapa yang mendekat padanya karena pandangannya terkaburkan oleh bubuk halus yang belum juga turun ke bawah.
__ADS_1
"Dave! Kamu di mana?"
Suara Lee memanggil Dave, untung saja Lee memanggilnya. Jadi Dave pun menurunkan tangannya, pedang yang tadi terlempar di ambilnya lagi.
"Lee, apa semuanya sudah di selesaikan?" tanya Dave.
"Mereka kabur Dave. Bagaimana dengan Liugi? Apa dia masih hidup?" tanya Lee.
"Oh, Tuhan. Liugi di tinggal tadi, tapi dia sepertinya sudah tewas di tembak oleh Gennaro. Setelah semua tubuhnya babak belur, rupanya Gennaro sangat antusias menyiksa Liugi." kata Dave.
Mereka berdua menuju di mana Liugi tergeletak. Lee dan Dave mau memastikan bahwa Liugi memang sudah tewas atau ternyata dia pingsan saja.
"Dia sudah tewas, Dave." kata Lee memeriksa hidung dan juga pergelangan tangannya.
"Kalau beegitu, biar anak buah Gustavo yang membawanya dan mengurus mayatnya." kata Dave.
"Gustavo ikut menyerang anak buah Gennaro, mereka kewalahan dan akhirnya banyak yang kabur. Gustavo membiarkan mereka pergi, kurasa dia mencari masalah dengan membiarkan para anak buah Javier dan Gennaro pergi." kata Lee.
"Biarkan saja, itu menandakan bahwa Javier memang tidak ada apa-apanya." kata Dave.
"Hmm, jadi begitu ya."
Kini keduanya pun keluar dari gedung tersebut, mereka akan kembali ke markas. Dan sudah barang tentu Gennaro kabur setelah dia merasa kalah, begitulah keahlian Gennnaro. Dan itu tidak ada yang tahu.
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤