Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
57. Kegaduhan


__ADS_3

Dave dan Luca kini bekerja terus melalui layar monitor, memantau setiap pergerakan apa yang di lakukan oleh sebagian oknum kepolisian. Dengan meretas satelit nasional, Luca dan Dave bisa melihat kegiatan mereka. Lalu mengambil gambar foto tersebut lalu membuat narasi dan di lempar ke media.


Pagi harinya semua heboh dengan berita mengejutkan, orang-orang yang dulunya tidak tahu sekarang jadi tahu dan bahkan mencibir. Beberapa kali Luca dan Dave mengambil gambat transaksi ilegal oleh oknum pemerintah, baik dari pihak keamanan atau pun badan hukum.


Setiap satu minggu sekali, bahkan dua kali berita Luca lempar ke media. Dan terjadilah kehebohan di masyarakat, mulai krisis kepercayaan pada institusi hukum dan juga pihak keamanan. Membuat semua instansi pemerintah lebih berhati-hati ada yang menyadap atau meretas mereka.


"Siapa orangnya? Berani sekali ya." kata sebagian orang yang bergunjing.


"Biarkan saja, siapa pun orangnya dia membantu kita untuk mengungkap kejahatan dan juga kebohongan para oknum kepolisian. Apalagi ada seorang pengacara di bayar mahal dengan berpesta bebas dengan para wanita bayaran itu. Benar-benar menjijikkan sekali." kata yang lainnya.


Kini berita semakin santer saja, membuat kalang kabut para petinggi pemerintahan san juga jajarannya. Mencari tahu siapa yang merekam mereka, setahu mereka cctv di buat mati dan tidak ada laporan apapun.


Sementara itu, di bagian parlemen mereka sibuk saling mencari siapa yang menyebarkan video atau foto-foto tersebut. Bahkan memberikan narasi yang sagat tajam dan membuat masyarakat beropini jelek pada mereka.


Hingga kejadian itu hampir satu bulan, maka para mahasiswa dan lembaga independen pun mulai bergerak. Mereka melakukan demo, menurunkan pada pejabat dan juga oknum polisi serta kejaksaan untuk di turunkan. Banyak kalangan mahasiswa dan independen mendapatkan bukti-bukti keculasan mereka dan korupsinya.


"Ayo semua, kita gulingkan parlemen ini. Jika mereka yang memimpin negeri ini, akan selalu kecurangan dan juga kejahatan akan mereka lindungi. Kita sebagai rakyat harus menuntut mereka untuk mundur atau kita paksa turun dari jabatannya!" teriak para demonstran itu.


Di mana-mana gaduh, semua mengikuti apa yang di lakukan oleh mahasiswa dan lembaga independen juga lembaga-lembaga lainnya. Selama satu minggu mereka bergejolak untuk menurunkan para pejabat yang .melakukan keburukan.


"Kurang ajar! Siapa orangnya yang membuat semua gaduh itu?!" teriak Javier pada anak buahnya.

__ADS_1


Dia benar-benar marah karena semua gaduh dan masyarakat meminta para pejabat yang dia kuasai itu sekarang di minta turun. Itu bisa mengancam kekuatan dan kekuasaanya di Italia sebagai mafia yang sangat berpengaruh.


"Kita tidak tahu tuan, mereka sepertinya meretas melalui satelit. Karena satelit tidak bisa terkunci, setiap orang bisa masuk kesana melalui layanan gugle map." kata anak buahnya.


"Kenapa kepala satelit itu bisa di retas? Seharusnya satelit bisa di kunci keamanannya, agar tidak di retas!" kata Javier lagi.


Dia benar-benar kecolongan, jika keadaannya semakin bergejolak. Tapi dia akan menunggu, masih menggunakan ahli ITnya untuk menelusuri siapa yang berani meretas satelit dan melakukan perekaman video dan foto kegiatan kelompoknya.


"Apakah sebaiknya anda gunakan pasukan inti, tuan Javier?" tanya salah satu dari anak buahnya.


"Tidak. Belum saatnya aku menggunakan kelompok itu. Selama kalian bisa mengatasi kegaduhan itu, suruh militer bertindak bagi siapa saja yang menjadi provokator di setiap demo. Selidiki dulu siapa di antara mereka yang memprovokasi, lalu kalian culik." kata Javier.


"Baik tuan."


"Baik tuan."


_


Sudah beberapa bulan nagara itu sering sekali bergejolak dengan adanya video atau foto yang secara langsung di kirim oleh Luca. Banyak yang mencari tahu siapa pengirim video atau foto-foto tersebut. Akun pengirimnya juga berbeda-beda, jadi susah sekali melacaknya.


Sementara di markas Fernandez, Dave dan Lee sedang bercengkrama di tengah santai pekerjaan keduanya. Karena sekarang banyak sekali yang mecoba meretas akun Dave, tetap tidak bisa di buka.

__ADS_1


"Kamu sudah bisa meretas situs penting Dave?" tanya Lee.


"Aku bahkan tahu sedetail apa rumah Javier di setiap sudutnya." kata Dave.


"Benarkah?" tanya Lee tidak percaya.


"Iya, untuk melakukan boom di rumahnya dengan melalui drone juga bisa. Tapi aku ingin menghadapinya langsung, menatap wajahnya yang sombong dan penuh kelicikan itu." kata Dave.


"Kamu melihat ayahmu terbunuh Dave?" tanya Lee.


"Ya, aku mengetahui mereka menjerit dan memohon pada Javier. Tapi Javier tidak memberikan apa pun, bahkan dia tertawa ketika papaku mereka tembaki." kata Dave lagi.


Lee terdiam, begitu dalam luka Dave akibat pembunuhan itu. Hingga dewasa ingatan itu tidak pernah hilang. Dan rasa dendam di hatinya bahkan semakin kuat. Dia kembali setelah melalui berbagai ujian hidupnya dengan orang-orang yang menganggapnya bodoh.


Beruntung Dave berteku dengan Fernandez Hugo, laki-laki dengan segala kekayaan dan kekuasaan tanpa harus menggunakan semua itu untuk kejahatan dan kebusukan karena perdagangan barang terlarang. Dan kini bisa bertemu dengan Lee, yang menjadi sahabatnya yang setia.


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2