
Black Jack sudah dapat interuksi dari Javier, bahwa mereka akan melakukan pembakaran pada gudang di perusahaan kecil milik lawannya yang membelot, setelah tahu kejadian gudang di perusahaan di jadikan pabrik pembuatan narkoba. Banyak yang menarik sahamnya dan bergabung atau di jual oleh Fernandez Hugo.
Mateo yang bergerak waktu itu untuk menarik pemilik saham dari perusahaan Alehandro yang di rebut. Sekarang perusahaan itu semakin kacau dan entah di tinggalkan oleh Paolo, dan sebentar lagi bangkrut. Javier sengaja membuatnya bangkrut.
Baginya, perusahaan itu tidak seberapa. Meski perusahaan besar, tapi tidak di kelola dengan sungguh-sungguh. Kini Javier memerintahkan Black Jack untuk membuat para pemegang saham yang secara diam-diam berhianat telah menjual sahamnya pada orang lain.
Ada juga yang menjualnya pada Fernandez, maka dari itu. Pertama yang akan dia serang adalah pemegang saham yang membelot darinya.
"Bakar gudangnya." kata Javier saat itu dengan geram.
"Baik tuan."
Dan malam hari, sekelompok motor seperti geng motor melaju membelah jalanan menuju gudang pabrik untuk di bakar sesuai perintah Javier. Sepuluh kendaraan bermotor masuk ke kawasan perusahaan, mereka menuju gudang. Meski ada bagian satpam yang menghalangi, justru mereka buat satpam itu babak belur.
"Hei! Mau apa kalian!" teriak satpam penjaga mencegah mereka yang membawa botol berisi bensi.
Satu orang menghalangi satpam tersebut, dan mengancamnya, " Lebih baik kamu diam jika ingin selamat!" gertaknya.
"Tapi kalian mau apa?!"
"Diam, atau kamu saya bakar sekalian!" teriak anak buah Balck Jack itu.
Satpam diam, dia menjauh pergi ke pos satpam dan ingin menelepon ke polisi. Tapi sebelum tersambung, satpam itu di pukul tengkuknya dan langsung terkulai jatuh.
Bug! Bug!
"Sudah aku bilang diam saja, kenapa susah sekali." katanya memukul dua kali.
"Ayo bereskan semuanya! Lalu kita bergerak ke daerah barat!" teriak anak buah yang memimpin pembakaran gudang perusahaan itu.
Lalu semua bergerak dengan cepat, menyiram bagian tempat pembuangan sampai awalnya. Lalu merembet terus ke seluruh tembok bagian belakang yang berisi kayu-kayu serta wadah besar terbuat dari plastik. Semua di bakar tanpa ada yang terlewatkan.
Nyala korek api di lempar ke tempat sampah yang sudah di siram bensin. Setelah api membara dan langsung merembet kesemua benda di siram bensin, mereka pun keluar dari dalam gudang dan segera pergi.
__ADS_1
Karena di sana pasti akan ada ledakan, api itu akan mengenai listrik dan meledak.
Booom!!!
Benar saja gudang itu meledak dan semakin meluas apinya. Seseorang mengetahui kejadian itu pun langsung menghubungi polisi dan pemadam kebakaran. Tak berapa lama, bunyi sirine segera membelah jalanan menuju tempat kebakaran.
Sementara itu, sebagian kelompok Black Jack juga sudah berada di salah satu pabrik plastik milik pengusaha yang membatalkan kerja sama dengan perusahaan Javier. Mereka juga segera membakarnya, lalu pergi begitu saja.
Malam itu dua kebakaran terjadi oleh ulah mereka yang lakukan, lalu mereka pun masuk ke sebuah mini market dan merusak semua barang yang di pajang.
Prang! Prang! Brak! Brak!
Beberapa barang di rusak dan di lempar. Kasir di sana ketakutan dan bersembuyi, lalu berusaha menelepon polisi.
"Halo, polisi."
Dor! Dor!
"Ayo kita pergi, cukup sampai sini saja sebagai pengenalan kita setelah lama kita tidak beroperasi." kata ketua yang memimpin pergerakan dan pengrusakan mini market itu.
Sementara itu, berita dua kebakaran sudah sampai di markas Fernandez. Semua tampak berkumpul, dan kebetulan Gustavo juga ada bersama Fernandez dan Mateo serta Luca.
"Mereka sudah bergerak, apa yang akan kita lakukan tuan?" tanya Gustavo.
"Sebaiknya diam saja dulu. Kemumgkinan itu perkenalan mereka untuk tahu jika Balck Jack sudah kembali. Orang-orang yang sudah tahu siapa Black Jack pasti merasa takut. Tapi kita untuk sementara ini diam saja, jangan bergerak dulu." kata Fernandez.
"Tuan Hugo, mereka juga sudah bergerak menuju rumah salah satu pemegang saham yang bergabung dengan anda." kata Luca melihat titik kecil di layar monitor pengawasan pergerakan kelompok Black Jack.
"Siapa yang mereka tuju sasarannya?" tanya Fernandez.
"Tuan Albert." jawab Luca.
Fernandez diam, dia tahu siapa taun Albert. Salah satu pemegang saham yang semua asetnya di ambil di perusahaan Javier.
__ADS_1
"Mereka benar-benar mengacaukan semua orang-orang yang membelot dari Javier." kata Meteo.
"Lalu, apakah kita akan diam saja?" tanya Gustavo.
"Kita pantau saja. Saat ini biarkan kepolisian yang menyelesaikannya. Karena kukira polisi sudah cepat tanggap." ucap Fernandez.
"Jadi, kita harus menunggu?"
"Untuk saat ini kita harus tenang dan menunggu. Tapi harus tetap waspada, karena mereka bergerak sering tidak terduga." kata Fernandez.
"Ya benar, ketika mereka merebut perusahaan tua Alehandro juga seperti itu. Dan saya baru tahu setelah dua bulan pembataian keluarga tuan Alehabdro, ternyata Black Jack yang menbantu Javier hingga sangat mudah masuk ke dalam rumah tanpa orang tahu." kata Mateo.
"Jadi mereka bisa saja melakukan apa pun?"
"Begitu, tapi kelompok mereka tidak akan selamanya utuh, saya dengar ada satu anak buah Gennaro yang membangkang dan membuat kelompok baru. Kita bisa manfaatkan mereka untuk bergabung dengan kelompok Lion King." kata Luca.
"Siapa dia?"
"Liugi. Dia dulu anak buah Gennaro dan sekarang bergerak sendiri." kata Gustavo.
"Baiklah, kamu dekati dia Gustavo. Lalu ajak dia masuk ke dalam kelompok Lion King." kata Fernandez.
"Ya, sebaiknya seperti itu."
Pembicaraan mereka hingga larut malam, sedangkan kelompok Black Jack masih bergerak untuk mencari siapa saja penghianat bos mereka, Javier Morrata.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1