Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
42. Pesta Besar


__ADS_3

Luciano pun duduk di kursi yang sudah di persiapkan di tengah-tengah orang-orang yang ingin melihat pecukuran rambut serta jenggot yang sudah menjuntai ke bawah, seperti kakek penyihir di film Harry Potter. Dumbledore, berambut panjang dan juga jenggot pun panjang.


Dan malam ini, Luciano akan merubah penampilannya. Di saksikan oleh para undangan yang hadir, serta rekan-rekan bisnis Javier ingin juga melihat Luciano di cukur habis sampai botak. Begitu keinginan Luciano sendiri pada Javier dan hair stylisnya.


Semua mata tertuju pada Luciano yang duduk dengan tenang, Javier mendekat dengan hair stylis. Dia menatap Luciano yang sedang menenggak minuman beralkohol dengan santai.


"Luciano, berhenti minum. Sekarang aku akan bicara pada semua yang hadir di sini menyambut kedatanganmu." kata Javier pada kakaknya itu.


"Bicara saja, jangan hiraukan aku. Aku ingin menikmati anggur tua ini. Rasanya nikmat sekali setelah menenggaknya lagi." kata Luciano.


Javier hanya menatap kakaknya kesal, Luciano memang seenaknya saja jika bertindak. Tapi Javier tidak bisa menyalahkannya, karena biarpun dia seperti itu. Luciano selalu melakukan tindakan yang sering menguntungkan bisnisnya.


Hanya waktu itu saja dia tertangkap, itu pun karena Alehandro musuh bebuyutannya yang melaporkannya. Jadi, dia sangat dendam padanya. Kini Javier bersiap bicara sebentar di depan para tamu undangan, menatap keseluruh penjuru ruangan.


Ting ting ting


Satu wanita dengan berpakaian seksi maju ke depan. Mereka semua nampak menunggu apa yang akan di sampaikan oleh sang empunya pesta, Javier Morrata. Wanita seksi itu pun berdiri di samping Javier dan tersenyum pada semua yang hadir dan menatapnya penuh keinginan.


"Selamat malam tuan dan nyonya serta nona yang cantik. Saya akan memberitahukan bahwa tuan Javier Morrata pemilik kasino terbesar di Las Vegas. Kita beri aplause untuk tuan Javier." teriak wanita yang di tunjuk oleh Javier untuk memberi sambutan.


Prok! Prok! Prok!


Suara tepuk tangan para pengunjung dan undangan. Javier tersenyum bangga, sedangkan kakaknya Luciano hanya bersikap santai dan terus menenggak minumannya.


"Oke semua, selain dari itu. Tuan Javier akan membuka brand merek dirinya di bisnis garmennya. Yaitu, merek brand 'Javier' pada merek pakaian dan juga sepatu. Tuan Javier yang akan membukanya sebentar lagi. Tapi sebelum itu, kita akan memperkenalkan laki-laki yang ketampanannya tersembunyi dari rambut tebalnya itu." kata wanita itu lagi.


Semua mata memandang Luciano, meski bagi mereka yang tahu siapa laki-laki yang ada di tengah dan sedang minum dengan santai itu adalah kakak Javier, tetap saja ada yang belum tahu siapa laki-laki yang berambut panjang dan berjenggot tebal.

__ADS_1


"Baiklah, ini pesta yang sesungguhnya setelah tuan Javier membuka brand merek perusahaan garmennya. Inilah dia tuan Luciano Morrata Gabriel, kakak dari tuan Javier Morrata. Pengusaha sukses, dan bisnisnya sudah banyak di setiap negara. Bisa di bilang tuan Javier adalah raja bisnis di dunia. Dan kita banyak yang tahu bahwa tuan Luciano baru di bebaskan dari penjara Guantanamo. Dan pesta ini adalah untuk kebebasan tuan Luciano." kata wanita itu lagi.


"Sebagai pemilik pesta mewah dan besar ini, tuan Javier akan berbicara pada anda semua. Mari kita dengarkan apa yang akan di sampaikan oleh tuan Javier."


Prok! Prok! Prok!


Javier tersenyum ramah pada para undangan yang hadir, dia merapikan dasinya. Merasa sedikit gugup, namun dia pun bisa menguasainya kembali. Menarik nafas panjang dan kembali tersenyum pada mereka semua yang menunggu dia berbicara.


"Terima kasih nona cantik, saya memang akan bicara sedikit. Saya sangat senang kakakku Luciano telah kembali, dia akan meramaikan kembali bisnis keluarga yang sudah turun temurun. Maka dari itu, kita akan menyaksikan kakakku Luciano akan mengalami perubahan di depan anda semua. Baiklah, tidak akan berlama-lama kita akan mengesarhak brand merek namaku dan juga menyambut kebebasan Lunciano." ucap Javier.


Tepuk tangan kembali bergema di ruangan besar itu. Mereka memang sangat penasaran apa yang akan di lakukan oleh stylis terkenal untuk merubah Luciano di depan mereka.


Stylis pun maju kedepan, di bantu oleh dua asistennya yang membawa alat untuk memotong dan mencukur rambut Luciano. Stylis itu sebelumnya memberi hormat, lalu langsung memotong rambut Luciano dengan cepat. Mata semua yang hadir tampak penasaran, seperti apa wajah Luciano sesungguhnya.


Tangan terampil stylis sangat cekatan memotong rambut Luciano di bantu oleh dua asistennya. Dan satu jam sudah mereka memotong rambut Luciano, banyak yang terkejut. Meski terlihat tua, tapi Luciano adalah laki-laki tampan dan sangat memikat wanita.


Pesta besar memang di adakan untuk penyambutan Luciano, perubahan simbol dengan mencukur rambut, mandi di tengah-tengah orang yang menyaksikan perubahannya. Lalu kini Luciano berganti pakaianpun di sana.


Benar-benar membuat orang sangat antusias, apalagi perawakan tubuh Luciano yang bagus. Membuat para wanita sangat tertarik. Javier pun segera memberitahu pada kakaknya agar segera menyelesaikan ritualnya.


""Luciano, cepatlah. Kita akan meresmikan brand milikku." kata Javier pada kakaknya.


"Hei, silakan saja kamu meresmikan bnmrand milikmu, aku ingin menikmati gegap gempitanya suara orang meneriakkanku di sini." kata Luciano.


"Ck, hei kalian! Cepat selesaikan semuanya. Kalau tidak, kubunuh kalian semua!" ucap Javier dengan ancamannya.


Mereka yang mengurusi Luciano pun merasa takut, lalu dengan cepat mereka pun mengangguk. Semua bekerja dengan cepat, segala peralatan segera di singkirkan. Luciano kesal, namun akhirnya dia menurut.

__ADS_1


Setelah selesai semuanya, kini orang-orang anak buah Javier menyiapkan segala keperluan untuk peresmian brand miliknya, orang-orang pun teratur melihat perubahan acara, sambil menikmati suguhan yang di berikan oleh para pelayan.


"Setelah meresmikan brand milikku, kita akan mengadakan pesta sesuka hati ya. Semua sudah di sediakan. Dan marilah kita lihat di layar monitor besar, itulah brand milikku." kata Javier dengan bangga.


Semua mata menatap ke layar monitor besar itu, tampak film pendek yang menampilkan model dan beberapa pabrik pembuatannya.


Ketika sedang melihat ke layar monitor, beberapa orang masuk denga pakaian jas lengkap. Paolo mendekat pada Javier, dia membisikkan sesuatu padanya.


"Tuan, jenderal Zeneti datang." kata Paolo.


"Suruh dia ke ruangan khusus." kata Javier.


"Baik tuan. Oh ya, saya mendapat laporan kalau jenderal Charles juga akan datang ke peata ini." ucap Paolo lagi.


"Ya, siapkan kamar khusus juga untuknya. Sesuai apa yang aku janjikan, siapkan juga gadis yang sudah ada." kata Javier lagi.


"Baik tuan."


Paolo pun pergi dari hadapan Javier, dia tahu Fernandez ada di Las Vegas sesuai laporan dari Paolo. Tapi dia tidak mengundangnya, senyumnya mengembang ketika membayangkan kasino miliknya itu akan menyaingi kasino milik Fernandez.


_


_


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2