
Jam sembilan pagi, Dave sudah berpakaian rapi. Dengan setelan jas hitam dan dasi merah, serta sepatu pantofel hitam juga. Wajahnya juga rapi tanpa ada jambang atau kumis seperti dia sebelumnya. Hari pertama kerja, Dave sangat rapi. Seperti layaknya pemain film, dia sangat gagah dan juga tegas.
"Kamu sudah siap?" tanya Chen pada Dave.
"Sudah, saya sudah rapi kan?" kata Dave meminta pendapat.
Chen memperhatikan penampilan Dave dari atas sampai bawah, tidak ada yang kurang. Semua lengkap. Chen mengacungkan jempolnya tanda sudah oke penampilan Dave itu.
"Ayo ke rumah tuan Fernandez, mungkin dia sudah menunggumu. Ingat Dave, segala pekerjaan yang jadi prioritas adalah tuan Fernandez. Kamu dengar?" kata Chen.
"Saya ingat tuan, sudah saya tanam dalam hati bahwa tuan Fernandez adalah prioritas saya dalam bekerja." kata Dave.
"Bagus, kamu ternyata mencerna ucapanku. Dan itulah yang di inginkan tuan Fernandez." kata Chen lagi.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah Fernandez Hugo. Mengantarkan Dave untuk pertama kalinya bekerja. Dalam perjalanan, Chen banyak bercerita tentang Fernandez. Dave hanya menanggapi dengan mengangguk atau bicara sedikit.
Perjalanan menuju rumah Fernandez tidak lama, hanya membutuhkan waktu sepuluh menit. Dan itu yang mengendarai adalah Dave. Chen tersenyum melihat Dave yang begitu serius dengan pekerjaan barunya sebagai bodyguard. Dia senang Dave yang penurut, tentunya dia bisa di andalkan oleh Fernandez Hugo.
"Ayo kita turun, tuan Hugo sudah menunggu." kata Chen.
"Iya tuan."
Keduanya pun turun, mereka masuk ke dalam rumah besar bergaya Eropa klasik dengan cat berwana putih dan cokelat susu. Sangat elegan dan sederhana, namun terkesan mewah. Dave dan Chen masuk ke dalam rumah, ada beberapa penjaga dan anak buah Fernandez.
Chen langsung masuk ke dalam ruangan kantor Fernandez, di sana ada tiga orang anak buah. Sama dengan penampilan Dave, rapi berjas dan berdasi serta bersepatu pantofel.
"Selamat pagi tuan." sapa salah satu pengawal Fernandez pada Chen.
"Pagi, tuan Hugo kemana?" tanya Chen.
"Tuan Hugo sedang mandi, katanya jika anda datang di suruh menunggu saja." kata pengawal lagi.
"Emm baiklah. Oh ya, kenalkan dia Dave. Kalian harus bekerja sama dengan baik nanti di belakang tuan Hugo." kata Chen memperkenalkan Dave pada tiga pengawal Fernandez Hugo.
"Saya Lee Min, dan dua orang teman saya Huan Zhu panggil saja Zhu dan dia Dominiqe. Mari kita bekerja sama dengan baik." kata Lee Min.
"Saya Dave, pengawal tuan Hugo yang baru." jata Dave menjabat tangan ketiganya secara bergantian.
__ADS_1
"Nah, kalian sudah berkenalan. Sekarang saya tinggal dulu, mau menelepon seseorang." kata Chen.
"Baik tuan Chen." jawab mereka serempak.
Chen pun pergi, dia hanya pergi ke sebuah taman di belakang rumah Fernandez. Dia menelepon istrinya, sedangkan Dave berada di ruang kerja Fernandez sedang mengobrol dengan Lee dan dua temannya.
"Jadi kamu dari Jerman?" tanya Lee.
"Emm ya, tapi aku sudah lama juga tinggal di Makau." kata Dave.
"Dengan siapa?" tanya Lee lagi.
"Pamanku, tapi pamanku entah kemana. Aku pernah di culik oleh Morata selama lima tahun dan aku tidak pernah bertemu dengan pamanku itu." kata Dave.
"Oh, kelompok Morata? Dia memang punya perjudian juga, tapi judi tarung. Ngeri sekali, jika lawan yang kalah maka jika tidak di bunuh pasti di kurung dalam keadaan lapar. Pada akhirnya tetap terbunuh juga." kata Lee lagi.
"Ya, dan aku pernah jadi petarung selama lima tahun itu di sana." kata Dave.
"Oh ya? Bagaimana kamu bisa lolos dari tempat itu?" tanya Dominiq ikut bertanya.
"Ya, dan aku kira pamanku juga di culik. Tapi Morata membohongiku, akhirnya aku kabur dari sana." kata Dave.
"Ya, aku beruntung. Aku juga pernah dengar dari kakek Qin yang menolongku, bahwa pemuda dari desa itu datang ke hutan dan tidak pulang lagi." kata Dave.
"Hemm, benar sekali. Saudaraku juga ada yang di bawa kesana, dan tidak pulang lagi. Entah sekarang dia masih hidup atau sudah mati." kata Huan Zhu.
Percakapan mereka terpotong dengan kedatangan Fernandez Hugo yang sudah siap berangkat ke kasino miliknya di kota. Dia membawa tas hitam, di ambil oleh Dominiqe. Sedangkan Dave, Lee Min dan Huan Zhu berdiri dan bersiap pergi mengawal Fernandez Hugo pergi ke Makau.
"Kalia sudah siap?" tanya Fernandez.
"Siap tuan!" jawab ke empatnya serempak.
"Baguslah, kamu juga harus siap Dave. Ini hari pertamamu bekerja, jangan mengecewakanku." kata Fernandez.
"Baik tuan." jawab Dave.
Lalu Fernandez pun keluar dari ruang kerjanya. Di belakang ke empat bodyguardnya mengikuti. Dengan langkah tegap dan pasti, ke empatnya benar-benar menjaga Fernandez. Lee membukakan pintu mobil untuk Fernandez, lalu dia pun yang mengendarai mobil yang ada Fernandez dengan Dave di samping Lee.
__ADS_1
Senjata dan juga alat penghubung di telinga untuk berkomunikasi sudah terpasang. Dave terlihat tegang, namun kemudian dia menenangkannya kembali. Dia sangat siap jika memang ada kelompok yang akan menyerang Fernandez.
Karena memang, setiap kali keluar dari rumahnya terkadang ada saja berondongan peluru mengarah pada mobil Fernandez. Mobil satunya ada di belakang dan juga di depan. Pengawal yang mengikuti Fernandez memang banyak, tapi Dave di khususkan untuk melindungi Fernandez.
Baru saja mereka meluncur menuju kasino milik bosnya, mobil mereka tiba-tiba di berondong peluru dengan cepat dan beberapa kali. Lee dengan cepat melarikan mobilnya, di susul oleh mobil kedua yang melindungi mobil Fernandez.
"Cepat hadang mobil itu sebelum mereka mencapai mobil tuan Hugo!" teriak Lee pada mikrofon yang menghubung pada rekan-rekannya.
"Baik tuan."
"Alihkan perhatian!"
"Siap!"
Dave memperhatikan apa yang di lakukan oleh Lee, dia melihat Lee dengan cepat memberikan perintah pada anak buahnya. Ternyata yang mengikuti mobil di belakang adalah anak buah Fernandez diketuai oleh Lee. Dave bersiap untuk menembakkan senjatanya jika tiba-tiba saja ada serangan ke arah mobil yang dia tumpangi.
Dor! Dor! Dor!
Kembali tembakan mengarah pada mobil Fernandez itu. Dave bersiap membalas tembakan tersebut, dia ternyata lebih siap dari perkiraan Fernandez. Sedangkan Fernandez, dia menunduk ke bawah jok. Kejadian seperti itu sering sekali dia temui, jadi sebenarnya sudah biasa.
Karena lawan-lawan bisnis dan orang-orang yang ingin Hugo mati banyak sekali. Namun, kenyataannya Hugo selalu selamat.
"Dave! Di sampingmu, tembak dia!" teriak Lee.
Dia mempercepat laju mobilnya, sedangkan Dave mengarahkan senjatanya pada orang yang keluar dari mobil dan menembaki mobil Fernandez.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Ciiiit!!! gubrak!
Dave menembak roda mobil agar tidak bisa mengejar lagi. Dan benar saja, tembakan Dave mengenai roda mobil yang mengejarnya. Mobil itu pun oleng dan menabrak bahu jalan serta besi sebagai pembatasnya.
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤