
Baku tembak terjadi di mansion di lantai dasar, di lorong tempat kamar-kamar para penjaga. Di sana sangat tengang antara anak buah James Dark Wolf dan anak buah Javier. Javier sendiri belum menyadari kalau di mansionnya sudah banyak korban yang berjatuhan dan di serang mansionnya.
Dia bangun pagi setelah mendengar bom meledak tepat di bawah kamarnya. Dia terkejut, kenapa ada keributan di pagi hari di mansionnya. Dengan cepat dia memeriksa bagian cctv yang terhubung di setiap sudut ruangan mansionnya. Betapa terkejutnya Javier melihat banyak sekali orang-orang yang berkelahi dan baku tembak di dalam mansionnya.
Rahangnya mengeras, dia benar-benar marah karena hanya dia yang tahu keadaan mansionnya sudah bukan berupa mansion yang megah dan mewah. Namun sudah seperti sebuah reruntuhan gedung.
"Bangsat! Siapa mereka yang berani merusak mansionku?!" teriak Javier dengan mata yang melebar.
Dia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya Paolo. Beberapa kali dia menghubungi, tapi tidak di angkat sama sekali. Kemarahan Javier pun memuncak, dia lalu hendak keluar dari kamarnya dan akan ikut menembaki para perusuh itu.
Dia belum sadar bahwa penyerangan di pagi hari di lakukan oleh kelompok Dave yang bersiap untuk membalas dendam padanya. Javier keluar dari kamarnya menuju ruang senjata yang tepat di depannya. Namun, sejenak dia berpikir. Apakah memang ini penyerangan yang di lakukan oleh Dave dan juga kelompok Lion King serta sekutunya.
"Berarti dia sudah bisa masuk ke dalam mansionku? Lalu apa gunanya sistem keamanan yang canggih jika dia saja bisa meretas sistem keamananku? Apa yang di lakukan oleh mereka itu?!" teriak Javier.
Membuat anak buah yang berjaga tidaj jauh dari kamarnya itu terkejut dan mendekat pada Javier. Anak buahnya itu pun ketakutan melihat Javier melotot padanya. Dia pun hendak menembak anak buahnya itu yang berjaga setiap waktu di kamarnya.
"Kemana Paolo?!" tanya Javier dengan membentak penjaga itu.
"Tuan Paolo turun ke bawah, tuan Javier." jawab anak buahnya sambil menunduk takut.
"Ada kerusuhan apa di bawah hah?!"
"Mereka menyusup dan menyerang orang-orang kita tuan." jawabnya lagi.
"Apa yang di lakukan oleh pakar IT kita hah?!"
"Mereka juga mencoba untuk menutup sistem keamanan kita tuan." jawab penjaga itu masih takut.
"Brengsek! Semuanya tidak berguna! Kerja kalian semuanya membuatku marah!" teriak Javier.
Dor! Dor!
__ADS_1
Javier menembak anak buahnya itu hingga dia terkapar tak bernyawa. Kemudian dia pun masuk lagi ke dalam kamarnya dan segera bersiap untuk pergi meninggalkan mansionnya. Sebelumnya dia membawa beberapa senjata untuk berjaga-jaga.
Setelah selesai menyiapkan semua senjata yang dia butuhkan dan tas berisi barang-barang penting, dia menghubungi pilot yang biasa mengoperasika helikopter. Dia benar-benar akan kabur setelah pilot itu bersiap membawanya pergi dari mansionnya menuju Las Vegas, di mana pusat bisnis kasinonya di sana.
Ponsel Javier berbunyi, Paolo meneleponnya. Dengan kesal Javier menjawab sambungan telepon dari Paolo.
"Kemana saja kamu sialan?!" teriak Javier.
"Maaf tuan, di bawah sedang di serang oleh kelompok Lion King dan juga Dark Wolf. Jadi aku membantu anak buah untuk menyerang balik mereka." jawab Paolo.
"Seharusnya kamu beritahu aku jika di serang oleh mereka goblok! Kenapa aku di suruh tidur nyenyak sedangkan mansionku sudah di serang oleh mereka hah?!" kata Javier lagi dengan marahnya pada asistennya itu.
"Maafkan saya tuan, tapi saya sudah menyiapkan helikopter untuk anda. Anda segera menyelamatkan diri dari serangan mereka, biara saya yang akan menghadang Dave itu." kata Paolo.
"Baiklah, kali ini kamu pintar. Urus semuanya hingga mereka hancur. Bila perlu bumi hanguskan juga mansion ini. Aku tidak pedulia mansionku luluh lantah. Ledakkan mansion ini, Paolo!" kata Javier memerintahkan asistennya untuk mengebom mansionnya.
"Baik tuan, saya akan melaksanakannya. Anda bisa pergi ke Las Vegas atau ke New York." kata Javier.
"Lakukan semuanya dengan baik Paolo, jika tidak. Kamu yang akan menjadi Luciano selanjutnya." kata Javier dengan tegas. Paolo tampak berpikir untuk menjawab kembali perintah bosnya itu.
Klik!
Setelah menutup sambungan teleponnya, Javier segera pergi menuju rooftof di mana kapal helikopter sudah bersiap. Di sana juga pilot yang membawanya pergi juga sudah bersiap di dalam helikopter. Satu pilot melambaikan tangannya pada Javier, agar segera naik ke dalam helikopter.
Javier berlari, dia di antar oleh tiga anak buah menuju kapal berbentuk capung itu. Berjaga agar tidak ada penembakan pada Javier ketika masuk ke dalam helikopter. Setelah masuk ke dalam helikopter, Javier merasa tenang. Kali ini dia bisa selamat dari kejaran Dave.
"Persetan dengan mafia tangguh, aku ingin hidup lebih lama dan menikmati hidup dengan bersenang-senang." kata Javier setelah dia sudah berada di dalam helikopter.
"Kita berangkat tuan." kata pilot itu.
"Ya, kita ke Las Vegas sekarang. Aku tidak mau tahu, sekarang harus pergi dari sini." kata Javier.
__ADS_1
"Baik tuan." jawab pilot itu.
Setelah berkata seperti itu, pilot lalu menaikkan helikopternya dan terbang keluar dari mansion meninggalkan orang-orang yang sedang bertarung serta baku tembak di mansionnya.
Sedangkan di tempat yang sudah sengaja terbuka sistem keamanan oleh Paolo agar helikopter bisa keluar dari mansion dengan mudah. Paolo memandang helikopter yang terbang meninggalkan mansion bosnya itu.
Dave, yang masih di depan gerbang mansion Javier hanya bisa menatap kepergian Javier naik helikopter meninggalkan mansionnya. Dia sudah menduga jika Javier pasti kabur dari mansionnya dalam keadaan hancur dan banyak sekali bergelimpangan orang-orang kalah bertarung dan terkena tembakan musuh.
"Benar sekali, dia pasti kabur dari mansionnya. Tidak peduli keadaan anak buah dan juga orang kepercayaannya masih di sini melawan kelompok Lion King dan Dark Wolf. Bukan laki-laki tangguh kamu Javier. Tapi aku pasti akan menemukanmu dan membalaskan dendamku padamu. Kamu pasti aku temukan." ucap Dave.
Dia kemudian masuk.ke dalam, menyiapkan senjatanya dan menembakkan ke arah lawan-lawan yang berusaha mendekat dan menembaknya. Dengan tidak ada rasa takut, Dave terus maju. Menembak satu persatu anak buah Javier yang sudah terliha sedikit dan mulai kalah.
Dave melihat Paolo sedang berlari ke dalam parkiran. Dia masuk ke dalam mobil dan melempar sebuah granat ke berbagai titik. Dave menatap tajam pada Paolo yang juga akan kabur dari mansion Javier. Dave pun mengejar dengan berlari dan menodongkan senjatanya ke arah mobil Paolo.
Dor! Dor! Dor!
Beberapa kali tembakan Dave meleset, Paolo berhasil menghindar. Dia melajukan mobilnya dengan kencang, seperti hendak menabrak Dave yang sedang berdiri menghadangnya.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Dave baku tembak dengan Paolo, sebelum mendekat pada Dave. Paolo mengambil granatnya dan melemparkan ke arah Dave. Dave yang mengetahui lemparan granat ke arahnya langsung mengambil pedangnya yang berada di balik bajunya.
Secepat kilat, Dave menangkis granat itu dengan pedangnya. Dan granat itu pun terlempar ke arah lain, Dave berlari menghindar dari ledakan granat tersebut. Sedangkan Paolo segera melajukan mobilnya dengan kencang agar tidak terkena granat yang meledak.
Boom! Boom! Duaaarr!
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤