Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
117. Mengalahkan Samuel


__ADS_3

Dave mengayunkan pedangnya dengan cepat, menangkis setiap peluru yang menyasar padanya. Beberapa kali Samuel takjub dengan apa yang di tunjukkan oleh Dave. Anak buah Samuel juga takjub dengan kemampuan cepat gerakan Dave menangkis peluru dengan kedua pedangnya.


Hingga Samuel kehabisan peluru dan kelelahan, dia pun berhenti. Tapi Dave terus mengayunkan pedangnya, dia berlari dan maju ke depan Samuel dan pedangnya dia acungkan ke arah dada Samuel. Dengan menatap tajam padanya, membuat Samuel merasa gentar dengan Dave yang begitu cepat mengacungkan pedangnya ke dadanya.


"Heh, kukira hanya sebuah berita isapan jempol saja. Ternyata Dave sangat tangguh dengan pedangnya." kata Samuel.


Dia menggerakkan tangannya agar anak buahnya maju menyerang Dave. Namun ternyata Lee dan Liu sudah masuk dan menyerang anak buah Samuel dengan cepat.


"Apa sampai di sini seorang Samuel menantangku berduel? Jika tidak punya kemampuan untuk melawanku, jangan menantangku tuan Rodrigoz!" kata Dave dengan tajamnya.


"Seraaang! Tembak!"


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


Trang! Trang!


Bug! Bug! Set! Set!


Slep! Wuss!


Pertarungan pun tak terhindarkan, Lee menembakkan senjatanya pada beberapa anak buah, begitu juga dengan Liu. Dia melempar suriken ke arah beberapa anak buah Samuel si bagian lehernya, dan mereka pun ambruk. Tembakan demi tembakan terus terjadi.


Dave juga mengeluarkan senjata apinya, beberapa kali orang-orang itu menyerang Dave bisa di tangkis dengan pedangnya.


Sementara itu, Samuel bisa lolos dari serangan Dave tadi karena Dave di hujani peluru secara bertubi-tubi pada Dave. Samuel berlari ke belakang, dia mengambil ponselnya dan menyuruh anak buahnya untuk segera membuang peti jenazah Fernandez.

__ADS_1


"Halo, buang saja petinya kelaut sekarang!" ucap Samuel.


"Peti itu sudah saya ambil tuan Rodrigoz! Anda mau kabur?!"


Suara di telepon membuat Samuel terkejut, Mateo sudah menyelamatkan peti itu dari anak buahnya. Samuel geram, dia lalu membantin ponselnya sembarangan.


"Sial! Kenapa mereka bergerak begitu cepat. Mereka bisa menemukan peti itu, dari mana mereka melacaknya?" ucap Samuel.


"Tentu saja kami punya pelacak yang handal, Samuel! Kamu pikir kamu itu pintar? Atau kamu mau kabur dariku?"


Dave sudah berdiri di belaiang Samuel, dia terkejut kenapa Dave sudah berada di belakangnya. Samuel pun mundur, dia mengacungkan senjatanya dan mengarahkannya pada Dave.


"Tarik pelatuknya, dan arahkan dengan benar!" ucap Dave dengan wajah dingin.


Dia maju dengan penuh keyakinan, membuat Samuel gentar dengan Dave yang begitu dingin tatapannya. Hawa kematian dia rasakan pada wajah Dave di mata Samuel, dalam hati dia menyesal kenapa menantang Dave. Dia baru tahu Dave seperti apa jika sudah berubah jadi manusia kejam.


Dave tersenyum miring, dia begitu tenang menghadapi Samuel yang sudah jelas ketakutan berhadapan langsung dengannya. Tatapan Dave tidak pernah lepas dari Samuel yang sudah ketakutan itu, sampai dia melesatkan pelurunya dari pistolnya ke arah lain.


Dor! Dor!


Dave hanya miring sedikit, membuat Samuel semakin ketakutan.


"Kamu mengira peti itu di buang ke lautan Atlantik? Cuih! Taktikmu terlalu dangkal, menantangku pun kamu tidak punya kemampuan melawanku dengan gagah dan berani seperti nyalimu menantangku ketika belum bertemu denganku tuan Samuel Rodrigoz!" ucap Dave.


"Hah! Jangan karena kamu bisa membunuh tuan Javier dan kamu bisa mengalahkanku, Dave! Hah?!" kata Samuel dengan gayanya, meski dia merasa takut.


"Hahah! Jadi kamu merasa bisa melawanku? Lihatlah, berdiri saja kamu gemetaan. Seperti anak kecil melihat hantu di siang bolong. Lucu sekali, Samuel Rodrigoz pemilik tambang emas dan juga pemilik pembuatan senjata api bahkan tidak bisa melawanku dengan jantan." kata Dave dengan dinginnya.

__ADS_1


Satu tembakan mengarah pada Dave, Samuel terus menembakkan senjatanya pada Dave tanpa henti, hingga Dave sedikit kewalahan. Dia bersembunyi di belakang kayu papan. Dia selipkan kedua pedangnya itu dan mengeluarkan senjata apinya.


Dave menunggu Samuel berhenti menembak, dia pun mencari di mana Samuel berada. Dan ternyata dia sudah keluar melalui pintu kecil. Dave berlari menuju pintu itu, dan menembak Samuel yang mulai naik helikopter.


Tanpa di duga, senjata suriken melayang ke udara dan mengenai leher Samuel. Dan Samuel pun terjatuh dari helikopter itu.


"Aaargh!"


Teriakan Samuel membuat Dave terkejut. Ternyata Liu lebih gesit melempar surikennya pada Samuel yang bergantungan di kaki helikopter. Dave menembaki helikopter itu hingga beberapa kali dan terbang tidak beraturan dan akhirnya helikopter itu pun jatuh ke bawah, kemudian meledak.


Sedangkan Samuel sekarat dengan lehernya berdarah karena suriken menancap tajam ke urat nadi di lehernya. Dave pun mendekat, begitu juga Liu. Keduanya diam, Liu mengambil suriken yang menancap di leher Samuel.


"Beruntung sekali kamu melempar tepat di lehernya Liu." kata Dave.


"Aku lihat tadi dia kabur naik helikopter, jadi kupikir untuk mengejar pun tidak akan terkejar. Jadi kulempar saja suriken itu." kata Liu.


"Sudah cukup orang-orang yang berani menantangku. Kupikir mereka hanya tamak pada kekayaan dan tidak mau terkalahkan." kata Dave.


Keduanya pun turun, sebagian anak buah Samuel sudah tergeletak di tembaki dan di serang oleh Lee dan Liu. Lee menghampiri Dave dan Liu, mereka kini melenggang pergi meninggalkan gudang tersebut. Lee melempar granat ke dalam gudang, kemudian suara dentuman keras ter dengar dalam gudang tersebut.


Duuuaaaarrr!!


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2