Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
103. Membuat Kesepakatan


__ADS_3

Rencana berubah, Dave akan bergerak cepat untuk mengumpulkan kelompok geng motor dan anak jalanan di suatu tempat kosong yang dia sewa selama satu minggu. Karena satu minggu mereka akan ada di Makau dan mungkin jika telat selama lima belas hari.


Malam ini, Liu menyewa mobil untuk tumpangan selama mereka berada di Makau. Mereka menyusuri jalanan untuk mencari geng motor dan mereka akan ajak kerja sama. Dan satu tempat mereka menemukan sekumpulan anak-anak muda sedang nongkrong.


"Itu mereka, ayo kita kesana." kata Dave.


Mobil pun di belokkan menuju kerumunan anak muda yang sedang menongkrong. Dave yang akan berbicara dengan salah satu dari mereka yang di anggap ketua geng. Dave turun dari mobil dan langsung menuju kerumunan itu.


Semua nampak bingung, ada yang curiga kenapa ada orang datang kepada mereka. Apa lagi terlihat bukan wajah Tionghoa, tapi lebih pada wajah Eropa. Dave mendekat dengan santai, dia menghampiri salah satu anggota dan bertanya.


"Siapa ketua geng di sini?" tanya Dave dengan bahasa mandarin dengan fasih. Mereka tampak terkejut, saling pandang karena heran ada orang asing yang bisa bahasa mandarin dengan fasih.


"Ada yang bisa jawab?" tanya Dave.


Lee dan Liu keluar menghampiri Dave yang belum di tanggapi oleh kelompok itu. Dan lagi-lagi orang-orang itu keheranan, ada orang lain teman dari Dave.


"Kalian mau apa?" tanya salah satu yang berpakaian berbeda dari yang lain.


Dia mendekat pada Dave juga Lee dan Liu, dengan tatapan curiga. Di bibirnya terselip sebatang korek api untuk di kulum di mulutnya. Dia menatap satu persatu ketiga laki-laki di depannya.


"Kamu adalah ketua geng ini?" tanya Dave.


"Kenapa memangnya?"


"Saya mau membuat kesepakatan dengan kalian." jawab Dave.


"Kesepakatan apa?" tanya laki-laki itu.


"Mari bicara di dalam mobilku." kata Dave.


Laki-laki itu masih menatap heran pada Dave dan kedua temannya. Lalu menatap teman-teman satu gengnya, ada yang berbisik serius dan masih curiga pada ketiga orang itu.


"Kalian jangan khawatir, kesepakatan kita akan di buat dengan memastikan akan menguntungkan kalian." kata Dave meyakinkan mereka.


Tatapan tajam dan curiga masih saja di tujukan pada Dave, Lee dan Liu. Laki-laki tadi pun berpikir sejenak, lalu dia mengangguk. Dave tersenyum, dia membawa laki-laki itu untuk bicara apa yang jadi kesepakatan itu.

__ADS_1


Kemudian Dave memberitahu tentang kesepakatan dan janji yang dia ucapkan tadi. Memberitahu dan meminta kelompok itu untuk membantu Dave dengan imbalan uang yang cukup besar.


"Bagaimana? Apa kamu setuju?" tanya Dave.


"Kenapa kamu mau meminta bantuan kami di sini?" tanyanya.


"Aku menyewa kalian, dan sesuai kalian akan saya bayar sesuai kesepakatan. Jika ada hal tak terduga, misal anggotamu terluka. Maka aku akan menggantinya lebih besar. Atau ada yang mati, akan di bayar lagi lebih besar. Bagaimana?" tanya Dave.


"Tapi kami sedikit, sedangkan apa yang kamu katakan tentang Morata itu dia cukup banyak anak buahnya. Apa lagi di markasnya, apa kamu akan mengantar kematian kami? Untuk apa kamu menyerang mereka dengan membawa kami, sedangkan kami saja sedikit. Itu namanya mengantar nyawa." ucapnya.


"Bukan kelompok kalian saja,tapi nanti ada kelompok lain yang akan ikut dalam rencanaku. Kalian tenang saja, saya juga memperhitungkannya dengan rencana ini." kata Dave lagi.


Laki-laki itu tampak berpikir, tawaran yang menggiurkan. Dia akan mendiskusikan lebih dulu dengan kelompoknya, tapi sebelumnya dia ingin tahu berapa tawaran Dave untuk membayar mereka.


"Berapa kamu ingin membayar kami?" tanyanya.


"Emm, berapa yang kamu minta?" tanya Dave lebih menantang laki-laki itu.


"Huh! Sombong juga kamu. Saya minta satu juta dolar." kata laki-laki itu.


"Heh, katanya kamu mau membayar berapa saja. Tapi kenapa sekarang justru membuat target." katanya.


"Berapa anggotamu?"


"Lima belas."


"Jika dua puluh lima orang, aku beri satu juta dolar." kata Dave dengan tegas, membuat laki-laki itu diam.


"Jika tidak mau, saya akan mencari kelompok lain yang lebih banyak. Saya tahu kelompok seperti kalian banyak sekali di jalanan, jadi saya bisa meminta pada mereka semua jika kamu tidak mau." kata Dave lagi.


"Oke, saya akan diskusikan dengan anggotaku." katanya.


"Baik, saya tunggu dalam setengah jam di sini." kata Dave lagi.


"Hemm."

__ADS_1


Laki-laki itu pun berlalu dari hadapan Dave untuk berdiskusi dengan teman-temannya. Sedangkan Liu dan Lee mendekati Dave, mereka ingin tahu apa yang di bicarakan oleh Dave dan ketua kelompok itu.


"Apa yang kamu bicarakan?" tanya Lee.


"Hanya kesepakatan saja, dia meminta diskusi dengan teman-temannya. Semoga saja dia mau ikut dengan rencananya." kata Dave.


Tak lama laki-laki yang di anggap ketua kelompok itu pun mendekat pada Dave. Dia menatap datar pada laki-laki tadi.


"Bagaimana?"


"Oke, kami mau. Kapan akan di lakukan rencanamu itu?" tanyanya.


"Nanti saya hubungi kamu, berikan nomor ponselmu padaku." kata Dave menyerahkan ponselnya padanya.


Dia lalu memencet nomornya di ponsel Dave, lalu menyerahkan lagi ponsel itu.


"Saya akan hubungi kamu ketika waktunya sudah tiba." kata Dave.


"Baik, saya tunggu."


"Uang akan saya berikan ketika sudah selesai."


"Iya."


"Kami pergi dulu."


Kemudian Dave, Liu dan Lee masuk ke dalam mobil lagi. Mereka akan mencari kelompok lainnya yang akan di kumpulkan nanti, dia butuh empat kelompok lagi yang rata-rata anggota mereka dua puluh orang.


Mobil melaju dengan kencang, malam ini Dave harus mendapatkan lima kelompok geng motor atau orang-orang jalanan yang kehidupan mereka selalu beraktifitas malam hari. Karena dia ingin secepatnya membuat Morata hancur bisnisnya.


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2