Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
66. Kelompok Dark Wolf


__ADS_3

Dave dan Lee pergi ke markas Fernandez, dia ingin mencari tahu siapa yang menyerangnya di pemakaman itu. Dia penasaran siapa mereka dan dari kelompok apa sehingga serangannya bertubi-tubi serta bisa dia patahkan.


Yang membuatnya semakin tidak mengerti yaitu dia bisa mengalahkan orang-orang itu tanpa tersentuh sedikitpun dirinya oleh musuh atau terkena peluru yang di layangkan ke arahnya.


"Di mana paman Luca?" tanya Dave pada penjaga ruangan IT.


"Tuan Luca sedang keluar. Katanya mau qmenemui tuan Hugo di rumahnya." kata penjaga itu.


"Huh! Kita harus menunggu paman Luca atau paman Mateo datang." kata Dave.


Dia duduk di sofa kemudian di baringkan tubuhnya. Matanya terpejam dan membayangkan kembali peristiwa di pemakaman tadi. Lee duduk di depannya, menatap Dave yang terpejam. Dia seperti terlelap tidur.


"Kamu tidur Dave?" tanya Lee.


"Tidak, kenapa?" tanya Dave masih memejamkan matanya.


"Tidak. Kikira kamu tidur. Apa kamu mau aku buatkan makanan ringan?" tanya Lee.


"Boleh, sekalian buatkan aku kopi." kata Dave.


"Ya baiklah, tunggu sepuluh menit aku bawakan makanan untukmu." kata Lee bangkit dari duduknya.


Dia berjalan menuju dapur di belakang, entah apa yang akan dia buat. Tapi sepertinya hanya roti panggang, karena itu cocok untuk teman minum kopi.


Sementara itu, tak lama Dave terlelap. Mateo dan Luca datang. Mereka melihat Dave sedang tertidur, rupanya sangat kelelahan. Luca masuk ke dalam ruangan IT, sedangkan Mateo pergi ke kamarnya. Tepat sepuluh menit, Lee datang membawa roti panggang berisi daging giling di campur dengan irisan bawang bombay.


Dia meletakkan roti panggang itu di meja, dan menyentuhkan tangannya di lengan Dave. Dave tidak bergeming, Lee pun memakan roti panggang bagiannya. Mateo pun datang dan duduk di sebelah Lee.


"Anda mau roti panggang ini tuan Mateo?" tanya Lee.

__ADS_1


"Tidak Lee, aku sudah makan di rumah tuan Hugo." jawab Mateo.


"Hmm, ya baiklah. Ini memang roti panggang bagian Dave." kata Lee mengunyah rotinya.


"Lee, apa yang terjadi di pemakaman tadi?" tanya Mateo.


"Dave di serang oleh orang-orang yang tak di kenal. Entah anak buahnya siapa, menurut Dave mereka seperti kelompok lain selain kelompok Black Jack dan anak buah Javier." kata Lee.


Dia menghabiskan roti panggangnya dan menyeruput kopinya. Mateo terpaku mendengar cerita Lee tadi. Menghela nafas panjang dan menatap Dave yang masih terlelap tidur. Musuh Dave semakin bertambah, tapi musuh kali ini tidak terlalu berat bagi Dave.


Hanya saja, dia harus di repotkan dengan orang-orang yang juga membenci Alehandro dulunya. Mengambil roti panggang milik Dave, Mateo memakannya hingga habis. Membuat Lee terdiam dan menatap heran.


"Katanya anda sudah makan di rumah tuan Hugo, kenapa anda memakan roti milik Dave?" tanya Lee.


"Tiba-tiba aku ingin makan roti panggang, nanti buatkan lagi saja untuk Dave." kata Mateo.


Lee pun bangkit dari duduknya dan mengambil roti panggang untuk Dave. Dia membuat roti panggang lagi, siapa tahu Luca juga menyukainya. Sedangkan Mateo masih duduk di samping Dave, tak lama Dave pun terbangun. Dia melihat Mateo sedang menatapnya.


"Paman sudah pulang?" tanya Dave merubah posisi menjadi duduk.


"Kamu lelah Dave?" tanya Mateo.


"Sedikit, tapi sekarang sudah lebih enak. Paman, ada yang ingin aku tanyakan." kata Dave.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Mateo dengan tenang.


"Tadi di pemakaman aku melihat ada yang mengintaiku, mereka semua muncul setelah aku selesai bicara di depan makam papa dan mama. Apa paman tahu siapa mereka?" tanya Dave.


"Kamu menjumpainya juga Dave?"

__ADS_1


"Aku merasa mereka bukan kelompok Black Jack atau pun anak buah Javier. Mereka seperti kelompok lain, paman. Siapa mereka, apa paman tahu siapa mereka itu?" tanya Dave.


Lee masuk membawa roti panggang untuk Dave, dan ada satu porsi lagi. Siapa tahu ada yang mau lagi roti panggangnya. Lee duduk di samping Dave dan mendengarkan apa yang akaj di katakan oleh Mateo.


"Jadi mereka keluar dari persembunyiannya?" kata Mateo.


"Siapa mereka tuan Mateo?" tanya Lee.


"Mereka itu kelompok Dark Wolf, yang dulunya adalah rekanan tuan Alehandro Ferguso. Mereka awalnya pengikut setia tuan Alehandro, tapi mereka seperti kecewa karena tuan Alehandro tidak lagi terjun kedunia mafia lagi setelah berkeluarga dan mempunyai anak. Mereka tidak terlalu berbahaya Dave, tapi bisa juga membuatmu repot." kata Mateo.


"Siapa ketua Dark Wolf paman?" tanya Dave.


"James Pattinson, kelompoknya tidak bergerak setelah tuan Alehandro di bantai waktu itu. Mereka seperti menghilang, dan sekarang mereka kembali lagi. Aku tidak tahu tujuan James kembali lagi untuk apa." kata Mateo lagi.


"Tapi mereka menyerangku paman, beberapa banyak juga yang aku lumpuhkan. Bahkan mereka tewas karena tembakan dan juga seranganku. Aku tidak mengerti dengan apa yang aku alami di sana." kata Dave.


"Hmm, mungkin tuan Alehandro memberimu restu untuk membalaskan dendammu pada Javier, tuan Dave." kata Mateo sekenanya.


"Benarkah? Jika seperti itu, kurasa memang benar. Karena waktu itu setelah bicara di depan nisan papa, aku mengatakan akan membalas dendam pada Javier dan sekutunya paman. Tapi itu bagus, membuat aku semakin bersemangat untuk balas dendam pada Javier." kata Dave dengan percaya diri.


Mateo dan Lee menatap Dave. Mereka berjanji akan terus bersama dengan Dave dan membantunya untuk membalas dendam pada Javier.


_


_


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2