
Dave melajukan mobilnya menuju tempat di mana James dan Mateo menunggunya. Mereka akan menyerang mansion Javier secara bersamaan. Mateo merencanakan semuanya, jika yang masuk lebih dulu adalah kelompok Dark Wolf. Agar Javier terkecoh.
"Bagaimana persiapan kita memasuki mansion Javier?" tanya James.
"seperti apa kataku, tuan James lebih dulu masuk ke sana. Nanti aku akan masuk menyusul dan biarkan Dave masuk dengan mudah." kata Mateo.
"Ya, baiklah. Tapi kata Luca, mansion itu ada sistem keamanannya. Jadi tidak mudah kita masuk ke dalam mansion tersebut." kata James.
"Sistem keamanan itu bisa di buka, namun tidak lama. Hanya bisa dua menit. Kukira itu cukup untuk masuk ke dalam, namun kita harus siaga juga di depan semuanya." kata Mateo.
"Hmm, apa Luca bisa membukanya semua tanpa tertutup lagi?" tanya James.
"Belum sempurna, tapi sepertinya tuan Dave bisa mengoperasikannya. Dia pernah meretas satelit milik pemerintah, jadi kukira tuan Davs bisa membukanya." kata Mateo.
Percakapan mereka masih terus berlanjut, hingga suara ponsel Mateo berdering. Di ambilnya ponsel tersebut dan menjawab sambungan telepon.
"Ya tuan Dave, anda sedang menuju kemari?" tanya Mateo.
"Iya paman, aku sedang menuju ke arah paman. Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Dave di seberang sana.
"Kami menunggumu tuan Dave. Kami baik-baik saja." kata Mateo.
"Baiklah, lima menit lagi aku sampai di tempat paman." ucap Dave lagi.
__ADS_1
Klik!
Sambungan terputus,.kini Mateo dan James menunggu Dave datang. Keduanya sedang memantau pergerakan anak buah Javier yang berada di dalam mansion, dengan menggunakan kamera pengintai. Beberapa orang sudah banyak yang berkumpul di sana, seperti bodyguard Javier.
Ada juga orang-orang bertubuh besar yang berjaga, seperti orang yang di datangkan dari berbagai negara. Ada juga yang dari Jepang, mereka seperti berpakaian ninja juga ada dengan lengkap persenjataannya.
"Hmm, sepertinya Javier memang bersiap untuk menghadang Dave di mansionnya." kata Mateo.
"Kudengar ada juga seorang ninja di sana. Dan banyak sekali, tapi ada seorang ninja yang keluar dari kelompok itu." kata James.
"Kamu tahu mereka itu?" tanya Mateo.
"Sedikit, anak buahku mendengar waktu di bandara, mereka berdebat. Dan dua orang pergi entah kemana, yang lainnya bergabung dengan Javier itu." kata James.
"Hm, siapa kira-kira mereka itu ya?"
Sementara itu, Dave sedang menuju Mateo, mobilnya di hentikan oleh dua orang yang berpakaian seperti ninja. Tatapan tajam dari balik cadar ninjanya itu seperti menusuk mata Dave. Dave memperhatikan orang berpakaian ninja itu.
Ada sorot mata yang dia kenal, namun ada perbedaannya. Tapi Dave mencoba menerka, siapa di balik cadar ninja itu. Dave membuka pintu mobilnya dengan tenang, dia keluar dan berdiri di pintu masih menatap orang berpakaian ninja tersebut.
Dengan terkejut, orang yang menghadang Dave itu pun bergumam menyebut nama Dave. Diam sejenak, lalu berjalan mendekat pada Dave. Namun Dave bersiaga, jika orang itu menyerangnya. Maka Dave akan bertarung melawan ninja tersebut, dia berpikir ninja itu adalah suruhan Javier untuk mencegahnya.
"Tuan Dave." ucap orang berpakaian Ninja itu.
__ADS_1
Dave tertegun, dia menelisik siapa orang yang memanggilnya tuan Dave? Bukankah hanya Mateo dan juga Luca serta anak buah Fernandez. Namun anak buah Fernandez tidak seperti itu cara berpakaiannya.
Orang itu maju ke depan lagi mendekat pada Dave, namun Dave bersiaga. Dia berposisi seperti hendak memukul, jika terjadi penyerangan padanya maka Dave sudah siap. Senyum laki-laki berpakaian ninja itu pun mengembang. Meski tidak terlihat, namun Dave tahu dari gurat di pinggir mata laki-laki ninja itu sedang tersenyum.
Orang memakai pakaian ninja itu pun membuat posisi, dia bukan seperti posisi ninja sedang bertarung. Melainkan posisi seperti gerakan kungfu. Dave terkejut, ternyata orang itu bisa juga kungfu. Dan Dave pun mengimbangi juga dengan gerakan kungfu, dia ingin tahu sejauh mana ninja itu bisa menggunakan bela diri kungfu.
"Hiaaat, chaah!"
Dave lebih dulu menyerang, karena sejak tadi ninja itu hanya diam dan bersiaga saja. Jadi Dave menyerang lebih dulu dengan menggunakan kungfu wing chun, gerakan bela diri dengan posisi lawan di depan. Jadi dia lebih leluasa menyerang lawannya itu.
Gerakan ninja itu juga sama, dia menggunakan kungfu wing chun. Membuat Dave kembali terkejut. Dalam perlawanannya pada ninja tersebut, Dave sempat berpikir. Bahwa orang ninja di depannya itu pernah dia kenal.
Tapi siapa? Dave masih meraba siapa orang berpakaian ninja itu yang sedang bertarung dengannya saat ini. Ninja tersebut pun tersenyum ketika melihat urat di kening Dave berkerut, dia sedang berpikir.
Set! Set! Hap! Ciaah!
Keduanya pun mundur, saling menatap heran. Dave mendengus kasar. Belum pernah dia melihat ada ninja dengan menggunakan gerakan kungfu namun Dave tentu saja masih bingung dan berpikir keras pada laki-laki di depannya itu.
"Siapa kamu?!"
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤