Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
51. Dave Bercerita


__ADS_3

Dave, Mateo dan Luca kini duduk masih saling diam, Dave masih sedikit canggung. Namun akhirnýa dia bisa santai setelah Mateo tersenyum.


"Tuan Dave seperti tuan Alehandro muda. Sangat kuat dan gagah." puji Mateo menghilangkan rasa canggung Dave.


Meski di telepon Dave terasa biasa saja, tapi setelah bertemu sangat berbeda. Mateo yang kini sudah menua, dan Luca juga sudah tua. Namun lebih tua Mateo lima tahun di banding Luca.


"Paman kemana saja?" tanya Dave akhirnya.


"Kami bersembunyi di suatu tempat tuan Dave, maafkan kami tidak bisa menjaga semua milik papamu." kata Mateo lirih.


"Tidak apa paman, aku tahu segala kecurangan semuanya ulah Javier. Aku sedih ketika paman mengatakan jika pama Fabio sudah meninggal karena Javier juya." kata Dave lagi.


"Ya, saat itu berbarengan dengan perusahaan milik papa anda, tuan. Jadi saya dan Luca teralihkan pikirannya. Kami baru tahu tuan Fabio meninggal setelah dua hari setelah pembataian itu. Mereka menutupi kejadian itu di Seborga, polisi di sana juga tutup mata dengan kejadian di sana." kata Mateo.


"Beruntung anda selamat tuan Dave, kami cemas dengan keadaanmu." Luca bicara dengan perasaan menyesal.


"Hidupku juga tidak baik paman, Luca. Aku selalu berpindah-pindah tempat. Tapi sejak berpisah dengan Liu, hidupku terkurung dan di jadikan petarung oleh Morata di Makau. Selama enam tahun aku di sekap dan akan keluar jika mau bertarung. Bertekad dalam hati harus tetap menang untuk menjaga Liu agar tetap bisa makan. Mereka mengatakan jika aku menang bertarung, maka Liu dan Jack selalu di beri makan enak." ucap Dave dengan kemarahan yang muncul.


Mateo dan Luca saling pandang, dan merasa miris mendengar cerita Dave yang terlunta-lunta hidupnya. Dari tempat satu ke tempat lainnya. Dave lalu melanjutkan ceritanya hingga dia bertemu dengan Fernandez.


"Lalu, anda bisa keluar dari tempat Morata di tolong siapa?"


"Aku keluar sendiri, membuat keributan di sana dan membunuh beberapa pengawal Morata. Sampai di sebuah desa aku bertemu dengan tuan Fernandez dan memberanikan diri menjadi pengawalnya." jawab Dave.

__ADS_1


"Syukurlah tuan Dave selamat. Kami sangat khawatir sekali, selama tujuh tahun kami tidak mendengar kabar dari anda." kata Mateo.


"Tapi setiap tempat ada saja yang mau membunuhku, paman." kata Dave.


"Apa mereka sudah mengetahui anda?"


"Aku tidak tahu, dua minggu lalu aku hampir mati keracunan. Di tembak oleh seseorang dan pelurunya mengandung racun. Tapi, aku bisa lolos lagi." kata Dave.


Mateo dan Luca menghela nafas panjang, mereka merasa bersalah dan juga kasihan pada Dave. Tapi sekaligus senang Dave masih selamat sampai mereka pun bisa bertemu dengan Dave lagi. Meski dalam keadaan yang sudah berbeda.


"Paman tahu, Luciano kakaknya Javier sudah bebas. Waktu kebebasan mereka itu, merayakan pesta yang sangat meriah di Las Vegas." kata Dave.


"Saya tahu tuan Dave, ada situs yang memberitakan pembebasan Luciano di Las Vegas." kata Luca.


"Entah akan seperti apa jika kedua orang kakak beradik itu menjalankan bisnisnya. Kudengar Luciano kembali melakukan penjualan senjata api kepada para pemberontak. Dan militer Italia juga tahu, tapi diam saja. Kepolisian juga seakan tutup mata dengan apa yang di lakukan oleh Luciano itu." kata Mateo.


"Anda harus punya kekuatan tuan Dave. Saat ini sepertinya mereka tahu siapa anda." kata Luca.


"Aku tahu, aku punya paman Mateo dan juga dirimu paman Luca. Kalian akan membantuku dalam segala hal. Apakah kalian sanggup?" tanya Dave.


"Kami siap membantu anda tuan, tapi tentu saja anda harus tetap bersama dengan tuan Hugo. Karena saat ini kekuatan anda ada padanya." kata Mateo.


"Tentu paman, aku tetap bersama dengan tuan Hugo. Tapi paman Luca bisa meretas situs milik kantor berita Italia dan kepolisan Italia kan?" tanya Dave.

__ADS_1


"Ya, aku bisa melakukan itu. Tapi nama IDku sudah di kenali oleh hacker mereka." kata Luca.


"Aku yang akan membuatnya, nanti paman Luca yang menjalankannya. Kurasa dari IT kita melakukan penyerangan paman." kata Dave.


Dia sudah tidak sabar ingin membalas dendam pada Javier dan Luciano. Selanjutnya nanti akan menyerang secara terang-terangan. Tatapan tajam Dave menerawang ke depan, Mateo dan Luca tahu. Dendam pada Javier sejak kecil masih membara di hati Dave Nino Alehandro.


"Itu benar tuan Mateo, aku akan membantu Dave untuk membalaskan dendamnya pada Javier." kata seseorang yang sejak tadi melihat ketiganya bicara.


Dave, Mateo dan Luca menoleh ke arah sumber suara. Mereka berdiri dan menundukkan kepala tanda hormat. Fernandez tersenyum dan ikut duduk di kursi, ketiganya pun duduk kembali setelah Fernandez duduk.


Kini ke empat orang tersebut akan bersiap berunding mengenai rencana balas dendam Dave pada Javier. Lee berniat menyapa paman Dave itu jadi heran, kenapa Fernandez ikut duduk di sana.


"Masuk Lee, kamu juga perlu ikut dalam rencana besar ini." kata Fernandez melihat Lee berdiri di pintu.


"Maafkan saya tuan, kupikir Dave belum masuk ke dalam kamarnya. Jadi saya ingin menyapa paman Dave saja, maaf kalau saya lancang." kata Lee merasa tidak enak hati.


"Tidak apa Lee, aku juga butuh pendapat kamu. Duduklah, karena tuan Hugo sudah memberikanmu izin duduk." kata Dave.


Lee pun menurut, dia duduk dekat dengan Dave. Kelima orang itu pun kini bersiap mengatur rencana untuk balas dendam sekaligus menghancurkan Javier dan mengirimkan kembali Luciano ke penjara Guantanamo.


_


_

__ADS_1


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2