
Tangan Dave pun di pegang oleh Lee, Qiyuan mengambil pisau untuk mengeluarkan peluri yang masih bersarang. Jika peluru tidak segera di ambil, maka akan menimbulkan racun baru. Karena senyawa dari racun itu bercampur dengan dengan timah panas itu.
Maka Dave tidak akam bisa di selamatkan lagi. Jika terlambat, kemungkinan caranya harus di amputasi tangannya. Untuk memutus aliran racun yang semakin menyebar secara cepat pada darahnya.
"Lee, ambilkan cairan kimia rivanol untuk membuat dingin dan menghentikan darah yang masih mengalir." kata Qiyuan.
"Baik."
Lee segera mengambil rivanol atau cairan alkohol di dalam lemari. Dia segera memberikan cairan alkohol itu pada Qiyuan, Dave memperhatikan dalam kesadarannya yang mulai kabur. Lee terlihat khawatir padanya, sungguh hati Dave sangat terharu melihat Lee sangat khawatir padanya.
Qiyuan melihat kesadaran Dave pun melemah, dia segera mengambil alkohol dari tangan Lee. Mengoleskabnya di sekeliling luka tembak. Baru setelah itu dia mengambil peluru yang bersarang di lengan Dave.
Tak ada pergerakan, karena Dave di suntik anastesi lebih dulu agar tidak merasakan sakit atau bergerak. Qiyuan pun mengambil pisau lalu mulai mengambil peluru itu, sedikit susah mengambilnya. Sehingga kulit Dave di sayat agar peluru itu bisa di ambil dengan mudah.
Lee memperhatikan apa yang di lakukan Qiyuan, dia merasa ngilu sendiri. Namun, akhirnya lega juga karena peluru itu pun bisa di keluarkan. Lee mengambil wadah untuk peluru tersebut. Di bersihkan dengan alkohol lalu akan di teliti oleh Qiyuan.
Qiyuan pun memberikan ramuan obat pada lengan Dave. Dave menggeliat, dia terkejut karena ramuan itu benar-benar membuat lukanya semakin panas dan nyeri yang sangat luar biasa.
"Aaaaargh!!" teriak Dave.
"Dave, tahan. Biarkan obatnya bekerja cepat, tahanlah sebentar saja." kata Lee.
"Sakit Lee, ini benar-benar sakit sekali dan panas kulitku." kata Dave masih menggeliat karena merasakan sakit dan panas serta perih.
Nyeri hingga ke tulang-tulangnya, seakan mau rontok. Dave benar-benar tidak kuat, dia berterika beberapa kali. Qiyuan terus saja mengoleskan ramuan obat itu.
"Hei anak muda, jangan bergerak terus!" Qiyuan membentak Dave.
"Ini sakit sekali, dan terasa panas, aaaargh!"
Dave pun kembali pingsan, membuat Lee semakin khawatir. Dia melihat Qiyuan kembali mengoleskan ramuan itu.
"Nanti berikan minuman ini setelah dia sadar nanti." kata Qiyuan pada Lee.
"Apa memang racunnya sudah terobati?" tanya Lee.
"Belum sepenuhnya, makanya berikan ramuan ini padanya. Suruh dia minum hingga habis." kata Qiyuan lagi.
"Baiklah, terima kasih Qiyuan. Mudah-mudahan Dave benar-benar sembuh dari pengaruh racunnya." kata Lee penuh harapan.
"Ya, itu sudah pasti. Tapi berhati-hatilah dengan obatnya."
__ADS_1
"Iya."
"Oh ya, siapa dia Lee?" tanya Qiyuan yang sejak tadi dia penasaran siapa Dave.
"Dia Dave, sama denganku. Pengawal tuan Hugo." jawab Lee.
"Mhm, kurasa dia bukan orang sembarangan Lee. Dia sepertinya seseorang yang sangat di incar kematiannya, karena racun itu memang untuk membuat dia mati secara perlahan. Dan beruntung kamu cepat membawanya kemari." kata Qiyuan
"Secara jujur aku belum tahu siapa Dave ini, tapi nanti akan aku tanyakan padanya setelah dia sadar dari pingsannya." kata Lee.
"Baiklah, aku pergi dulu."
"Ya, terima kasih Qiyuan."
Qiyuan pun pergi, dia membawa wadah yang berisi peluru itu. Dia ingin meneliti racun yang di tempelkan pada peluru tersebut.
_
Tiga hari Dave akhirnya bisa sembub dari sakitnya akibat racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Sesekali Lee memberikan tenaga dalam agar aliran darah lancar, dan Dave bisa memulihkan tenaganya.
Lee di beri waktu untuk menjaga Dave, itu sangat langka bagi Lee. Di perbolehkan menjaga dan merawat Dave, meskipun dia merasa tidak enak pada Fernandez Hugo.
"Ya Lee, terima kasih kamu telah merawatku dengan baik. Aku tidak tahu harus membalasmu seperti apa padamu." kata Dave.
"Hmm, ceritakan mengenai dirimu Dave. Yang sebenarnya." kata Lee tanpa di duga oleh Dave sendiri.
"Apa yang harus aku ceritakan? Bukankah kamu tahu, siapa aku dan keluargaku?" tanya Dave.
"Tidak Dave, kupikir kamu bukan laki-laki sembarangan. Sejak di Meksiko, di Las Vegas dan juga sekarang di Italia. Kamu selalu terancam dan banyak yang berusaha membunuhmu. Kupikir kamu punya sesuatu yang membuat mereka ingin sekali membunuhmu Dave." kata Lee.
Dave menghela nafas panjang, dia mengambil potongan buah di piring lalu mengunyahnya. Lee dengan sabar ingin mendengarkan Dave bercerita siapa dia sebenarnya.
"Kamu mau tahu siapa aku, Lee?"
"Ya. Tentu."
"Jika aku katakan siapa aku sebenarnya, kamu pasti kaget Lee." kata Dave.
"Tentu saja, dan itu sudah aku perkirakan." kata Lee lagi.
"Baiklah, aku ini anak seorang mafia juga Lee." ucap Dave, melihat Lee sejenak.
__ADS_1
"Lalu?"
"Mafia Italia terkuat di bumi Italia waktu itu, berasal dari Sesilia. Keturunan mafia terbesar dan terkuat dari empat mafia yang menguasai wilayah Sesilia, Italia." kata Dave lagi.
"Lalu, siapa orang tuamu Dave."
"Keluargaku di bunuh secara brutal oleh saingan mafia papaku, kakakku juga di perkosa secara beramai-ramai oleh anak buahnya lalu di tembak mati. Mamaku meninggal sedang dalam mengandung. Aku melihat banyak sekali darah dan orang-orang bergelimpangan di rumahku.
Saat itu aku tidak bisa menangis, sedih. Yang ada dalam hatiku adalah dendam pada orang yang membunuh keluargaku." ucap Dave.
Tatapan Dave benar-benar tajam dan penuh amarah. Dadanya naik turun, dan bergemuruh. Lee melihat Dave yang seperti itu terkejuta, selama ini dia melihat Dave begitu tenang. Namun, sekarang sangat berbeda. Tangannya mengepal, tatapannya tajam dan juga giginya bergemeratak.
"Dave, siapa ayahmu sebenarnya?" Lee kembali bertanya.
"Keluargaku dan juga orang yang dekat dengannya. Anak buahnya yang setia juga di bunuh. Sahabat papaku juga mereka bunuh, perusahaan papaku mereka rampas. Dan orang kepercayaan papaku juga hidupnya di awasi dan tidak bisa keluar. Bahkan mereka jadi buronan." kata Dave lagi.
Lee diam, dia mendengarkan Dave bicara, sumgguh sadis memang. Keluarga Dave ternyata di bunuh oleh seorang mafia, bukan perampok seperti apa yang dia katakan selama ini. Lalu, siapa papanya? Siapa yang membunuh keluarganya?
"Alehandro Ferguso." ucap Dave membuat Lee terkejut.
"Diiaa papamu ... Dave?" tanya Lee ragu.
"Ya, papaku Alehandro Ferguso. Papaku, mamaku dan kakakku Caroline serta anak buah papaku di bunuh oleh Javier Morrata." kata Dave dengan tegas dan penuh kemarahan.
Lee terdiam, dia tidak menyangka jika Dave adalah anak Alehandro Ferguso. Mafia yang sangat terkenal dengan kelihaiannya. Namun dia mendengar setelah kehidupannya berpindah ke Roma, Alehandro mempunyai bisnis yang sangat pesat dan dia tidak lagi mengurusi masalah tentang para mafia.
Bahkan Luciano pun di laporkan oleh polisi Italia karena perdagangan manusia dan memperjual belikan senjata pada para pemberontak. Hingga dia di kirim ke penjara yang sangat mengerikan, Guantanamo.
"Papaku adalah Alehnadri Ferguso, Lee. Mafia Sesilia yang sangat di takuti." kata Dave.
"Jadi kamu anak tuan Alehandro Ferguso?"
Suara terdengar dari pintu kamar Dave yang terbuka. Membuat Dave dan Lee pun terkejut.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1