
Penerbangan menuju Italia terasa lama bagi Dave , dia memikirkan apa yang terjadi di markas Fernandez. Dia tidak bisa bertanya pada siapa pun karena Liu dan Lee sudah berangkat lebih dulu ke Italia. Perjalanan jauh dari Makau ke Italia memang sangat membosankan bagi Dave.
Beberapa kali Dave terbangun dari tidur, kemudian dia memejamkan lagi matanya. Mungkin karena rasa gelisah di hatinya tentang kabar dari Mateo. Bahwa Fernandez harus di selamatkan dari Samuel.
Dave sudah mencari tahu siapa itu Samuel, dan kini memang dia harus menyelamatkan Fernandez.
"Apa yang terjadi dengan tuan Hugo di sana?" gumam Dave di suasan sepi di dalam pesawat.
Satu jam lagi menunggu pesawat landing di bandara Leonardo Da Vinci. Namun Dave merasa sangat lama sekali. Akhirnya dia memejamkan mata kembali, karena tidak mungkin menyalakan ponsel di dalam pesawat.
Dave kembali memejamkan matanya, menenangkan hati dan pikirannya seiring dengan lajunya pesawat menuju bandara Leonardo Da Vinci. Dia pun bisa terlelap sejenak, meski hanya beberapa menit dan akhirnya bangun karena pesawat sudah landing di bandara Leonardo Da Vinci.
Dave bersiap untuk turun, dia harus cepat sampai di markas Fernandez Hugo. Mencari tahu bagaimana bisa bosnya itu sampai di bawa oleh Samuel. Tiba di terminal, Dave segera menghubungi Lee untuk menjemputnya.
"Lee, kamu di mana?" tanya Dave.
"Sudah di depan bandara Dave, aku sudah menunggumu. Menghubungimu tadi belum bisa karena masih di dalam pesawat." kata Lee.
"Oh ya, saya segera ke depan."
Klik!
Dave segera menuju pintu keluar bandara, di sana mobil hitam sudah terparkir dan Lee melambaikan tangannya pada Dave. Dengan sedikit berlari Dave segera menghampiri Lee dan masuk ke dalam mobil. Meletakkan tasnya yang hanya berisi bajunya saja, karena senjata api sudah dia kirim melalui jasa ekspedisi.
Pihak bandara tidak mungkin menerima barang bawaan berisi senjata berbahaya di dalam.pesawat, makanya dia langsung mengirimkannya melalui jasa ekspedisi.
__ADS_1
Mobil melaju dengan kencang, Dave bertanya pada Lee apa yang terjadi di markas.
"Kamu sudah mendengar cerita dari paman Mateo Lee?" tanya Dave.
"Ya, sangat mengejutkan ceritanya." jawab Lee.
"Apa yang terjadi? Lalu, bagaimana dengan tuan Hugo?" tanyq Dave semakin penasaran.
"Dia tewas ketika mau di bawa ke helikopter oleh Samuel. Tertembak oleh anak buah Samuel yang kebetulan sedang menyerang paman Mateo dan paman Luca." jawab Lee mengendarai mobil dengan cepat.
"Lalu, di mana dia?"
"Di bawa oleh Samuel, entah maksudnya apa. Tapi kata paman Mateo dia menantangmu untuk datang Dave, jika kamu tidak datang maka jasadnya akan di buang ke lautan Atlantik." kata Lee.
"Jadi dia menantangku? Untuk apa?" tanya Dave heran.
Tangan Dave mengepal, dia benar-benar marah pada Samuel. Jadi dia berniat menantang Dave, setelah tahu Dave membunuh Javier dengan tangannya sendiri, bahkan bisa mengobrak abrik mansionnya.
"Baiklah, aku akan hadapi dia. Dia belum tahu sekejam apa aku pada orang sombong seperti Samuel itu. Aku menyesal kenapa tuan Hugo jadi sasaran dia hanya karena ingin menantangku." kata Dave dengan geram.
"Ya, paman Mateo dan juga paman Luca menunggumu. Kita akan menyusun rencana menyerang mereka. Karena Samuel itu memberi waktu dua hari, jika kamu tidak segera menemuinya jasad tuan Hugo akan di buang ke lautan Atlantik, begitu ucapan paman Mateo ancaman dari Samuel." kata Lee.
"Ya, kita harus cepat menyusun rencana." kata Dave.
Mobil melaju dengan cepat, Dave dan Lee diam. Memikirkan bagaimana menghadapi Samuel, Dave belum tahu seperti apa itu Samuel. Dan mungkin Luca sudah mencari tahu siapa sebenarnya Samuel itu.
__ADS_1
Dengan kecepatan seratus dua puluh kilo meter perjam, mobil yang membawa mereka akhirnya sampai di dalam markas. Lee menghentikan mobilnya tepat di depan pintu garasi, dia masukkan mobil setelah Dave keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam markas.
Dia tidak sabar untuk mendengar secara langsung kabar dari Matoe tentang pembunuhan insiden terbunuhnya Fernandez Hugo. Dave mencari Mateo di ruangan yang biasa untuk berkumpul. Dia masuk dan ternyata di dalam ruangan itu sudah ada Mateo, James Pattinson dan juga Gustavo ketua kelompok Lion King. Tak lupa juga Liu dan Luca sudah hadir juga.
"Halo semuanya." sapa Dave ketika dia sudah masuk.
"Halo Dave, bagaimana keadaanmu?" sapa Mateo menoleh pada Dave.
"Paman, sebenarnya apa yang terjadi pada tuan Hugo? Kenapa Samuel tidak mau menyerahkan jasad tuan Hugo?" tanya Dave penasaran.
"Itu dia Dave, dia menantangmu. Jika besok kamu tidak datang, dia mengancam akan membuang jasad tuan Hugo ke lautan Atlantik. Aku kasihan pada anak dan istrinya yang menunggu dengan gelisah." kata Mateo.
"Ck, kurang ajar sekali dia. Jadi dia murni untuk menantangku saja? Apa maksudnya?" tanya Dave.
"Aku tidak tahu, Dave. Mungkin dia tahu kalau Javier terbunuh olehmu. Jadi kupikir dia memang menantangmu untuk berduel." kata Mateo.
"Baiklah, aku memenuhi tantangannya paman. Sekarang, apa yang harus kita lakukan?" tanya Dave.
Kemudian mereka pun berunding untuk merencanakan penyerangan pada Samuel. Mereka juga tidak tahu kemana harus menyerang, Luca sudah melacak di mana markas Samuel sesungguhnya. Dan dia menemukan beberapa markas besar milik Samuel.
Juga semua bisnis selain tambang emas di berbagai negara. Ternyata dia punya bisnis ilegal, yaitu bisnis pembuatan senjata api yang tidak berizin pemerinta. Dan kesimpulan Luca adalah, Samuel ini teman bisnis Luciano dulu. Bisa jadi dia dendam pada Dave karena telah membunuh Javier, adik dari Luciano.
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤