Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
76. Penyiksaan Pada Lee


__ADS_3

Lee sudah di bawa ke wilayah Sesilia, dia di sekap di markas utama Black Jack. Luciano sangat senang, anak buahnya bekerja dengan baik. Bahkan bisa membawa Lee sampai ke wilayah Sesilia dengan tanpa hambatan dari kelompok Lion King atau pun dari anak buah Fernandez.


Lee sendiri merasa tenang ketika dia di bawa ke markas Black Jack di Sesilia. Ketika dia sadar dari pingsannya, pakaiannya sudah berganti. Dia meneliti apa saja yang di ganti, bahkan sepatunya juga di ganti. Lee kaget dan cemas, apakah Dave nanti bisa menemukannya.


Karena selama ini dia belum pernah datang ke wilayah Sesilia. Bahkan tempat markas Black Jack saja yang terlihat seram dari depan, tapi justru di dalamnya banyak sekali kegiatan malam dengan perjudian dan juga pesta miras serta banyak sekali wanita-wanita penghibur di dalam markas tersebut.


Sangat berbeda ketika dia menemui Liugi dulu, tak ada pesta atau pun wanita-wanita penghibur. Hanya anak buah yang berpatroli dan juga minum-minum saja. Bahkan di markas Black Jack ada perjudian pertarungan orang-orang, atau bahkan para anak buah Black Jack.


Satu anak buah Luciano mendekat pada Lee yang terikat kedua tangannya. Dia di tempatkan di kursi dengan mata tertutup, sama halnya dulu Liugi di perlakukan. Di ikat kedua tangannya dan mata serta mulutnya juga di ikat.


Namun begitu, Lee tetap bersikap tenang tanpa memberontak atau pun berusaha melepaskan diri. Anak buah Luciano pun menyuruh kedua temannya untuk melepas ikatan di kakinya, Lee mau di pindahkan ke tempat lain.


"Mau di bawa kemana aku hah?!" tanya Lee berusaha berontak.


"Tuan Luciano ingin bertemu denganmu." jawab anak buah Luciano.


Lee terdiam, dia di sorong tubuhnya untuk segera berjalan cepat mengikuti satu orang di depannya. Lee mendengus kesal, dia di bawa ke suatu ruangan khusus untuk penyiksaan anak buah yang gagal menjalankan perintah. Lee di masukkan ke dalam sana, dia tidak tahu kenapa dirinya di pindahkan.


Ketiga anak buah Luciano terus membawa Lee masuk lebih ke dalam. Di sana ada tiang gantungan, juga beberapa senjata untuk di gunakan sebagai alat penyiksaan. Ada tombak, golok, panah, pedang dan juga cambuk.


Dan di sebelah senjata berjejer, kursi hitam. Di saja Luciano duduk sambil menyesap cerutunya lalu meminum minuman beralkoholnya. Dia menimang-nimang senjata apinya, lalu melirik pada Lee.


"Ikat kedua tangannya di atas, aku ingin melihat dia merintih dan meminta ampun padaku." kata Luciano pada anak buahnya.


"Baik tuan."


Kedua anak buah Luciano pun menuruti perintah bosnya itu, mengikat Lee dengan tangan di atas. Masih dengan mata tertutup, Lee masih diam. Entah apa yang akan di lakukan oleh Luciano padanya. Dia berharap Dave dan Lion King serta Dark Wolf datang membantunya keluar dari markas Black Jack itu.

__ADS_1


Luciano mendekat pada Lee, tepat satu meter jaraknya. Sambil menenggal minuman di botol, dia menatap sinis pada Lee yang masih terikat itu. Tersenyum mengejek lalu menenggak kembali minumannya dan kemudian di semprotkannya ke wajah Lee. Membuat Lee terkejut.


"Pyuuuh!"


"Hahah! Akhirnya kamu ada di hadapanku juga Lee sahabat Dave Alehandro itu? Dia berdiri di hadapanku dalam keadaan tidak berdaya. Cuih!" kata Luciano.


"Pengecut kalian!" ucap Lee dalam mulut terikat.


"Hahah! Bahkan untuk bicara saja kamu tidak bisa!"


"Coba saja anda berguel denganku, tanpa harus seperti ini tuan Luciano!"


"Tidak perlu susah-susah berduel. Buang-buang energi saja, yang penting kamu sudah ada di tanganku. Dan temanmu, Dave akan masuk ke dalam perangkapku. Dia akan tahu kalau teman dekatnya itu sudah aku tangkap, dan dia akan datang untuk menyelamatkanmu. Sangat mudah di tebak pikiran adikku itu, tapi itu tidak apa." kata Luciano lagi.


"Anda dan adik anda memang tidak jantan! Berani hanya menculik orang, lawanlah Dave dengan gagah. Tanpa ada drama penculikan dari siapa pun." kata Lee lagi mencoba mengulur percakapan dengan Luciano.


"Aku tidak peduli, bahkan dunia mafia itu semua kelicikan akan selalu di gunakan untuk membunuh siapa saja yang menghalangi. Dan kamu akan aku bunuh, Lee. Tapi sebelumnya aku ingin bersenang-senang lebih dulu dengan menyiksamu Lee!" teriak Luciano.


"Tuan Luciano, kudengar anda adalah orang yang masuk ke dalam penjara Guabtanamo. Anda mempunyai kejahatab yang sangat besar sehingga di penjara di sana." kata Lee.


Dia tidak tahu apa yang di siapkan Luciano untuk menyiksanya. Masih bersikap tenang dan terus bicara apa saja. Luciano sendiri tidak berada di dekatnya, sehingga dia tidak menjawab pertanyaan Lee. Tapi, tiba-tiba dari arah belakang suara sabetan mengenai tubuh Lee.


"Aaaaa!!"


Teriakan Lee sangat keras, dia terkejut. Sambel menggerakkan kedua tangannya ingin lepas. Dan sekali lagi suara sabetan cambuk mengenai tubuh Lee beberapa kali. Lee di cambuk terus oleh Luciano.


Set! Set! Set!

__ADS_1


"aaaa!"


Lee kesakitan, dia terus menerus di cambuk oleh Luciano. Dia tidak tahu jika siksaan Luciano adalah di cambuk dengan terus menerus, hingga darah mengalir dari betis Lee dan juga bagian punggungnya. Sabetan demi sabetan cambuk pada Lee membuat laki-laki itu terus berjuang untuk bertahan.


"Luciano pengecut!"


"Hahah! Kamu baru tahu seperti apa itu Luciano. Dia tidak akan berbicara panjang lebar untuk menyiksa siapa saja yang menghalangi bahkan mengancamku!"


Set! Set! Plak! Plak!


Luciano pun berhenti, dia menarik nafas dalam dan beberapa kali. Kemudian meminum minumannya, lalu menyemburkannya ke wajah Lee. Membuat Lee pun kembali kaget. Lee pun menggeram, hidungnya mengendus. Ada bau alkohol di depan wajahnya.


Ya, wajah Luciano ada di depannya, dengan sisa-sisa tenaganya mengencankan kedua tangan yang di ikat kemudian dia berjingkat lalu berteriak dan mendendang Luciano di depannya.


"Hiiaaaat! Bug!"


Gubrak!


"Aaaa! Sialan kamu!"


Lee pun siaga, kembali telinganya bersiaga dan hidungnya juga. Mengetahui posisi Luciano dengan cara menajamkan telinga dan hidungnya. Tapi, lagi-lagi Lee tidak bisa maksimal dengan kedua indar tersebut.


Dari arah belakang, Lee kembali di cambuk dengan cepat dan bagian depan dia di pukul beberapa kali. Tubuhnya pun semakin melemah, darah terus mengalir dari punggungnya. Sabetan cambuk itu membuat kulitnya mengelupas dan bercak darah bertebaran di pakainannya.


_


_

__ADS_1


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2