
Perjalanan jauh dari Las Vegas menuju Italia memang sangat panjang. Dari benua hitam menuju benua biru. Dave senang bisa kembali ke tanah kelahirannya, mungkin banyak sekali perubahan di negara itu.
Dave juga tidak sabar untuk bertemu Mateo, namun dia tidak tahu di mana Mateo berada. Yang dia dengar saat ini perusahaan yang dulu di pegang Mateo dan Luca kini sudah di ambil alih oleh Javier. Benar-benar membuat Dave geram sekali.
Salah satu caranya dia harus memberitahu siapa dirinya pada Fernandez Hugo. Tapi waktunya belum tepat, saat ini Fernandez Hugo sedangkan perusahaannya sedang ada yang mengganggunya. Jadi, dia akan menunggu dengan keadaan yang lebih tenang dan Fernandez tidak dalam pikiran berat.
"Dave, kita sampai di Italia." kata Lee.
Dave tersenyum, dia lalu segera bersiap turun dari jet pribadi milik Fernandez. Jet pribadi itu mendarat dengan lancar di bandara internasional. Semua anak buah Fernandez Hugo yang berada di Italia bersiap mengawal Fernandez sampai di rumahnya.
"Aku jadi ingat pamanku lagi." kata Dave.
"Nanti jika ada waktu luang, kamu bisa menemuinya." kata Lee..
Dave lagi-lagi tersenyum, rasa rindu pada negaranya yang sudah lama sekali dia meninggalkannya. Dia akan menghubungi Mateo secepatnya setelah sampai di penginapan nanti.
"Ayo kita bangunkan tuan Hugo." kata Lee.
"Ya."
Dave dan Lee segera bangun dari duduknya dan bersiap untuk membangunkan Fernandez. Tapi mereka diam karena Fernandez sudah berdiri, bersiap untuk turun..
"Maafkan kami tuan Hugo, saya pikir anda belum bangun." kata Dave..
"Tidak Dave, ayo kita turun." ucap Fernandez.
Dave dan Lee mengangguk dan membungkuk tanda hormat. Menunggu Fernandez lebih dulu keluar, baru mereka mengikuti dari belakang. Tangan Dave dan Lee bersiap pada senjatanya, ketika ada penyerangan mendadak dan tiba-tiba.
_
Dave menghirup udara kuat-kuat di tempat kamarnya. Menikmati udara pagi di negara tercintanya yang lana sekali dia tinggalkan Dan sekarang bisa kembali lagi. Dia berdiri di depan balkon, menatap sekeliling bahwa hari ini dia kembali dan bersiap akan membalas dendam pada Javier.
Dia juga mendengar kalau kakaknya Javier, Luciano kembali lagi dan di bebaskan dari Guantanamo. Jadi sekarang, Dave harus bersiap menghadapi dua orang kakak beradik. Tapi dia akan mengutamakan membalas dendam pada Javier, bagaimana pun caranya..
Tok tok tok
__ADS_1
Pintu kamar Dave di ketuk dari luar. Dave menoleh, dia pun berjalan menuju pintu Membukakan pintu dan melihat Lee sudah berada di depan kamarnya.
"Dave, cepatlah bersiap. Pagi ini tuan Hugo akan lari pagi di taman." kata Lee.
"Oh, begitukah. Baiklah, saya akan bersiap." kata Dave.
"Ya, aku tunggu di bawah."
"Ya."
Lee lalu pergi, Dave menutup pintunya dan akan bersiap untuk mengawal Fernandez berolah raga. Saatnya dia juga berkeliling untuk mengenal lagi lebih jauh Italia sekarang. Karena dia juga sedikit lupa tentang Italia.
Setelah selesai, dengan baju training serta kaos olah raga ketat Dave segera keluar. Tapi dia ingat, jika berpakaian seperti itu. Maka senjata apinya tidak bisa dia sembunyikan. Maka dia kembali lagi dan mengganti bajunya, waspada dan hati-hati itu penting.
Maka, Dave pun mengganti lagi bajunya dengan setelan jas rapi seperti biasanya. Dia masukkan pistol revolver berkaliber di balik jasnya, dua sekaligus. Lalu dia pun segera keluar lagi dan turun ke bawah.
Melihat sekeliling mobil Fernandez sudah tidak ada. Berarti mereka sudah pergi dengan Lee. Dan tak lama, ponsel Dave berdering, dia mengambilnya dan melihat nama Lee di sana.
"Halo, Dave kami sudah di jalan. Kamu menyusul dengan pengawal lainnya."
"Ya, baiklah. Maaf aku telat." kata Dave.
"Dave, segera masuk. Tuan Hugo dan Lee sudah berangkat." kata pengawal yang ada di dalam mobil.
Sambungan telepon terputus, dia segera masuk ke dalam mobil tepat berhenti di depannya. Pengawal itu langsung melajukan mobilnya mengejar mobil Fernandez dan Lee. Jalanan pagi hari masih sepi, karena ini waktu pukul enam pagi.
Tetapi ada beberapa mobil lewat untuk pergi bekerja. Dave melihat mobil dari jauh milik Fernandez Hugo.
"Itu mobil tuan Hugo, kita di belakangnya saja." kata Dave.
"Baik."
Mobil melincur santai mendekat di belakang mobil Fernandez Hugo. Dua mobil mengawal Fernandez untuk olah raga bersama dengan keluarganya. Dave baru tahu kalau istri dari Fernandez adalah orang Italia.
Pantas saja dia tinggal di Italia, dan ternyata istri Fernandez ini adalah dulu seorang atletik karate yang sejak remaja sering memenangkan turnamen di berbagai negara. Fernandez dan istrinya bertemu ketika mereka sedang belajar menembak di sebuah klub tembak. Lama kelamaan mereka saling jatuh cinta dan akhirnya menikah.
__ADS_1
Keduanya di karuniai dua orang putra, dan satu putri. Sangat terlihat bahagia, karena istri Fernandez memahami pekerjaan suaminya yang membutuhkan pengamanan ketat dari pengawal dan bodyguard.
Tak lama, mereka pun sampai di taman kota untuk olah raga sekedar joging saja. Itu keinginan anak perempuannya, jadi Fernandez menurutinya saja. Begitu kata pengawal yang satu mobil dengannya.
"Apa kamu sudah lama bekerja dengan tuan Hugo?" tanya Dave.
"Cukup lama, saya ini pengawal pribadi nyonya Hugo." jawab pengawal itu.
"Oh, begitu." kata Dave.
Mereka turun dan mengikuti kemana tuannya itu berjalan. Lee menghampiri Dave yang berjalan di belakang agak jauh dari Fernandez. Dave melihat sekeliling, dia tersenyum dan bergumam kecil.
"I'm coming my Italia." kata Dave, terdengar oleh Lee.
"Kamu suka negara ini?" tanya Lee.
"Ya, aku punya sejarah pahit di negara ini. Papaku meninggal di negara ini." kata Dave tanpa sadar membuat Lee heran.
"Papamu meninggal di italia? Kecelakaan kah?" tanya Lee.
"Emm, ya. Satu keluarga, kakakku, mamaku dan juga papaku." kata Dave.
"Dave, dulu katanya keluargamu di bunuh oleh perampok? Mana yang benar, keluargamu mati karena di rampok atau kecelakaan?" tanya Lee bingung.
Tentu saja Dave terkejut dengan ucapan Lee itu, memang dia dulu mengatakan keluarganya di bunuh oleh perampok. Dia pun tersenyum dan melihat ke arah Lee yang masih bingung dengan ucapannya itu.
"Dulu pernah kecelakaan satu keluarga, membuat kakakku itu tidak sadarkan diri. Kami hampir saja mati waktu itu, tapi beruntung bisa selamat karena pamanku langsung menolongnya. Tiga tahun kemudian, keluargaku di rampok dan semuanya di bunuh." kata Dave dengan tenang.
Jika dia harus cerita pada Lee tentang keluarga dan masa lalu itu, bukan di sini tempatnya. Di tempat terbuka dan pastinya banyak mata tak terlihat memperhatikannya. Mata Dave berkeliling, melihat banyak pengawal untuk mengawal Fernandez. Tapi ada juga orang lain yang sedang olah raga joging juga di tempat itu.
Lee menghela nafas panjang, dia menepuk pundak Dave menguatkan dia agar tidak perlu mengingat hal yang menyakitkan itu. Dave menatap Lee dan tersenyum padanya.
_
_
__ADS_1
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤