Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
85. Menyusun Strategi


__ADS_3

"Siapa kamu sebenarnya?!" teriak Dave.


Laki-laki memakai ninja itu masih tetap tersenyum. Dia ingin mencoba menguji Dave, kemudian dia menyerang Dave lagi dengan menggunakan karate kali ini. Dave segera mengelak, dia membalas serangan laki-laki berpakaian ninja tersebut.


Dengan gesit Dave melawan dan mencoba ingin melumpuhkan lawannya itu, agar tahu siapa orang yang berpakaian ninja itu. Dalam benaknya, dia kenal sekali gerakan yang di lancarkan laki-laki itu. Ingin menebak, tapi dia ragu. Jadi kali ini Dave pun hanya menanggapinya dengan cepat.


Bug!


Dave terkena pukulan bagian dadanya, dia mundur sejengkal dan menatap tajam padanya. Meski pukulan itu tidak keras, tapi dia terkejut. Menarik nafas, dan memberanikan diri menebak nama laki-laki itu.


"Liu Xi Chuen!" teriak Dave dengan keras.


Laki-laki itu pun terdiam, menatap tajam pada Dave dan akhirnya doa tertawa kecil. Membuat Dave pun ikut tersenyum, lalu menghampirinya dan hendak memeluknya. Tapi sekali lagi, laki-laki itu mau menyerang Dave. Dave tahu akan di serang lagi pun bersiaga dan mundur cepat.


"Hahah!"


Laki-laki itu pun membuka cadar ninjanya. Maka, terkejutlah Save. Dia pun ikut tertawa lalu menghampirinya lagi. Dia memeluk laki-laki yang tak lain adalah Liu, teman dan gurunya sewaktu belajar kungfu.


"Apa kabar Dave?" tanya Liu.


"Oh, kukira kamu sudah di alam baka Liu. Aku mencarimu, tapi tidak ada yang tahu keberadaanmu dan keadaanmu." kata Dave melepas pelukannya.


"Aku baik Dave, sejak kamu di bawa oleh Morata itu. Aku di selamatkan Jacky, dia yang membawaku kabur dari Makau. Awalnya ke Beijing, tapi aku lari ke Jepang. Di sana aku punya teman ninja, jadi aku sekalian belajar ninja juga. Sekaligus mencari kabar tentangmu di Makau." kata Liu.


Kini mereka masuk ke dalam mobil Dave, dan mobil itu pun segera melaju dengan kencang. Karena di tunggu oleh Mateo dan James. Dalam perjalanan Dave banyak bercerita, pun juga Liu. Bagaimana nasib keduanya setelah perpisahan mereka setelah di serang oleh kelompok Morata saat itu.

__ADS_1


Kini keduanya sama-sama senang karena bisa bertemu lagi. Dave tidak menyangka Liu masih hidup dan bertemu lagi dengan keadaan yang berbeda.


"Apakah kamu mau pergi ke mansion Javier, Dave?" tanya Liu.


"Iya, sudah saatnya aku balas dendam padanya." jawab Dave dengan mata yang menatap ke depan.


Menghela nafas panjang, tekadnya memang sudah bulat. Akan membunuh Javier sesuai apa yang pernah dia lakukan pada keluarganya. Mobil melaju dengan kencang, Dave menghubungi Mateo. Ada di tempat mana mereka berdua dan anak buah James ketua Drk Wolf.


"Kita mau kemana Dave?" tanya Liu.


"Paman Mateo dan tuan James sudah menungguku. Apa kamu sudah mengoperasikan laptop?" tanya Dave.


"Sedikit, namun aku belum bisa meretas keamanan negara ini." kata Liu.


"Tidak perlu keamanan milik negara, tapi milik Javier. Sistem keamanan mansion Javier sekarang sudah aktif, jadi harus di lemahkan lebih dulu agar bisa masuk ke dalam sana." kata Dave.


"Kita ke tempat paman Mateo dulu, nanti di sana bisa di operasikan melalui jaringan satelit pemerintah. Karena dari sana bisa di operasikan sistem keamanannya." kata Dave.


"Baiklah. Dan Dave, aku siap membantumu apa pun keadaannya." kata Liu.


Mobil Dave berhenti sesuai dengan arahan Matoe. Di belakang sebuah rumah kecil yang sengaja di sewakan sebelum mereka datang kesana. Dave masuk ke dalam rumah kecil itu, di susul dari belakang Liu yang masih berpakaian ninja. Tapi tidak memakai penutup bagian kepala.


"Paman, lihatlah siapa yang datang ini." kata Dave pada Mateo ketika Mateo mendekat pada Dave.


Liu mendekat dan tersenyum pada Mateo. Mateo terkejut, dia pun langsung menyongsong Liu dan memeluknya. Dia tidak menyangka Liu masih hidup dan bertemu di suasana penting itu.

__ADS_1


"Liu, kamu selamat. Syukurlah." kata Mateo memeluk Liu.


"Ya, kupikir juga aku tidak akan selamat. Namun Jacky menyelamatkanku, dia membawaku ke Beijing dan bersembunyi di sana. Dan setelah sembuh, aku pergi ke Jepang. Bertemu temanku dan belajar ninja selama bertahun-tahun. Kini aku kembali kemari. Aku sudah bertekad akan membantu Dave membalas dendam pada Javier." kata Liu.


Mereka masuk lebih dalam ke ruangan tertutup, khusus membicarakan rencana selanjutnya. Siapa yang lebih dulu menyerang mansion Javier dan siapa yang akan mendampingin Dave masuk ke dalam setelah sistem keamanan mansion Javier di retas.


Kini mereka pun membicarakan langsung apa yang harus di lakukan. Nampak jelas ke empat orang itu sangat serius untuk merencanakan semuanya agar berjalan lancar. Mateo mengatakan di dalam mansion Javier ada sekelompok ninja yang bertebaran di sekitarnya.


Berjaga-jaga agar bisa menangkis serangan musuh dari lapis kedua. Karena mereka bersembunyi di antara ruang-ruang yang tidak terlihat. Dan sepertinya Liu yang akan berhadapan dengan mereka, dia juga akan memanggil Jacky dan empat orang lainnya.


"Jadi setelah setelah anak buahku berjaga dan memancing anak buah Javier, Liu dan anak buahnya bisa menyusup masuk di dekat pintu gerbang. Mengintai ninja yang bersembunyi di sana." kata James.


"Ya, jadi nanti aku buka sistem keamanan dalam dua menit itu harus bisa masuk beberapa orang. Nanti komunikasikan di sana keadaan di dalam mansion." kata Dave, semua nampak setuju.


"Nanti biar paman Luca yang mengoperasikan dari markas. Kurasa aku tidak bisa membuka sendiri dan masuk sendiri. Karena Liu juga pasti berada di dalam." kata Dave lagi.


"Baiklah, malam ini kita beritirahat. Besok malam kita harus bersiaga siapa yang lebih dulu masuk." kata Mateo.


"Ya, hari ini melelahkan meski tidak melakukan apa-apa. Hanya melakukan pengintaian saja." kata James.


Semua nampak setuju, mereka segera beristirahat. Sementara di dalam mansion Javier sudah bersiaga sejak lama, dia bisa saja kabur ke negara apa saja yang dia inginkan. Namun, dia ingin tahu Dave seberani apa mau membalas dendam padanya dengan kekuatan yang dia miliki selama ini seharusnya tidak bisa di kalahkan.


_


_

__ADS_1


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2