
Brakk!!
"Brengsek! Kenapa kalian tidak bekerja dengan rapi hah?!" teriak Javier.
Javier menggebrak meja di depannya dan memarahi orang-orang yang ada di depannya. Dia mendapat laporan bahwa kegiatan pabrik narkoba di perusahaan itu sudah tercium oleh media.
"Maafkan kami tuan, semua sudah kami tangani. Tapi mereka sepertinya sudah lebih dulu mengirimnya. Kita tidak tahu mereka mengirimnya kesetiap media. Banyak sudah kami retas situsnya, tapi rupanya mereka memasang virus untuk menghalau semua serangan dari kami." kata bagian IT itu bicara pada Javier.
"Seharusnya kalian jangan lengah! Kenapa berita itu sampai turun ke publik!"
Javier benar-benar marah, dia menarik nafas kasar. Berpikir apakah itu perbuatan anak buah Alehandro dulu? Luca.
"Bukankah Luca masih hidup?" tanya Javier.
"Ya tuan, tapi dia sepertinya sudah tidak menggunaka akun hacker lagi. Entah ini siapa yang membuat kita kewalahan, tapi akan kami cari siapa orangnya tuan." katanya menunduk.
"Harus kalian temukan, lalu cari dia di mana berada. Aku juga akan membunuhnya sekalian. Saat ini semua klienku di perusahaan itu mulai menarik saham-sahamnya. Bisa-bisa bangkrut perusahaan itu." kata Javier.
"Baik tuan."
"Lagi pula kenapa Paolo bisa tidak tahu kalau perusahaan itu sedang di guncang dengan berita itu?".
Baru selesai dia mengucapkan itu, tak lama Paolo pun masuk ingin memberikan laporannya pada Javier. Javier menatap tajam pada Paolo, dia kesal sekali kenapa dia terlambat mengetahui dan datang ke markasnya.
"Maaf tuan, di depan kantor banyak sekali wartawan dan juga di dalam kantor para pemegang saham sedang mencari anda." kata Paolo.
"Apa kamu bilang?!" teriak Javier sambil melotot pada Paolo.
__ADS_1
"Seharusnya kamu yang mengatasi semua masalah di perusahaan itu!!" teriak Javier lagi.
"Tapi, saya sudah menjelaskannya pada mereka. Bahkan menghalaunya agar tidak masuk ke dalam gudang tersebut, tapi tetap ada yang langsung masuk ke bagian gudang yanh di jadikan pabrik narkoba itu. Para wartawan itu juga ada yang menerobos masuk ke dalam gudang." kata Paolo.
"Kamu sudah bersihkan tidak tempat itu?"
"Sudah tuan, tapi ada beberapa yang tidak bisa kami sembunyikan karena barangnya berat." kata Paolo.
"Ck, bereskan semuanya. Buat alarm agar mereka segera keluar dari perusahaan itu. Buat semua menjadi kebakaran." kata Javier.
"Baik tuan."
Lalu Paolo pun pamit keluar lagi, Javier menatap tajam ketiga hacker dan ahli IT itu. Dia tidak habis pikir siapa yang berani meretas semua perusahaannya itu.
"Kalian harus bekerja lebih keras lagi, serang akun itu agar tidak bisa beroperasi lagi di internet." kata Javier.
"Baik tuan."
_
Media elektronik dan cetak serta media online memberitakan tentang perusahaan Javier yang di gunakan sebagai pabrik pembuatan narkoba dan juga untuk pengiriman barang terlarang itu. Berita itu terus berkembang dengan marasi bermacam-macam sesuai haedline dan opini masyarakat juga para wartawan yang melihat perusahaan tersebut.
Semakin hari semakin marak di dunia maya maupun orang-orang membicakan. Dan masyarakat meminta kepolisian untuk mengusut dan menyelidiki perusahan itu. Sedangkan Javier benar-benar marah sekali, dia menyuruh anak buahnya untuk membakar gudang serta pabrik tersebut sebelum kepolisian menyelidikinya.
Meski pun Javier bisa saja menutup kasus tersebut melalui kepolisian, namun menutup masyarakat dan juga media pemberitaan tidak bisa satu persatu. Dia bingung, dan jalan satu-satunya itu membakar gudang tersebut.
Benar saja, malam harinya gudang bagian belakang perusahaan besar tersebut di bakar oleh orang-orang Javier. Dan media pemberitaan langsung saja menyiarkan secara langsung, ada juga mengatakan kalau kebakaran gudang itu sengaja di bakar untuk menghilangkan bukti.
__ADS_1
"Di beritakan dari depan perusahaan tuan Javier, bahwa gudang bagian belakang yang di duga di gunakan sebagai pabrik pembuatan narkoba sengaja di bakar untukenghilangkan barang bukti sebelum kepolisian memeriksanya.
Sampai saat ini pihak kepolisian belum memeriksa gudang tersebut, sehingga mereka yang di duga sebagai pelaku pembuatan serbuk narkoba sengaja membakarnya. Apakah pihak kepolisian juga dengan sengaja mengulur waktu pemeriksaan gudang tersebut?
Demikian laporan head line news dari tempat kejadian kebakaran perusahaan besar milik Javier Morrata."
Berita-berita terus bergulir dan para wartawan menyiarkan secara langsung. Departemen kepolisan tersudut dengan pemberitaan terus menerus tentang gudang sebagai pabrik pembuatan narkoba. Mereka terus di cecar oleh wartawan dengan lambatnya menangani kasus itu.
Sedangkan di markas Fernandez, Dave, Luca dan Mateo sedang melihat berita di televisi. Wajah senang keduanya terlihat jelas, namun masih ada yang mengganjal. Kenapa kepolisian belum bergerak sejak video itu turun ke publik.
"Kita tidak mudah menjatuhkan Javier dengan cara ini." kata Mateo melihat berita itu.
"Benar, tapi setidaknya sebagian sahamnya turun dan para pemegang saham itu akan kabur karena pemberitaan ini. Kurasa kamu harus memanfaatkan keadaan, Mateo." kata Luca.
"Ya, besok aku akan mendekati para pemegang saham tersebut. Tuan Fernandez juga memerintahkan seperti itu." kata Mateo.
Mereka kini sedang berpikir lagi bagaimana rencana selanjutnya untuk menyerang kembali Javier. Mungkin sekarang akan menyerang bagian militer dan juga kepolisian. Menyambung penyelidikan oleh kepolisian yang tidak juga menemukan bukti, karena bukti-buktinya sudah di hilangkan dengan kebakaran itu.
Tapi masyarakat sudah mulai mencurigai pihak keamanan, jika mereka memang sudah di kuasai oleh Javier.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
__ADS_1