Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
34. Mengejar Pelaku


__ADS_3

Dave dan Lee segera mengejar dengan cepat pengebom kasino Fernandez Hugo, di ikuti tiga mobil di belakang untuk mengawal Lee dan Dave agar bisa membantu jika mendadak di hadang mobil tak terduga. Karena tadi Dave sempat melihat pengendara motor dengan memakai jaket hitam, helm dan juga kacamata sangat jelas sekali berhenti di depan dan melempar bom ke dalam kasino.


Sedangkan mobil di belakangnya juga menutupi ketika motor sudah melaju kencang meninggalkan kasino yang sudah berantakan karena bom itu.


"Kira-kira siapa mereka, Lee?" tanya Dave menatap lurus ke jalan meneliti setiap mobil dan motor yang lewat.


"Kemungkinan itu anak buahnya Javier atau Sanders Miguel." jawab Lee yang masih fokus mengemudi.


"Nah itu dia, motor yang tadi berhenti dan melempar bom!" teriak Dave pada sebuah motor yang berboncengan.


Satu orang menoleh ke belakang, ke arah mobil Lee dan Dave. Lalu motor tersebut melajukan motornya dengan cepat, memghindari mobil Dave.


"Kejar terus Lee, dia melaju dengan kencang! Aku akan menembaki mereka dari jauh, stabilkan posisi mobilnya!"


"Iya, tembak rodanya Dave!" kata Lee.


"Iya, mereka terus melaju kencang!"


Dave mengarahkan senjatanya model revolver 44 magnum ke roda motor itu. Beberapa kali Dave menembakkan, masih meleset juga karena jaraknya masih terlalu jauh. Lalu Dave mengganti senjatanya dengan model senjata laras panjang AK74 dan dengan dua kali tembakan sudah mengenai roda motor itu.


Pengendara motor di belakang juga menembaki mobil Lee dan Dave, tapi sial bagi mereka. Tembakan Dave mengenai roda motornya dan seketikan mereka oleng dan membentur trotoar jalan. Lee lamgsung menutup jalan motor tersebut, Dave dan Lee langsung keluar dan mengejar kedua orang yang berlari menghindar.


"Dave, arahkan senjatanya pada mereka!"


Dor! Dor! Dor!


Lee langsung berlari kencang mengejar mereka, setelah dekat Lee langsung menendangnya beberapa kali. Hingga dua orang tersebut tersungkur, tapi ternyata mereka melawan. Kini Lee pun menangkis, mereka kini bertarung. Dave membantu menyerang keduanya.


Tak berapa lama, mereka pun bisa di lumpuhkan. Dave mengunci kedua tangan mereka agar tidak bisa lari. Sedangkan Lee mengambil tali di dalam mobil. Baru saja mengambil tali,dua mobil memberondong Lee dan Dave dengan cepat. Mereka pun menunduk.


Dave pun membalas tembakan mereka dengan cepat, berlindung di balik mobil dengan menarik salah satu orang yang tadi dia tangkap. Tapi salah satunya itu berhasil kabur dan menendang Dave dengan keras. Membuat Dave kaget.


"Hiaaat!"

__ADS_1


Bugh!


"Aaah!"


"Dave!"


Teriakan Lee membuat kaget salah satu temannya dan kembali berusaha kabur. Tapi Dave ternyata lebih cepat dan mengarahkan senjatanya ke orang yang berusaha kabur.


Dor! Dor!


"Aaargh!!"


Ambruk, sementara Lee masih membalas tembakan dari mobil yang tadi mengawal motor itu.


"Sial! Dia kabur!" teriak Dave.


"Biarkan saja, salah satunya sudah kamu tembak?" tanya Lee.


"Ya, dan dia sudah mati." kata Dave.


Tembakan saling mengarah ke lawan masing-masing. Dave dan Lee masih menembaki mobil itu. Bantuan dari mobil satunya pun datang, Dave melihat salah satu orang di dalam mobil itu mengambil senjata bazoka dan mengarahkan ke arah mobil Dave dan Lee berlindung.


"Lee, awaas!"


Duaaar! Bhooom!


Dave menarik cepat Lee agar menjauh. Karena ternyata mereka mau meledakkan mobil Lee dengan bazoka. Dan meledaklah mobil Lee. Kini Lee dan Dave berlindung di balik bawah trotoar jalan, mengintai mobil yang tadi mengebom mobilnya.


Mobil bantuan pun datang, sedangkan mobil yang tadi menyerang Lee dan Dave pergi berlalu dengan cepat. Dave dan Lee segera keluar, menghampiri mobil yang memabantunya tadi. Dave mendekat pada laki-laki yang dia tembak tadi, memegang pergelangan tangannya memeriksa denyut nadinya.


"Dia sudah mati." kata Dave.


"Dia tadi di tembak bagian dadanya, lihatlah. Ada dua tembakan di pinggang dan dada bagian kiri. Mereka sengaja membunuhnya agar tidak bicara tentang mereka. Tapi, itu pasti ulah Sanders dan Javier." kata Lee.

__ADS_1


"Benar sekali. Kalau begitu ayo kita pulang." kata Dave.


Dave dan Lee pun memasuki mobil yang membantu mereka, kini mobil tersebut berbalik kembali ke rumah Fernandez Hugo. Mereka segara meluncurkan mobilnya menuju rumah Fernandez Hugo, merasa khawatir dan bersalah karena tidak bisa membawa pelaku pengebom itu.


"Kita tidak berhasil membawa pelaku itu, Lee." kata Dave.


"Ya, mereka sangat cepat sekali. Apa mungkin itu hadiah yang di maksud Javier pada tuan Hugo?" kata Dave menduga sendiri karena dia mendengar setelah selesai pembicaraan malam itu, Javier mengatakan akan mengirim hadiah kecil pada Fernandez Hugo.


"Kamu benar, aku tidak berpikir kesana." ucap Lee.


Mobil pun sampai di depan rumah Fernandez Hugo, Lee dan Dave segera masuk ke dalam rumah dan menyampaikan laporan kegagalan mereka menangkap pelaku pengeboman itu. Dave dan Lee menunduk, merasa bersalah pada bosnya itu.


"Maaf tuan, pelaku tida bisa kami bawa kemari." kata Lee.


"Sudahlah, aku baru ingat kalau ucapan hadiah akan di kirim dari Javier seperti itu." kata Fernandez.


"Anda boleh menghukum kami karena tidak membawa pelaku itu, tuan." kata Dave.


"Tidak Dave, itu hanya insiden kecil. Biarkan Juan yang akan membereskan semuanya. Kasino juga akan di bereskan sama dia." kata Fernandez.


Lee dan Dave merasa lega, sekaligus merasa bersalah. Lalu Fernandez memanggil Juan dan masuk ke dalam ruang kerjanya. Tapi sebelumnya, dia mengatakan pada Dave dan Lee.


"Besok malam kita langsung ke Las Vegas, kalian persiapkan untuk besok. Dan ingat, jangan ada yang lengah mengawalku." kata Fernandez mengingatkan Lee dan Dave.


"Baik tuan."


Fernandez pun masuk ke dalam ruang kerjanya, sedangkan Lee dan Dave keluar rumah untuk melihat keadaan kasino yang rusak di bagian depannya. Untungnya tidak ada korban mati atau sakit parah akibat bom tersebut.


_


_


_

__ADS_1


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


__ADS_2