Dendam Anak Mafia

Dendam Anak Mafia
94. Kesepakatan


__ADS_3

Kini persiapan untuk menyerang Javier di vilanya di Nevada sudah benar-benar sempurna. Tidak banyak, hanya senjata yang di butuhkan saja. Dave hanya ingin berduel secara langsung. Ingin mengetahui sejauh mana kemampuan Javier jika di ajak duel dengannya.


Dia yakin, Javier tidaklah pandai berkelahi, hanya mempunyai banyaknuang saja sehingga anak buahnya begitu patuh. Seperti Paolo yang kini sudah mati di tangan Dave.dan membunuhnya di hadapannya. Jadi dia membawa senjata api jenis reviver magnum dua buah juga pedang samurai di belakang punggungnya.


Begitu juga Lee, dia membawa senjaya laras panjang. Revolver magnum dan juga pedang jika itu di butuhkan. Karena kemungkinan anak buah Javier tidaklah banyak menyimpan senjata seperti itu, jadi hanya untuk berjaga-jaga.


Sama halnya Liu, dia membawa senjata api dan juga senjata ninjanya. Karena hal yang pertama menyerang pasti dia dengan senjata shurikennya dengan jarak jauh bisa dia lakukan.


"Kita pergi naik apa?" tanya Liu.


"Naik mobil saja, jika naik pesawat milik tuan Hugo akan di curigai oleh anak buah Javier." kata Lee.


"Benar sekali, mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa tujuh jam lebih sampai di Nevada. Kita bisa menikmatinya pemandangan di jalan sebelum kita bertarung dengan anak buah Javier." kata Dave.


"Ya, baiklah. Ayo kita berangkat."


"Baiklah, apa kita membutuhlan supir?" tanya Lee.


"Kurasa, dia bisa menjaga mobil serta perlengkapan senjata kita." ucap Dave.


"Baiklah, kita langsung berangkat."


Setelah bicara begitu, Lee segera masuk ke dalam mobil. Di susul Liu dan Dave, semua sudah masuk ke dalam mobil dan kini mobil bersiap untuk perjalanan panjang menuju Nevada. Di mana vila Javier berada.


_

__ADS_1


Javier sedang menemui kolega barunya, dia menerima tamu di ruang tertutup seperti biasa jika menyangkut pembicaraan bisnis ilegal. Satu orang yang sedang duduk di ruang tertutup itu menunggu Javier membersihkan diri setelah berenang dengan para pelayang wanitanya di kolam renang di belakang vila.


Dia menunggu dengan sabar Javier menemuinya di ruangan itu. Ya, dia adalah Mc. Quin. Pemilik bar terkenal di Las Vegas. Dia ingin bekerja sama dengan Javier mengenai bisnis gelapnya. Dia akan meminta bantuan modal pada Javier untuk memuluskan bisnisnya, sekaligus mengedarkannya di setiap kasino dan juga ke berbagai toko.


"Selamat malam tuan Mc. Quin." sapa Javier dengan wajah lebih segar.


"Selamat malam juga tuan Javier. Anda masih terlihat muda saja, terlihat segar. Hahah!" kata Mc. Quin dengan gaya penjilatnya.


"Ya, karena aku selalu di temani wanita-wanita cantik setiap hari. Aku tidak pernah lepas dari seorang wanita tuan Mc. Quin." kata Javier menanggapi ucapan Mc. Quin.


"Hahah! Baiklah, itu resep dari anda ya. Akan aku lakukan, tapi aku susah untuk melepas begitu saja wanita-wanita yang aku kencani tuan Javier. Hahah!" ucap Mc. Quin lagi.


"Biaklah, sudah cukup basa basinya tuan Mc. Quin. Aku yakin anda punya maksud datang ke vilaku yang tersembunyi ini." kata Javier mulai bicara datar.


"Apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Javier dengan wajah dinginnya.


Sejak Paolo di kabarkan meninggal oleh Dave, Javier sekarang lebih berhati-hati bertemu dengan orang. Namun, terkadang jika ada kolega yang ingin bertemu dengannya dia temui jika hatinya sedang baik.


"Saya hanya mengajak anda berbisnis tuan Javier. Saya punya bisnis yang perlu berkembang, tapi ada sedikit kendala." kata Mc. Quin.


"Hmm, jadi maksudmu mau meminjam uang padaku? Seberapa miskin dirimu sehingga harus meminjam uang padaku?" tanya Javier penuh kesinisan dan angkuh.


"Bukan begitu tuan Javier, saya mengajak kerja sama. Saya punya bisnis pembuatan uang palsu, hanya membutuhkan modal sedikit dan perlu pengedaran uang palsu itu di tempat-tempat strategis. Agar bisa menyebar dan uang saya bisa terjual dengan banyak koneksi." kata Mc. Quin.


Javier berpikir, dia melihat wajah Mc. Quin yang terlihat berharap dirinya mau bekerja sama dengannya. Javier menyulut cerutunya dan menghisap dengan cepat. Dengan santai dan tenang Javier masih menghisap cerutunya, membuat Mc. Quin jadi tidak sabar.

__ADS_1


"Bagaimana tuan Javier? Apakah anda menerima kerja samanya?" tanya Mc. Quin penuh harap.


"Hmm, kupikirkan nanti. Aku akan pertimbakan tawaranmu itu, memang menarik. Tapi aku harus tahu dengan keuntungan yang akan aku dapatkan dari kerja sama ini." kata Javier lagi.


"Tentu saja akan bangak menguntungkan anda tuan Javier. Kita akan mendapatkan keuntungan sama besar, lima puluh persen sama." kata Mc. Quin.


"Benarkah?"


"Iya tuan Javier. Dan anda bayangkan jika uang palsu itu beredar di mall-mall besar juga di tempat perjudian atau di kasino, pasti akan sangat menguntungkan. Nanti saya akan menjualnya pada pemilik bar dan kasino, mereka juga pasti akan senang sekali dengan bisnis ini." kata Mc. Quin lagi.


Javier kembali berpikir, dia membenarkan apa yang di katakan oleh Mc. Quin tentang penyebaran uang palsu itu. Jika di kasino, pastinya untuk membayar hadiah yang di dapat oleh pelanggan kasino. Sudah di pastikan uang itu akan terus beredar di kalangan masyarakat banyak.


"Oke, deal kita kerja sama dengan pembuatan uang palsu itu." kata Javier dengan cepat, Mc. Quin pun tersenyum senang.


Kini mereka pun menikmati minuman yang di sajikan oleh pelayan wanita yang seksi dan pastinya di layani oleh wanita-wanita seksi itu. Baru sepuluh menit mereka bersenang-senang, suara baku tembak di luar vila Javier terdengar dengan keras.


Dor! Dor! Dor!


_


_


_


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤

__ADS_1


__ADS_2