Di Ujung Jalan

Di Ujung Jalan
Chapter 15


__ADS_3

Belum Ketemu juga


" Assalamu'alaikum..."


" Wa'alaikumsalam...kok baru pulang nak..dari mana." Bunda membukakan pintu buat Arin.


" Tadi mampir sebentar bund, diajak temen- temen makan bakso.. Maaf ya Arin tidak membungkus buat orang di rumah. "


" Ga apa-apa .. Lagian ibu sudah memasak .Sayang kalo ga di makan ,malah mubazir. Ya udah mandi sono terus istirahat." Bunda memang penuh perhatian kepada ketiga anaknya.Ibu yang lemah lembut jarang sekali marah , kecuali ada kesalahan yang fatal.


Arin baru saja sampai rumah . Capek rasanya tapi dia merasa sedikit terhibur hari ini. Setelah tadi makan bakso bareng temen-temennya. Memang pikirannya teralihkan sejenak dari segala hal tentang Bara. Namun hanya sejenak,sesampai di rumah Arin kembali teringat surat dari Bara. Dia masuk kamar , dia buka kembali surat dari Bara. Dia baca ulang. " Benar tanggalnya besok tanggal sepuluh bulan sepuluh tahun dua ribu dua puluh dua. Aku sudah siap bertemu pak Dokter. Sudah ku siapkan semua uang beserta bunga yang kamu minta" ucap Arin pelan .Takut bunda mendengar ucapannya. Arin melipat kembali surat itu dan menyimpannya. Lalu dia merebahkan diri. Istirahat sebentar pikirnya Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dilihat siapa yang kirim pesan . Ternyata Fian ." Ada apalagi si.." Arin bergumam.


Fian : Assalamu'alaikum Arin.


Arin : wa'alaikumsalam..ada apa Fian


Fian : Diih jawabnya galak amat .


Arin : Galak dari mana si ..


Fian : ga nyadar ya..udah pulang kerja


Arin: Udah..ini lagi rebahan. mana ada Gue galak...gue kan baik hati dan tidak sombong 😜🤣


Fian : Dihh emot lo nyebelin banget si . .. Nanti malam gue ke rumah ya.


Arin : hahaha...Eeh tumben bilang .. biasanya nyelonong aja.


Fian : Kan gue pengen jadi anak baik.


Arin : Hahahahaha... memang lo punya potongan jadi anak baik. Sejak kapan ya.


Fian : Songong lo...Kan lagi belajar jadi baik Arin.


Arin. : Iya deh gue doain lo jadi anak baik 🤣🤣🤣


Fian : Diihh ..lo ngledek gue ya. nyebelin amat si jadi anak. Awas kalau ketemu.


Arin : Memang mau diapain kalo ketemu.Yakin ni sebel sama gua,nanti lama- lama naksir lho😜


Fian : Hmm..tunggu gue ya nanti malam.


Arin : Ada apaan si ... kok jadi merinding ya gue . Lo kesambet di mana . Atau jangan- jangan lo semalem ngliat penampakan ya.


Fian : Tau akh ..Lo mah gitu ..udah ya gue mau mandi ..bye..bye Arin.


Arin mematikan ponselnya. Dia taruh di atas meja. Arin merasa Fian aneh hari ini. Ada apa dengan Fian ,pikirnya. Biasanya memang setiap malam minggu banyak anak- anak yang main di rumah Arin . Fian dan Nando selalu datang setiap malam minggu , sekedar ngobrol dan becanda . Kadang Andra dan kawan- kawan juga dateng . Rumah Arin selalu ramai. Karena memang keluarga Arin sangat ramah dan baik hati. Mungkin itu juga yang membuat banyak orang iri. Pikirin mereka macam-macam. Padahal anak- anak memang hanya sekedar bermain dan becanda tidak lebih.


Arin bangun dari ranjang di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul enam .Dia harus mandi . Arin keluar dari kamarnya.


" Kak Arin ada acara ga malam ini.." Rama mendekati Arin.


" Ga Ram ..kenapa memangnya."


" Mau pinjam motor ,boleh ga kak. Hanya sebentar kok."


" Memangnya mau kemana. Eh iya ini malam minggu ..lupa..hehehe.."Arin menepuk jidatnya sendiri .


" Ikh kakak tu. Makanya punya pacar ,biar bisa bedain ini malam apa."


" Kamu sudah punya pacar Ram..?"


" Belumlah kak..aku pinjam motor mau ke rumah temen mau pinjam buku ,"


"Hayoo..anak cewek ya.." Arin menggoda Rama .Dia colek- colek bahunya.

__ADS_1


" Apaan si kak Arin ikh ..gue ga mau punya pacar dulu sebelum lulus sekolah. Seperti kak Arin . Pokoknya sekolah nomer satu . Ga pacar- pacaran dulu."


" Bagus dong.Pinter banget si adik siapa si ini." Arin mengacak- acak rambut Rama .


" Kak Arin lebay..ikh jangan diacak- acak dong kan udah rapi ..jadi berantakan lagi kan." Rama cemberut


" Hahaha......habis gemes si. walaupun lo udah gede , tapi kan tetep gedean gue..jadi boleh dong kakak lo ini ngapa-ngapain lo..hahaha.."


" Kak Arin jahat ikh..Bunda ..kak Arin...nakal." Rama berteriak memanggil bunda dan dia kabur dari Arin yang ga berhenti meledeknya.


" Weehh ngadu... hahahaha.kaya gitu kok ngaku gede. Udah tujuh belas tahun lho. masih suka ngadu."


" Biarin..wehh...biarin.." Rama pergi meninggalkan Arin sendirian di ruang depan." Kak jadi ya pinjam motornya.." Teriak Rama dari depan rumah.


" Iya pake aja...tapi nanti perginya habis sholat magrib ya.."


" Siap ..kunci di tempat biasa kan.?"


" Iya .. ambil aja."


Hari telah senja . Arin baru mau mandi. Tadi sudah berniat mau mandi , malah keasyikan gangguin Rama. Jadi kemalaman deh mandinya.


🌸🌸🌸


Sementara Fian sudah rapi , sudah siap untuk main ke rumah Arin. Padahal masih jam tujuh .Dia sudah tak sabar .Pas Fian keluar kamar, bertepatan dengan Andra yang mau keluar juga.


" Mau kemana lo..tumben rapi amat. Biasanya cuma pake kolor."


" Mau main ..mau malam mingguan dong."


" Memangnya punya pacar...?" Andra menggoda Fian . Sebenarnya Andra tau kalau Fian mau ke rumah Arin. Tapi biasanya ga serapi itu. Biasanya cuma pake kolor. Sedangkan sekarang rapi pakai celana jeans dan kemeja.


" Ga punya si... memang kalo ga punya pacar ga boleh malam mingguan." tentu saja Fian jengkel di ledek Andra ."Memang lo sudah punya pacar juga .. harusnya kan lo duluan yang punya. Kan lebih tua.." Gantian Fian yang mengolok- olok Andra.


" Ok bang ..gue tunggu ya .Ya udah gue keluar dulu bang. Jangan nyusul ya ...awas " Ancam Fian mengepalkan tangan ke arah Andra .


" Hahaha...pasti nyusul dong .Markas kita kan disana .."


" Abang ...sekali ini aja jangan nyusul ya. please... please.." Fian memohon sambil mengatupkan kedua tangannya. Andra malah semakin santer menggoda .


" Ganti baju juga ah...mau ikut ngapel."


" Jangan kenceng-kenceng ngomongnya kedengaran mama bisa kacau ." Fian mendekati Andra menutup mulut Andra dengan tangannya.


"Eh ...maaf lupa . Ya udah sono pergi ...good luck ." Akhirnya Andra mengalah. Setelah Fian pergi Andra masuk kamar .Dia mengambil ponselnya . Dibukanya galeri ponselnya .Banyak foto-foto Arin disana . Banyak kenangan tentang Arin, ada Fian dan juga teman-temannya juga tentunya. Bagaimana tidak , mereka tumbuh besar bersama-sama. Pasti akan tumbuh perasaan sayang bila sedari kecil selalu bersama. Arin yang selalu ceria ,Arin yang menggemaskan . Arin yang dari kecil manja tapi mandiri. Kenangan- kenangan itu muncul di kepalanya. Kenangan kebersamaan mereka selama ini." Seandainya bisa ku ungkapkan perasaanku ini. Tapi Arin sukanya sama Fian. Dan sekarang Fian mulai ada perasaan ke Arin. Apa gue tega menghancurkan kisah mereka." Tiba-tiba ponsel ditangannya bergetar .Saking kagetnya ponsel itu sampai terlempar.


" Hah..siapa si yang nelpon ..bikin kaget saja. Untung tidak pecah " Andra ngomel- ngomel sendiri. Dipungutnya ponsel yang terjatuh." Toni ternyata .ngapain ya." Digesernya tombol hijau. "Ya haloo... ada apa..iya bentar, udah di depan rumah . Ok.. gue keluar . Tunggu gue ganti baju dulu...sip." Andra mematikan ponselnya dan mengganti kaos yang dipakainya. Andra keluar rumah , ternyata benar Toni telah menunggu di depan rumahnya. Dia sendirian.


" Hey Ton.. kita mau kemana si .Bilang yang jelas dong. Bikin penasaran."


" Biasalah kalau malam minggu kita ke rumah Arin. Acara wajib kan .. udah ikut aja si.."


Andra berpikir sejenak,apakah tidak mengganggu Fian ya. Tapi biarlah. Toh dia tidak sendirian. Banyak teman-temannya juga . Jadi ga bakal di salahkan nanti.


" Ok deh ....kita ngumpul di mana .Gue kira udah ada disini semua .."


''Yang lain nunggu di pertigaan, seperti biasa. Tadi bilangnya ngumpul di sana gitu.. " Sebenarnya Toni punya rencana mengacaukan acara Fian. Bukan Toni saja tapi nando juga . Mana boleh Arin jadian sama Fian . Mereka berpikir kasian Arin kalo kejadian yang lalu terulang lagi.


" Ayo Ton..malah bengong , kesambet ntar lo.." Andra menepuk bahu Toni yang sedang melamun.


" Eh iya...ayo..kaget gua."


Mereka berdua berangkat. Sampai dipertigaan ternyata semua sudah berkumpul. Ada sekitar enam orang yang akan ikut ke rumah Arin.


" Kaya mau tawuran aja kita ya ..hahaha. " Tawa Nando paling keras . Tapi memang benar si .Mau ngapel kok rombongan.

__ADS_1


" Ayolah langsung saja nunggu siapa lagi .. Sudah ga sabar mau bikin kejutan hahaha..." Nando yang paling semangat berjalan duluan. Akhirnya yang lain mengikuti juga.


🌸🌸🌸


Sementara Fian sudah sampai di depan rumah Arin.


"Assalamu'alaikum..Arin..Arin.."


" Wa' alaikumsalam..siapa ya.." Arin membuka pintu depan . " Wehh lo Fian ..ada apaan . Tumben rapi banget , mau pergi kemana . Sendirian, mana yang lain . Biasanya sekampung ikut semua.' Arin melihat kanan kiri , tentu saja heran tumben Fian datang sendiri dan pakai baju rapi pula.


" Ga disuruh masuk dulu ni...ga tahu juga yang lain mau kesini apa ga." sebenarnya Fian merasa grogi .Tapi sudah kepalang basah ,sudah sampai di sini juga .


" Di luar ajalah ..tu kan ada bangku .Duduk dulu bentar gue ambil minum , kayaknya tadi bunda ngrebus singkong deh.. gue ambil dulu." Arin masuk lagi ke rumah , sedangkan Fian duduk di bangku yang ada di depan rumah Arin. Tiba- tiba terdengar suara ramai orang berbicara. "Assalamu'alaikum.." ternyata rombongan Toni dan kawan- kawan sudah sampai didepan rumah Arin. Mereka mengucap salam bersamaan jadi terdengar sangat ramai.


" lhaaa kok kesini.... tadi pas ditanya katanya ada acara.." Fian mau marah sebenarnya. Tapi memang salah dia . Ini kan malam minggu .dan dia tidak lupa kebiasaan mereka. Dia merasa di kerjain teman-temanya.


"Hahaha .. kenapa mukamu Fian .kok cemberut gitu ..." Nando mendekati Fian .Tentu saja Nando tertawa paling keras .


" Ga apa-apa....." Fian semakin jengkel. Tapi dia hanya diam saja.


" Mau colong start ya...hahaha"Toni menambah suasana hati Fian jadi tambah jengkel.


" Hahaha..." Akhirnya pecah tawa semua orang. Fian hanya diam saja . Yang lain semakin keras tertawa.


" Siapa si rame banget di depan Rin.." Tanya Nia . Dia sampai keluar dari kamar karena mendengar suara orang tertawa cukup keras.


" Biasa kak rombongan orang gaje semua..." Jawab Arin sekenanya." Ya udah gue keluar dulu.. kakak ga ikut keluar. ikut main remi yuk ..seru lho.. dari pada di kamar terus ,sekali- sekali ikut nimbrung ."


" Males.. mau rebahan aja, capek rasanya badan kakak . Kakak istirahat dulu ya.."


" Ya udah Arin keluar dulu. Nanti Arin bilangin ngobrolnya jangan kenceng-kenceng."


Arin keluar sambil membawa teko berisi ari putih dan sebaskom singkong rebus yang masih mengeluarkan asap .


" Wuih mantab ini mah ..sudah dipersiapkan sambutan buat kedatangan kita. Bener- bener tuan rumah yang baik .." Arin hanya mencibir. Didit membantu Arin membawa baskom berisi singkong rebus.


" Alhamdulillah tadi ayah baru mencabut singkong yang dibelakang rumah. Kan dah biasa kalian orang- orang kelaperan pasti ngumpul disini .Hahaha.." saut Arin sekenanya. Arin masuk lagi mengambil gelas plastik." Ini gelasnya lupa tadi belum dibawa."


" Arin mah kalo ngomong suka pas deh ..heran gue hahaha..." mereka bersaut-sautan saling meledek sambil menikmati singkong rebus .


Sementara Fian hanya diam saja. Bukan yang lain tidak tau ,tapi memang disengaja . Keinginan Fian hanya berdua ngobrol sama Arin , gagal total. Tapi dia lupa ini malam minggu dan semua teman-temannya jomblo semua belum ada yang punya pacar . Dan setiap malam minggu memang selalu berkumpul didepan rumah Arin hanya sekedar main kartu UNO ataupun remi , sambil becanda dan saling mengolok- olok ,saling mengejek . Kadang sambil mengenang masa- masa kecil mereka. Masa kecil yang penuh kejadian seru dan tidak terlupakan.


" Inget ga waktu Arin mandi di sungai ,bajunya diumpetin Fian..?" Didit mulai memancing obrolan .Tentu saja mereka ingat.


" Kamu kelas berapa ya waktu itu ya Rin . .." Irwan menambahi.


" Gue kelas empat deh kayaknya...udah ikh hal memalukan di inget...malu tau.."


" Hahaha .. waktu itu Arin pulang cuma pake ****** ***** sama kaos dalam doang.. hahaha." mereka saling bersautan mengejek Arin.


" Arin pulang sambil nangis sepanjang jalan ... hahaha...takut di marahi ayah sama bunda.." masih dilanjutkan juga cerita kejadian itu.


" Udah dong ..malu tau..Fian jahat memang.. lo umpetin dimana bajunya dulu..."


" Gue umpetin di atas pohon rambutan hahahh... jadi geli dah...hahaha ."


" Lucu banget muka Arin pas nangis..hahaha." mereka saling menimpali ,saling menyaut.


" Liat aja ya kalian ku bales besok ya ku buka aib kalian satu- satu...hahaha."


" Siapa takut ..kita semua punya aib disini...hahahaha." balas yang lainnya.


Tanpa mereka sadari dari kejauhan terlihat sebuah motor berhenti tidak jauh dari rumah Arin . Orang itu mengamati rumah Arin. Namun hanya sebentar . Entah apa yang diamatinya. Dia menjalankan motornya kembali menjauhi rumah Arin. Setelah cukup jauh , dia membuka helmnya dan ternyata Bara yang mengamati rumah Arin. " Ada acara apa di rumah Arin ya .Kok rame sekali anak cowok .Temennya cowok semua , ternyata gadis yang tomboi dia. " Bara memakai kembali helmnya kemudian menjalankan motornya pulang ke rumah. Sepanjang jalan dia menyusun rencana untuk pertemuannya dengan Arin besok sore. Kenapa tinggal besok saja kok masih terasa lama ya. Semakin dekat semakin penasaran.


Apa yang terjadi besok ya.....

__ADS_1


__ADS_2