
Masih tiga tahun lalu
" Maafin Arin bunda , seandainya Arin tidak ikut memancing pasti ayah tidak akan sakit.Ini salah Arin bunda.Arin anak tak diri bund.Pukulan ayah belum cukup untuk menghukum Arin bun... hiks..hiks .hiks."Arin bersimpuh dipangkuan bunda .Dia terus saja menyalahkan dirinya sendiri
"Nak,Arin jangan berpikir begitu, semua sudah kehendak Allah . Mungkin ayah memang harus sakit.Tidak ada yang menyalahkan kamu jangan nangis lagi nanti ayah bangun.Istirahat sono gantian jaga nanti sama bunda ya ,kamu tidur dulu ,kamu juga lelah kan , dari tadi belum istirahat" bunda mengelus kepala Arin.Bunda merasa kasian juga melihat anak gadisnya.Arin yang selalu ceria, menurut semua nasehat orang tua ,Arin yang cerdas .Arin yang tidak pernah membantah perkataan orang tua.Harus menderita karena berita yang tersebar . Bunda percaya sepenuhnya kepada Arin,karena memang Arin anak yang bertanggung jawab
"Arin....Arin..sini nak.."
Arin menoleh mencari sumber suara yang memanggil namanya "Ayah ..ayah kok bangun..maafin Arin ayah.Ayah Cepet sembuh ,jangan sakit.Kalo sakit jangan lama-lama .Ayah maafin Arin kan.Ayah boleh pukul Arin lagi kok.Arin memang salah Yah."
Arin mendekati ayahnya yang terbangun dari tidurnya.Dia pegang tangan ayahnya.Diciumi berkali-kali." Maaf ayah...maafin Arin ya.Arin tidak akan mengulangi lagi .Arin janji akan selalu menuruti perintah ayah tapi ayah harus segera sembuh."Arin menangis .Dia tidak tega melihat ayahnya yang terbaring sakit.
"Iya Nak...maafin ayah juga ya,pasti sakit dipukul ayah tadi.Coba lihat lukanya." ayah mengelus pipi Arin .Ada air yang menggenang di pelupuk matanya.Ayah menyesal telah kalap memukul Arin.Ayah sebenarnya marah sama orang-orang yang telah menghina anaknya itu,sayangnya pelampiasannya malah ke Arin."Yang sakit mana ..udah diobati belum.Sini ayah lihat."
" Udah kok Yah..tidak apa-apa kok .Ayah kan tahu Arin kuat .Ayah sekarang tidur lagi ya .Biar cepet sembuh .Biar besok bisa pulang.Jangan lama-lama di rumah sakit..tidak enak."
"Iya Rin..kamu juga istirahat.Kalian tidur di mana."
"Ada tikar kok yah ..tidak usah khawatir..tu di bawah .bunda udah rebahan.Ayah tidur lagi ya.Arin temenin."
"Iya nak..." Ayah memejamkan mata.Dia merasa bersalah sekali kepada Arin .Kenapa tadi dia memukul Arin begitu keras.Tadi dia lihat pipi Arin lebam agak biru bekas tamparannya.
Sementara itu Fian telah sampai rumah.Dia masuk rumah pelan-pelan karena rumah sudah sepi .Sudah pukul sepuluh malam.
"Dari mana kamu..." tiba- tiba lampu menyala dan suara mama Fian terdengar cukup keras karena memang rumah sudah sepi dan gelap.
"Dari luar mah,kan tadi ada kumpulan di rumah pak RT." jawab Fian .Dia tidak berbohong tadi memang ada rapat karang taruna.Tapi Fian pulang lebih dulu untuk mengantar obat dan makanan buat Arin.
__ADS_1
"Bener ga bohong .Ga ke rumah sakit nengokin ayah si murahan itu.."
"Mama ....ada apa dengan mama .Mengapa bilang begitu .Arin ma ..namanya Arin .Punya nama mereka juga .Apa mereka punya salah ,sama mama sehingga mama begitu benci tidak mau menyebut namanya."
"Apa urusannya dengan kamu.sudahlah sono masuk kamar.." mama pergi meninggalkan Fian.Fian hanya menggelengkan kepala tidak mengerti.Dia tidak paham dengan sikap mamanya itu.Fian berjalan ke arah kamar Andra.
"Bang...bang Andra sudah tidur belum.."Fian mengetuk pintu kamar Andra yang memang bersebelahan dengan kamarnya.
"Iya ..kenapa Fian.Jadi ke rumah sakit. Bagaimana keadaan Arin dan ayahnya." tanya Andra sambil menarik Fian masuk ke kamarnya.Takut orang tuanya mendengar ucapannya.
"Kasian Arin bang.Ada lebam biru di pipi bekas tamparan,terus ditangan sepertinya badannya juga.Kata Rama dipukulin pake kayu apa bambu gitu.Ga tega melihatnya.Cewek cantik luka seperti itu.Kalo ayahnya si udah sadar .Tinggal perawatan beberapa hari gitu katanya tadi."
"Jadi merasa bersalah . Gara-gara mama semua jadi begini.Kata Irwan tadi biaya rumah sakit sampai sepuluh juta ,kok banyak ya .Memangnya sakit apa ayahnya."
"Sebanyak itu ya.Pantesan tadi Arin terlihat bingung dan melamun Pasti mikirin biaya rumah sakit.Kita bantu yok..aku ada tabungan sedikit. Tapi jangan sampai mama tau ,bisa semakin runyam ."
" Iya .besok sepulang kuliah mampir bentar mau nengok .Ya sudah tidur sono ,udah malam juga .Besok sekolah kan."
Arin terbangun pukul empat pagi .Semalem tidak bisa tidur karena luka bekas pukulan ayah terasa sakit .Dia sudah minum obat dari Fian ,lumayan sedikit mengurangi rasa sakitnya. Suhu badannya terasa hangat .Tapi dia harus pulang,karena harus sekolah dan mencari tambahan uang biaya perawatan ayah. Hari ini hari senin.Untungnya semua PR sudah dikerjakan .Dia lihat ayah dan bunda masih tidur. "Bund..bunda..Arin mau pulang,mau sekolah. Arin pamit ya .Nanti pulang sekolah Arin ke sini lagi."Arin membangunkan bunda pelan- pelan takut ayah terbangun.
"Iya nak..Badan kamu kok anget .Tidak usah sekolah,mumpung di rumah sakit ,periksa sekalian sono." bunda meraba kening Arin dan memang terasa hangat.
" Ga usah bund..tidak apa- apa kok.Arin langsung pulang aja . Tadi udah minum obat juga kok. Nanti juga baikan.Assalamu'alaikum"pamit Arin.
"Wa'alaikumsalam..hati-hati ya Rin. Bilang Nia bawain baju ganti buat ayah sama bunda."
"Iya bund.."Arin melangkah keluar ruangan. Sebenarnya Arin merasa tidak nyaman ,agak pusing , kepalanya terasa sakit .Badannya juga terasa sakit semua.Dia tidak memberitahu bunda ,takut bunda khawatir.Dia berjalan sempoyongan,sambil pegangan tembok .Dari jauh dia lihat seorang dokter berjalan ke arahnya . Tiba-tiba Arin roboh.Dia pingsan pas di pelukan sang dokter.
__ADS_1
"Tolong siapa saja bantu saya siapkan tempat ada yang pingsan." seorang dokter berteriak sambil mengangkat tubuh seorang gadis.Ternyata Arin pingsan tepat saat dokter tiba di dekatnya."Suster tolong bantu saya.siapkan peralatan saya ." dokter bergegas membawa tubuh Arin ke ruang periksa.Sang dokter memeriksa seluruh tubuh Arin dibantu suster.Tak lama kemudian Arin sadar dari pingsannya.
"Aku di mana..di mana ini...aduh kepalaku sakit .Pusing sekali ...."Arin membuka matanya perlahan merasa kebingungan.Seinget dia tadi sedang berjalan pulang dan tau-tau gelap.
"Alhamdulillah sudah sadar.Nona anda di ruang periksa .Tadi pingsan di depan .Suhu badan anda tinggi sekali.Ada luka lebam di sekujur tubuh. Apa anda mengalami kekerasan fisik .Siapa yang melakukan.Saya periksa semuanya ya kalo perlu saya visum sekalian buat jadi bukti."
"Jangan dok,saya tidak apa-apa . Kemarin jatuh, tak berasa kalo ternyata sekujur tubuh memar semua.Apa ada pengaruhnya dengan suhu tubuh saya dok.kepala saya kok jadi sakit juga. Eehh dok ..tapi saya harus pulang ,harus sekolah.Hari ini ada ulangan.Saya tidak apa-apa kan,saya boleh pulang kan."Arin berusaha bangun tapi kepalanya masih terasa pusing."Aduh ..ini kok pusing sekali."
"Anda masih lemah sudah sekarang istirahat dulu, makan dan minum obat lalu istirahat. Jangan kemana-mana .Suhu tubuh anda masih tinggi ,biar turun dulu ,badan juga masih lemah ."
Dr Bara Prastyo pergi dari ruangan Arin.Dia berpikir kenapa anak itu terluka begitu . Benarkah jatuh? Luka memar sekujur tubuh .Kasian sekali ,apakah luka penganiayaan. Ya sudahlah ditanyakan lagi nanti. Sementara Arin tertidur setelah makan dan minum obat.Dia memang lapar semalam tidak makan .Nasi yang dibelikan Fian tidak disentuhnya sama sekali.Terlalu banyak yang dipikirkan,menjadikan Arin tidak nafsu makan.Badannya tentu semakin lemah.Dan akhirnya tumbang juga.
Sementara di sekolah Fian mencari Arin ke mana-mana namun tidak ketemu juga ."Apa Arin tidak masuk ya.'' ucapnya dalam hati." Santi ngliat Arin ga..?" tanyanya saat melewati Santi teman sekelas Arin.Fian dan Arin tidak satu kelas ,Arin masuk kelas unggulan karena memang dia pintar ,sedangkan Fian satu kelas dengan Nando di kelas unggulan dua
"Arin belum keliatan masuk , bangkunya masih kosong. Kenapa dia .Kan rumah kamu berdekatan,masa tidak tau .." jawab santi mendekati Fian.
"Walaupun rumah berdekatan memangnya harus tau segalanya.." saut Fian yang melangkah pergi menuju kelasnya karena bell sudah berbunyi.
"Kemana Arin ya Ndo,apa masih di rumah sakit , apa dia ikut sakit ya, apa dia tidak masuk ya , apa masih menunggu ayahnya ,tapi perasaanku kok tidak enak ya."
" Duuhhh ...yang pake perasaan.Sudah ada rasa ternyata ." ejek nando sambil mengedipkan mata .
"Apaan si .. ga jelas deh .kan kita berteman sudah lama .pasti ada ikatan batin kan." jawab Fian berjalan memalingkan muka merasa malu keceplosan.
"Iya deh yang sudah berteman sejak dalam kandungan.....hahahaaa." Tawa Nando semakin mengejek Fian.
"Nando ga jelas ....sudahlah jangan dibahas lagi , tu Pak guru sudah dateng .Konsentrasi pada pelajaran biar ga nyontek kalo ulangan."
__ADS_1
"Siap Pak.." Nando memberi hormat sambil tertawa lebar.
Fian masih kepikiran Arin .Dia berharap Arin baik-baik saja. Lukanya tidak berefek pada tubuhnya.Kuat ya Arin. Semangat ya.